<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3277087028736421362</id><updated>2011-07-28T17:04:55.259-07:00</updated><title type='text'>CAHAYA KASIH</title><subtitle type='html'>"Ya Allah aku mohon kepadaMu nikmat cintaMU, nikmat cintanya orang yang mencintaiMu dan mencintai amal yang mendekatkan diriku untuk meraih nikmat cintaMu"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://annurcorner.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>NUY CORNER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14750148903677378381</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St7yPbPU5mI/AAAAAAAAAAM/owNyrC3w0do/S220/1.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>24</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3277087028736421362.post-4163683117050894703</id><published>2011-03-15T20:38:00.000-07:00</published><updated>2011-03-15T20:38:32.501-07:00</updated><title type='text'>HADITS PILIHAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Barang siapa dunia menjadi obsesinya, Allah memecah belah urusannya, menjadikannya kefakiran di depannya dan dunia tidak datang kepadanya kecuali sebatas yang ditentukan baginya. Barang siapa akhirat menjadi niatnya, Allah menyatukan urusannya, menjadikan kekayaan dihatinya, dan dunia datang kepadanya dalam tunduk. (HR. Ahmad &amp;amp; Ibnu Majah)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Berdo’alah kalian kepada Allah dan yakinlah bahwa do’amu itu akan dikabulkanNya. Ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan do’a dari hati yang lalai. (HR. Tirmidzi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Bekerjalah kalian maka Allah dan RasulNya serta orang-orang yang beriman akan melihat pekerjaan itu dan kalian akan dikembalikan kepada Allah Yang Maha Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Dari Abu Malik Al-Harits bin Ashim Al Asy’ari ra. Rosulullah bersabda : “Bersuci itu setengah dirham, bacaan Alhamdulillah dapat memenuhi timbangan amal, bacaan Subhanallah Walhamdulillah dapat memenuhi antara langit dan bumi. Shalat adalah cahaya, sedekah adalah bukti, kesabaran adalah sinar, Al-Qur’an adalah hujjah yang menguntungkan. Kamu dan setiap manusia itu pergi menjual jiwanya, ada yang memerdekakannya dan ada yang melepaskannya. (HR. Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ketahuilah bahwa sesuatu yang terlepas darimu itu bukan bagianmu. Karena sesuatu yang menjadi bagianmu tidak akan lepas darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan itu bersama kesusahan, dan di balik kesulitan adan kemudahan. (HR. Tirmidzi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Sesungguhnya disurga ada kamar yang dipersiapkan oleh Allah Swt untuk orangn yang menyedekahkan makanan, menyebarkan salam dan sholat malam ketika manusia tidur. (HR. Ibnu Hiban)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Siapa saja yang berpuasa Ramadhan kemudian melanjutkan dengan saum enam hari pada bulan syawal, ia seperti puasa sepanjang tahun. (HR. Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling sibuk mempersiapkan bekal untuk menghadapinya adalah orang yang cerdas. Ia akan pergi dengan kemuliaan dunia dan akhirat. (HR. Ibnu Majah)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Tidakkah pernah ku beritahukan kepadamu sesuatu yang derajatnya lebih tinggi dari pada sholat, puasa dan sadaqah? Yakni, memperbaiki silaturahmi dengan sanak kerabat kita. Karena rusaknya sanak kerabat kita adalah sama dengan pencukur. (HR. Ahmad)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman dan takkan berimah hingga kalian saling mencintai. Maukah kutunjukkan amalan yang akan membuat kalian salinng mencintai? Sebarkan salam diantara kalian. (HR. Muslim) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Barang siapa yang memperbaiki hubungannya dengan Allah, niscaya Dia memperbaiki hubungan dengan orang lain. Barang siapa memperhatikan urusan akhiratnya, Allah akan memperhatikan urusan dunianya, Allah akan menjadi penjaganya. (Ali bin Abi Talib)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Sesungguhnya orang yang di dalam dadanya tidak terdapat sebagian ayat daripada Al-Qur’an, bagaikan rumah yang tidak berpenghuni. ((HR. Al-Tirmizi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Dari A’isyah ra. Bahwa Nabi selalu itikaf pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan sampai beliau wafat. Kemudian, sunah itikaf ini dilanjutkan oleh para istri-istri beliau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Bahwa disurga itu ada sebuah pintu yang bernama Ar-Royan. Melalui pintu itu orang-orang yang perpuasa masuk surge pada hari kiamat, tidak diizinkan oleh Allah untuk memasukinya selain orang-orang yang berpuasa. (HR. Bukhori)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ya Allah aku mohon kepadaMu nikmat cintaMU, nikmat cintanya orangn yang mencintaiMu dan mencintai amal yang mendekatkan diriku untuk meraih nikmat cintaMu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Tidak ada sesuatu yang paling disesali oleh para penghuni surge kecuali atas satu saat yang pernah mereka lalui di dunia yang tidak mereka gunakan untuk mengingat Allah didalamnya. (HR. Thabrani)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Do’a seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang dido’akannya adalah do’a yang akan dikabulkan. Diatas kepalanya, ada malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdo’a untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat itu berkata “amin” dan engkau pun mendapatkan apa yang dia dapatkan. (HR. Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Rasulullah bersabda : “Seseorang akan diuji sesuai kadar agamanya, jika kekuatan agamanya tangguh makaujiannya akan semakin meningkat dan jika kekuatan agamanya lemah maka ujiannya pun lebih ringan. Ujian akan senantiasa menyertai hamba hingga dia suci dari segala dosa”. (HR. Ahmad)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Rasulullah bersabda : “Jika Allah menghendaki kebaikan pada hambaNya, Allah akan menyegerakan ujian didunia. Dan jika Allah menghendaki keburukan padanya, Allah akan mengakhirkan ujian itu hingga ia akan didatangkan dengan membawa dosa-dosa tersebut pada hari kiamat.” (HR. tirmidzi &amp;amp; Ibnu Majah)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Allah berfirman dalam hadits qudsi : “Wahai hambaKu sempatkanlah beribadah kepadaKu, nanti Aku penuhi hatimu dengan kecukupan dan tanganMu dengan rizki. Janganlah menjauh dariKu, nanti Aku penuhi hatimu dengan kemiskinan, dan tanganmu akan penuh dengan kesibukkan”. (HR. Tirmidzi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Rasulullah bersabda : “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, pada hari akhirat ada orang yang berteriak “mana hartaku? Mana hartaku?” padahal kamu tidak memiliki harta kecuali apa yang telah kamum makan, atau apa yang telah kamu pakai, atau apa yang telah kamu sedkahkan, dan itulah yang kekal”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Do’a Rasulullah : “Ya Allah, berikanlah kepada kami rasa takut kepadaMu yang bisa menghalangi kami dari kemaksiatan, ketaatan kepadaMu yang bisa menyampaikan kami kepada surgaMu, dan keyakinan yang bisa menjadikan kami menganggap remeh berbagai musibah duniawi.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Andaikan manusia memiliki dua lembah harta dan dia memilih yang ketiga, dan sesungguhnya yang dapat mengenyangkannya adalah kematian. (HR. Imam Bukhori)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Jadilah kamu hamba akhirat dan jangan jadi hamba dunia, sesungguhnya dunia itu tempat berkarya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ada dua macam nikmat yang sering dilupa manusia yaitu nikmat kesehatan dan kesempatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Bergegaslah dalam beramal soleh sebab akan datang ujian yang berat kepada kamu; ada orang yang dipagi beriman tapi sore harinya berubah kafir. (HR. Imam Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Allah akan selalu menolong hambaNya, selama hambaNya suka menolong orang lain. (HR. Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Bersemangatlah meraih apa yang bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan pernah merasa lemah. (HR. Muslim dari Abu Hurairoh ra.)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Dari Abu Hurairoh ra, Rasulullah bersabda : “Bila kalian tidur, maka setan membuat 3 ikatan di kepala kalian yang membuat tidur kalian nyenyak. Kalau kalian bangun dan berdzikir kepada Allah maka lepaslah satu ikatan, kalau wudhu lepaslah ikatan kedua, dan ketika shalat lepaslah ikatan ketiga, maka kalian akan bangun pagi dengan giat dan hati yang bersih, kalau tidak kalian akan malas dengan hati yang keruh. (HR. Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ali berkata : “ Sekian banyak nikmat dunia, cukup Islam sebagai nikmat bagimu. Sekian banyak kesibukkan cukup ketaatan sebagai kesibukanmu. Sekian banyak pelajaran cukup kematian sebagai pelajaran bagimu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Jadilah jalan kebaikan untuk orang lain karena orang yang member petunjuk kepada kebaikan sama pahalanya seperti orang yang melakukan. (HR. Bukhari)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Dari Abi Said bahwa Rasulullah bersabda : “Bila ahli surga telah masuk surga dan ahli neraka telah masuk neraka, maka Allah akan berkata “Orang yang didalam hatinya ada setitik iman, hendaklah dikeluarkan. Maka mereka pun dikeluarkan dari neraka. (HR. Bukhori, Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Janganlah kamu sekali-kali menjadi orang Imma’ah! Yaitu kamu sekalian yang mengatakan, jika orang banyak itu baik, maka kami akan menjadi baik. Jika mereka zalim maka kami juga akan menjadi zalim. Tetapi mantapkan kepribadianmu, jika orang banyak baik maka kamu harus menjadi orang baik seperti mereka, tetapi jika mereka jahat maka kamu tetap tidak boleh zalim. (HR. Tirmidzi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Sesuatu yang aku ssali adalah jika dari pagi hari sampai matahari tenggelam, amalku tidak bertambah sedikit pun padahal aku tahu saat itu umurku berkurang. (Ibnu Mas’ud ra)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Rasul bersabda : “Barang siapa kebaikannya membuat bahagia dan keburukannya membuat berduka, sungguh dia orang mukmin”. (HR. Thabrani)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Barang siapa bersandar pada akalnya, ia akan tersesat. Namun barang siapa bersandar kepada Allah sesungguhnya ia tak akan pernah miskin, hina, dan sesat. (Ali bin abi Thalib)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Shalat yang paling utama setelah fardhu adalah sholat di tengah malam dan puasa paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah (yang kamu namakan) Muharam. (HR. Muslim , Abu Daud, Ahmad)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3277087028736421362-4163683117050894703?l=annurcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annurcorner.blogspot.com/feeds/4163683117050894703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2011/03/hadits-pilihan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/4163683117050894703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/4163683117050894703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2011/03/hadits-pilihan.html' title='HADITS PILIHAN'/><author><name>NUY CORNER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14750148903677378381</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St7yPbPU5mI/AAAAAAAAAAM/owNyrC3w0do/S220/1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3277087028736421362.post-8034812326443470764</id><published>2011-03-15T20:37:00.000-07:00</published><updated>2011-03-15T20:37:11.199-07:00</updated><title type='text'>MOTIVASI DAN RENUNGAN....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Orang-orang yang berlambat-lambat bertindak karena takut salah, telah menjauhi keberhasilan. (Mario Teguh)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Memaafkan tak bisa mengubah masa lalu, tapi bisa memperindah masa depan. (Fuziani).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Sang juara sejati adalah mereka yang terus berjuang sampai titik lelah mereka. Bagiku sahabat-sahabat semua adalah para pejuang sejati. Teruslah berbuat amal tanpa harus menonjolkan diri. Seperti jantung yang berdetak, tak terlihat tapi senantiasa memberikan kehidupan. (Siti)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Yakinlah dari kebaikan yang dilakukan tak satu pun yang luput dari pantauan Allah. Kita tak pernah tahu, kapan balasan kebaikan itu akan kita nikmati. Semuanya datangn dari tempat yang tidak disangka dan duga. Sekecil apapun kebaikan akan member arti bagi mereka yang memerlukan. (Bakharudin Yusuf)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Menjadi orang penting itu baik, tapi lebih penting lagi menjadi orang baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban itu lebih banyak dari waktu yang tersedia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Saat syahadatku sebatas ucapan. Shalatku sebatas ucapan. Saumku sebatas kewajiban. Hajiku sebatas kebanggaan. Saat itu kesia-siaan terbesar ada pada diriku. Saat islamku sebatas pakaian. Imanku sebatas ucapan. Ihsanku sebatas pengetahuan. Saat itu penipuan terbesar dalam diriku. Saat kematian dianggap hanya cerita. Neraka hanya berita. Siksa hanya kata. Saat itu ada kesombongan terbesar ada pada diriku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Pejuang itu tidak boleh kalah. Kalah dengan dirinya sendiri, kalah dengan ambisi. Ketidakberdayaan kalah dengan persaannya. Ia hanya boleh jatuh untuk bangun kembali. Ia hanya boleh lelah untuk bekerja kembali. Ia hanya boleh salah untuk jadi lebih baik. (Bakharudin Yusuf)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Dakwah adalah pekerjaan paling mulia, proyek masal, karya besar, kunci kebangkitan sejati, warisan para nabi, sebuah warisan yang harus diemban oleh semua orang, yang selalu kukuhkan dan benihnya disemai di segala penjuru alam. Warisa berharga dari pada harta dan intan permata yang dapat mengantarkan kita pada ketinggian derajat disisi Allah. (Bakharudin Yusuf)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ketika wajah ini penat memikirkan dunia, maka berwudhulah. Ketika tangan ini letih menggapai cita, maka bertakbirlah. Ketika pundak tak kuasa memikul amanah, maka bersujudlah. Ikhlaskan semua dan mendekatlah padaNya. Agar kita tunduk disaat yang lain angkuh. Agar kita teguh disaat yang lain runtuh. Agar kita tegar disaat yang lain terlempar. (Bakharudin Yusuf)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Untuk mencapai tujuan dalam perubahan hidup, perhatikanlah pikiran kita, karena pikiran kita akan menjadi perbuatan kita. Perhatikanlah perbuatan kita, karena perbuatan kita akan menjadikebiasaan. Perhatikanlah kebiasaan kita, karena kebiasaan akan menjadi watak kita. Perhatikanlah watak kita, karena watak kita akan menjadi pola piker kita. Sesungguhnya lintasan pikiran itulah yang paling sulit. Karena lintasan pikiran adalah permulaan kebaikan dan kejelekan. Dari lintasan itu lahirlah kemauan-kemauan keinginan-keinginan dan tekad. (Bakharudin Yusuf)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Jika kesedihan adalah hujan dan kebahagiaan adalah mentari. Maka kita butuh keduanya untuk bisa menghadirkan pelangi. Yakinlah aka nada selalu warna-warna cerah pelangi yang sedang menanti disana. Meski ujian terus mengguyur. Setelah kesulitan pasti ada kemudahan. (Ihda Nova Seprika)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Mungkinkah dunia yang terlalu menyibukkan ini telah membuat kita lupa dengan visi hidup kita yang sebenarnya? Wahai jiwa, hendak kemana engkau pergi. Pastikah semua yang engkau usahakan di dunia ini bisa menyelamatkanmu dari siksa neraka? Yakinkah semua yang engkau miliki bisa menggantikanmu berjumpa dengannya? (Fitria Leli)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Amanah itu tidak akan pernah habis sampai berakhirnya usia kita. Setelah selesai satu amanah masih banyak amanah yang lain. Jadi jangan pernah berusaha tuk menghindar. (Ahmad Gumilar)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Perbedaan orang biasa dan orang hebat adalah orang biasa menganggap amanahnya sebagai rutinitas saja. Berjalan tanpa arah dan output yang jelas, dan hasil yang biasa-biasa saja. Tapi orang hebat adalah orang yang selalu punya visi dalam setiap pekerjaannya dan mencintainya, sehingga dia bersemangat dan selalu member yang terbaik. Bertawakal hanya kepada Allah. (Eli Mulyati)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Jika ingat nafas-nafas ini adalah amanah maka tidak ada kebaikan yang tidak bisa kita lakukan seperti embun yang bersinar diujung daun, tidak memilih diujung daun mana ia bersinar. (Titin_UNS)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Jika sendiri jangan merasa sendiri. Ada Allah yang sedang mengawasi. Jika sedih janganlah dipendam di dalam hati, ada Allah tempat berbagi. Jika susah, janganlah menjadi pilu, ada Allah tempat mengadu. Tetap semangat! Yakinlah bahwa Allah tak pernah menyia-nyiakan hambaNya. (Yayi Isni Anggreani)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Jadilah sumber inspirasi. Jadilah sumber energy. Dengan iman dan kasih saying mu yang selalu berhembus menyebut Asma Allah. Antum membagi kehangatan Iman dan Islam yang selalu antum pelihara. Jangan jatuh ketika yang lain lumpuh. Tapi berlarilah sehingga yang lain bersiap mengikutimu. Allah selalu ada mendampingi umatNya. (Bakharudin Yusuf)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Dakwah adalah tugas berat bagi para da’i dan kader dakwah. Namun bukan berarti boleh dihindari, karena dakwah disamping menantang sekaligus tugas mulia. Dengan demikian amanah ini mesti dilaksanakan dengan kerja keras, sungguh-sungguh dan perencanaan yang matang. (Bakharudin Yusuf)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Allah lah yang mampu membuatmu tersenyum walaupun kamu merasa hendak menyerah. Tempat berdo’a ketika kamu kehabisan kata-kata. Untuk tetap tegar meski hatimu telah hancur berkali-kali. Untuk tetap mengerti ketika tidak satu pun yang terlihat member arti. Segala sesuatu menjadi mungkin karena Allah memampukan kita tetap istiqomah. (Annisa Awwaliya Nurfaidah)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ya Allah, jika kesibukan dan kelelahan ini membuat Kau jatuh Cinta padaku, maka aku kan berlelah dalam menikmati kesibukkan ini, maka aku akan terus melangkahkan kaki ini, maka akuakan terus mengais nikmat yang kau tebarkan dimuka bumi ini. Aku akan lakukan apapun asalkan bias membuat Kau jatuh cinta kepadaku. Jika manusia bisa jatuh cinta karena simpati dan prihatin yang diberikan karena pengorbanan, maka aku akan berlaku sama dengan ini. Allah aku ingin Kau jatuh cinta padaKu, hingga aku pun demikian. (Fitria Leli)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Jadikan yang tebal itu iman, yang tipi situ lidah, yang tajam itu akal, yang lembut itu hati, yang ringan itu solat, yang luas itu ilmu dan yang manis itu senyuman. (Gusman Rohmatullah)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Harta yang paling berharga adalah sabar, teman yang paling akrab adalah amal, pengawal pribadi yang paling wsapada adalah diam, bahasa yang paling manis adalah senyum. (Fuziani)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Keimanan yang murni, ibadah yang benar, dan mujahadah adalah cahaya dan kelezatan yang Allah curahkan kepada hamba-hamba yang dikehendakinya. Semoga kita adalah hamba-hamba yang dipilih Allah. (Ikhsaniawati Rosadi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Malam menyelimutiku bersama mimpi, meluluhkan sejenak peluh dan keluh. Kurengkuh nikmatMu dalam lelap. Rindu aku tuk terjaga mereguk cinta dariMu. Sampaikan aku pada waktuMu Ya Robb! Tunggu aku kala shubuhmu menjelang. Jemput aku dengan RahmatMu di sujudku. Tunjukan aku pada KuasaMu. Rengkuh aku dalam CintaMu. Satukan aku dengan hamba-hambaMu terkasih. (Rini Murni)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Sesungguhnya orang beriman tak kan bosan meraih manfaat berfikir, tidak putus asa dalam menghadapi keadaan dan tidak akan pernah berhenti berfikir dan berusaha senantiasalah berusaha tuk menjadi yang terbaik. Tapi janganlah merasa menjadi yang terbaik karena Allah Maha Mengetahui segalanya. (Ikhsaniawati Rosadi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Teguh adalah nafas rijahul haq (pejuang kebenaran) sepanjang zaman. Mereka tak hanyu di air. Tak hangus di api. Tak melayang di angin. Tak goyah oleh tumpukan harta, kemilau tahta dan rayuan wanita. Kiprah mereka hanya satu. Tetap teguh dalam bergerak dan terus bergerak dalam keteguhan. (Ust. Rahmat Abdullah)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Seandainya saja ajalku saat ini, tak akan kusesali telah nikmati hari ini sebagai muslim. Begitu besar kasihMu Ya Illahi, yang Kau berikan kepada kami. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Jangan henti kaki melangkah, jangan sudahi lisan berdo’a, karena mungkin cita yang hendak kau gapai, tempat yang dituju, niat yang diharap, tinggal sekejap berjarak. (Yayi Isni Anggreani)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Tatkala diberikan beban berat dipunggung kita, janganlah meminta agar beban itu diringankan. Tetapi mintalah kepadaNya agar diberi punggungn yang kuat untuk memikulnya. (Lia Maulida)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Jika tidur adalah suatu kenikmatan, maka selimutkan jiwa kita dengan syahadatNya. Jika tidur adalah suatu kegelapan maka bangunkan jiwa kita karena sungguh tidur mendekati kematian dan jika tidur adalah suatu mimpi maka jagakan jiwa kita karena sesungguhnya Allah tidak menciptakan kita tuk jadi Sang Pemimpi. (Dewi Sunarti) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ketika Akal kembali jernih, nurani kembali bersih dan warna hidup kembali putih. Saat takbit berkumandang di sanubari, kembali jiwa bersujud dalam bahagia, kembali kesucian menukil kalbu. Semoga kita termasuk orang-orang yang meraih kemenangan. (Fitri Sulistiawati)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Sebaik-baik perkara ialah kalam yang benar, lisan yang fasih dengan wajah yang cerah dan kata-kata lembut yang keluar dari lautan ilmu yang dalam melalui lisan yang berperangai lembut. (Annisa Awwaliyah Nurfaidah)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Teruslah beramal tanpa harus menonjolkan diri, jadilah seperti jantung yang tak terlihat tapi berdenyut setiap saat dan membuat tubuh menjadi tetap hidup. (Annisa Awwaliyah Nurfaidah)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Semua orang mempunyai masa. Ketika semuanya terasa menjadi sulit, hiduplah, karena setelah masa itu kita akan menjadi manusia yang lebih baik. (M. Gozali Al Ghifari)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Tataplah horizon jingga, sendu indah jadikan damai dalam jiwa lembut membelai hembuskan sepoi angin senja. Tapaki mega tuk berganti malam. (Wulan Sari Khoerunisa)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ketika orang tertidur, kau terbangun, itulah susahnya. Ketika orang merampas, kau membagi, itulah peliknya. Kentika orang menikmati, kau menciptakan, itulah rumitnya. Ketika orang mengadu, kau bertanggungjawab, itulah repotnya. Makanya tidak banyak orang bersamamu disini, mendirikan imperium kebenaran. (Yayi Isni Anggreani)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Apakabar hati? Masihkah ia embun, menunduk tawadu di pucuk-pucuk daun? Apakabar iman? Masihkah ia karang berdiri kokoh menghadapi gelombang ujian? Semoga Allah selalu menjaga diri, hati dan imanmu. (Ikhsaniawati)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Aku hanya bumi, tak bedanya yang dikelilingi debu-debu kosmik yang bergelora. Ketika daya tariknya hamper mengoyak keteguhan hatiku, aku tahu aka nada kalian sahabat-sahabat planetku yang selalu menjagaku dalam orbit ini. Meskipun kontur, suhu dan kehidupan kita berbeda, tapi kita mengorbit “mentari” yang sama. Itulah yangn membuat ku yakin kau selalu bersamaku. (Noyanti Gantini)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Jangan pernah berhenti membenahi diri sebab sejarah tidak pernah menunggu kesiapan kita. Jangan pernah menunda membekali diri, sebab masalah tidak pernah menunggu keterampilan kita. Jangan pernah merasa cukup terampil, sebab problem hidup akan selalu bertambah. Teruslah berputar, jika tidak, antara kita dan perubahan akan muncul kesenjangan dan gap dinamika yang membuat kita menyesal. (Titin_UNS)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Jika kau bingung maemilih 2 pilihan, salat istikhoroh membantumu. Jika kau memiliki sebuah keinginan kuat, lakukan salat hajat. Jika kau ingin dimudahkan risky dan kesempatan, dhuha adalah obatnya. Jika kau ingin mendapatkan ketenangan hati dan pikiran, tahajudlah kamu. Allah selalu bersama kita dalam keadaan apapun, dalam waktu apapun. Maha Suci Allah, Dzat Maha Sempurna. Maka berdzikirlah, sujudlah, berdo’alah, rasakan betapa dekatnya Allah dalam dzikirmu, sujud malammu dan do’a-do’a taubatmu. (Anita Sari)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Beruntunglah orang-orang yang memperhatikan semangat dalam tiap pergantian waktu, menjaga niat tetap dalam kebaikan, menemukan Allah dalam gerak langkahnya dan menjadikan Allah sebagai tujuan akhir hidupnya. (Nur Istamaroh)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Hiasilah tidurmu dengan tetesan air wudhu. Lelapkan matamu dengan alunan dzikir. Selimuti dirimu dengan kalimat syahadat. Dan alasi tidurmu dengan sepotong do’a. Semoga Allah memberikan kelancaran dalam segala aktivitas. (Wulan Sari Khoerunisa)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Mau jadi orang SUKSES?? Seleksi tujuan Anda. Urutkan prioritas dan potensi Anda. Komit pada rencana Anda. Siapkan perjalanan Anda. Ekspresikan visi dalam tindakan. Serahkan hasilnya pada Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Salah satu pengkerdilan terbesar dalam hidup adalah ketika kita membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah. Ketika kemalasan berjalan perlahan-lahan maka kemiskinan segera menyusulnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Yang singkat itu waktu, yang dekat itu mati, yang besar itu nafsu, yang berat itu amanah, yang sulit itu ikhlas, yang mudah itu berbuat dosa, yang abadi itu amal kebajikan, yang akan diinvestigasi itu amal perbuatan, yang akan diaudit itu apa yang kita miliki.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Muslimah itu anugerah terindah dunia. Ia lembut namun tidak lemah. Mempesona namun bersahaja. Ia tahu bagaimana menjaga kemuliaan dirinya. Ia mengerti bagaimana menjaga akhlaq dan kemuliaannya. Itulah yang membuatnya istimewa dibandingkan wanita lainnya. Ilmunya telah mengangkatnya menjadi permata terindah di dunia. Semoga itu adalah aku dan kamu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ya Robb, entah karena kontrak waktu ku aakan usai, aku sadar setiap hari hidupku berkurang. Namun dari kesadaranku mungkin dari satu lautan hanya setetes air jiwaku merenungi amalanku. Jika aku mampu, akan aku tawarkan hidupku agar diperpanjang kontrakan waktuku. Namun apa dayaku, diriku ini tak ubahnyaseperti air mengalir yang mengikuti wadahnya yang tak kuat melawan arus hidup. Ya Robb, ijinkan aku memperbaiki bekal amalanku supaya aku dapat berani menghadapkan wajahku kepadaMu. (Fatimah_Al-Imarot)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Hakikatnya ketika lisan ini menyampaikan kebenaran kepada orang lain, sesungguhnya ia sedang menasehati hatinya sendiri. Tidak aka nada ucapan yang berkesan kecuali terucap dari lisan yang hatinya tak mengingkari kebenaran yang akan diucapkan. (Fitria Leli)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Perjuangan tak kan pernah henti jika kesulitan menjadi sebuah tantangan dan Insya Allah perjuangan itu akan membuahkan hasil yang tak murah harganya baik dimataNya maupun pandangan sang makhluk. Jika jiwa begitu besar maka raga tak akan lelah mengikutinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ya Allah rahmatilah aku dengan Al-Qur’an dan jadikanlah Al-Qur’an itu untukku sebagai iman, cahaya, petunjuk dan rahmat. Ya Allah ingatkan aku ketika diri dan beri pengetahuan atas kebodohanku. Berikan rizki kepadaku dengan membacanya sepanjang malan dan siang, dan jadikanlah Al-Qur’an itu sebagai hujjah bagiku. (Bakharudin Yusuf)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Beruntunglah seorang hamba yang menjadikan ibadah sebagai pekerjaannya, akhirat sebagai cita-citanya, mencari penghidupan sebagai bekalnya, maut sebagai kesibukkan pikirannya, tekun dan zuhud sehingga niatnya ikhlas. Ia mematikan kesombongan dan menjadikan keperluannyahanya kepada Robbnya pada saat kesendiriannya ia selalu mengingat kesalahan-kesalahannya. (Bakharudin Yusuf)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Kesuksesan sejati adalah ketika kita berhasil meyakini bahwa semua yang kita raih adalah titipan Allah. Sehingga membuat kita menjadi tawadhu/rendah hati serta terus menerus membersihkan hati. (Bakharudin Yusuf)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Rutinitas tanpa ruh ternyata hanya membuat diri ini terbelenggu, terjatuh dan tak bernilai untuk menmaknai bahwa setiap yang kita lakukan bernilai ibadah, diperlukan ruang kesadaran yang lapang. Karena hidup adalah pilihan. Hanya saja sejauh mana kita mampu bertanggungjawab atas keputusan-keputusan yang kita pilih. (Fitria Leli)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Setiap lelah yang terasa terkadang menggoncangkan tekad. Setiap kesal dari hati seringkali menyulut gejolak jiwa. Tetesan peluh kadang menguji keikhlasan. Setiap perjuangan tidak bertabur bunga, tapi yakinlah Allah akan merindu tiap tapak pejuang yang dijejakkan dengan ikhlas untuk kebaikan. (Fitria Leli)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Bila dirimu sekarang sedang menunggu seseorang untuk menjalani kehidupan menuju RidhoNya. Bersabarlah dengan keindahan. Demi Allah, dia tidak akan datang karena ketampanan atau kecantikan, kepintaran, dan kekayaan, tapi Allah lah yang menggerakkan batinnya. Janganlah tergesa untuk mengekspresikan cinta kepada dia sebelum Allah mengizinkan. Belum tentu yang kau cintai adalah yang terbaik untukmu. Siapakah yang lebih mengetahui melainkan Allah. Simpanlah segala bentuk ungkapan cinta dan derap hati rapat-rapat. Allah akan menjawabnya dengan lebih indah disaat yang tepat. (Fitria Leli)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ya Allah, jadikan aku menjadi sekuntum bunga yang dihiasi dengan klopak akhlaq mulia. Harum wanginya dengan ilmu agama. Cantik karena iman dan taqwa. Namun keindahan dzahirnya ku simpan rapi. Biar menjadi rahasia kekal abadi. Bukan perhatian mata ajnabi, yang menjadi puncak fitnah hati. Ya Allah timbulkanlah duri yang memagari diri, agar diriku terpelihara dari noda duniawi, yang akan menghilangkan keharuman sejati, yang akan memedarkan kecantikan diri. Dibalik kekurangan yang tercipta, bukanlah alas an untuk bermuram durja, karena setiap yang tercipta ada hikmahnya. Ijinkan Ya Allah, agar aku menjadi permata tetap menyinari walau dilumpur hina, tetap berharga walau dimana saja. Buat ummah dan juga keluarga. Ijinkan aku menjadi seindah mawar berduri, yangn menjadi impian muslimah, yang indahnya bukan untuk lelaki tapi permata buat sang suami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Jenius adalah 1% inspirasi dan 99% keringat. Tidak ada yang dapat menggatikan kerja keras. Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan. (Thomas Alfa Edison)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Kadang diri merasa hidup sendiri, karena impian adalah harapan yang ku ciptakan sendiri untuk diri sendiri. Memang mudah untuk merasa ku tak butuh bantuan, tapi ternyata begitu sulitnya berjalan sendirian. Sampai akhirnya aku pun sadari dalam hati, bahwa jalan hidup dari awal sampai akhirnya adalah baik-baik saja ketika ku punya seorang teman disisi. Teman yang membantu menemukan kecantikan sejati dalam diri. Hanya ketika diri mau membuka hati dan percaya akan karunia seorang teman. Teman seseorang yang menemani ketika engkau tersesat, takut, melalui puncak dan lembah yang curam, mengktitik, menghargai, yang peduli, yang ada disisi kemanapun diri pergi. Ketika harapanku hancur berkeping-keping, ketika ku merasa sepi, ketika ku tak tau jalan mana yang harus kutempuh, tak ada pertanda kemana ku harus menuju, ku tak sendiri karena ada teman disisi. (Annisa Liviana)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Sabar mudah ditulis dan diucap, hari dilewati, ruh seperti tergerus terus dilindas dan terlindas denga urusan duniawi. Istiqomah menjadi bernilai mahal, kadang tak berdaya ketika realita berperang dengan nilai prinsip hidup. Padahal kemana semua ini bermuara? (Fitria Leli)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Wanita sholihah seumpama kuntum mawar syurga. Anggun dibalik perisai ketegasan. Cantik dalam balutan rasa malu. Berbinar dalam tunduknya pandangan. Ia lembut dan tangguh. Ia mempesona meski tak tersentuh. Ia serahkan jiwa dan raganya pada Robbnya, dan suatu saat kepada hati yang diridhoi Tuhannya. (Ikhsaniawati)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Seseorang bisa jadi masuk kedalam suatu keadaan yang disebut “kelumpuhan analisis” dan menghabiskan waktu berjam-jam untuk tidak melakukan apapun secara fisik kaecuali berdebat secara internal dengan pikiran-pikiran dan emosi mereka. Ketakutan menjadi gagallah yang menyebabkan banyak orang menjadi gagal. Ketika suatu gaasan mental berubah seringkali diuntut perubahan secara emosional fisik dan spiritual. Kekuatan-kekuatan kita seringkalia adalah kelemahan-kelemahan kita dan agar bias menjadi sempurna kita perlu menjadikan kelemahan-kelemahan kita sebagai kekuatb-kekuatan kita. Tetaplah tegas, jangan panic. Perhatikan dan belajarlah dari pengalaman ini. Pengalaman yang kelihatannya buruk ini akan membuatmu kokoh jika kamu bersedia belajar darinya. Perhatikan dan belajarlah sebaik mungkin yang bias kamu lakukan ketika kamu melakukan kesalahan, Satu perbedaan antara orang sukses dengan orang yang biasa-biasa saja adalah berapa banyak kritikan yang bisa mereka terima.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Jika engkau cinta, dakwah adalah ukhuwah, telaganya akan senantiasa hauskan para pengemban da’wah tuk bias meneguknya. Merasakan manis iman didalamnya. Allah dan Rasulnya telah menjanjikan “KecintaanKu, wajib bagi orang-orang yang saling mencintai karena Aku” ukhuwah yang suci terangkai dari hati-hati yangn suci. Semoga Allah senantiasa mengikatnya hingga janji suci terucap dalam diri saat menemui Illahi Robbi. As-Syahid cita-cita tertinggi. (Fitria Leli)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ada kalanya para penyeru kebenaran harus menjadi kepompong. Berkarya dalam diam. Bertahan dalam kesempitan. Tetapi bila tiba saatnya menjadi kupu-kupu, tak ada pilihan kecuali terbang melantun kebaikan diantara bunga, menebar keindahan pada dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Saudaraku, berbahagialah jika engkau berbeda dengan yang lain. Disaat orang lain acuh dengan umat, engkau curahkan waktu, pikiran, dan tenaga untuk umat. Jika ada yang bertanya kepadamu “Sampai kapankah engkau begini?” kau pun akan menjawab “Sampai kutemui Rabb ku di surga nanti”. Itulah indahnya dakwah , sukses dunia akhirat. Selamat berjuang saudaraku. Dengan keimanan yang kokoh. Dengan amal ihsan karenaNya, karena takkan terasa sedetik, bahkan sebersar dzarah pun apa yang kau lakukan. Allah lah yang menjadi saksi aktivitas kita. Keep istiqomah. (Bakharudin Yusuf)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Istiqomah : ia adalah gerak yang tak kenal henti. Ia adalah keteguhan yang tak kenal menyerah. Ia adalah bukti kejujuran pengakuan siapa pun yang mengaku bertuhan Allah. (Ust. Rahmat Abdullah)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Kader adalah rahasia kehidupan dan kebangkitan berbagai umat. Sejarah umat adalah sejarah para kader yang militant dan memiliki kekuatan jiwa serta kehendak. Sesungguhnya kuat lemahnya suatu umat diukur dari sejauh mana kesuburan umat tersebut dalam menghasilkan kader-kader yang memiliki sifat kesatria. (Risalah Hal Nahnu Qaumun “Amaliyun)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Tahun ibarat 1 pohon, bulan-bulan laksana cabangnya, hari-hari sebagai rantingnya, jam-jam sebagai daun dan nafas kita sebagai buahnya. Barang siapa yang nafasnya selalu dalam ketaatan, maka orang itu telah menanam pohon yang subur dan baik. (Ibnu Qoyim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Seorang anak bertanya pada Tuhannya : “Tuhan, kenapa bundaku menangis?” Allah menjawab : “Karena Ibumu seorang wanita. Aku ciptakan ia sebagai makhluk yang sangat istimewa. Aku kuatkan bahunya untuk menjaga putra-putrinya. Aku lembutkan hatinya untuk member rasa aman. Aku kuatkan rahimnya untuk menyimpan benih manusia. Aku teguhkan pribadinya untuk terus berjuang saat orang lain menyerah. Aku beri dia rasa sensitive untuk mencintai putra-putrinya dalam keadaan apapun. Aku kuatkan batinnya untuk tetap menyayangi meski disakiti oleh suaminya sekalipun. Bundamu adalah makhluk yang sangat kuat. Tapi jika suatu saat kau melihatnya menangis, itu karena Aku beri dia air maata yang bisa digunakan sewaktu-waktu untuk membasuh luka batinnya sekaligus memberinya kekuatan baru. Be agood wife &amp;amp; mother. God bles you all mother. (Dinar Nur Inten)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Seseorang bertanya kepada Robbnya : “Duhai Robb ku, betapa aku telah banyak bermaksiat padaMu, tetapi Engkau tidak pernah memberiku hukman atas semua itu?” Robbnya menjawab : “Betapa banyak Aku telah memberikan hukuman padamu, tapi kau tak pernah menyadarinya. Bukankah Aku telah menghalangimu dari merasakan manisnya bermunajat kepadaKu?”. (Fitria Leli)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Dan Dia kehendaki kita menjadi bagian dari para pembawa risalahNya yang mulia. Berjanjilah pada Allah dan rasulNya para mu’minin dan para syuhada bahwa kita akan berusaha sekeras mungkin untuk berbuat yang terbaik demi kemulian diin ini, bersama dalam perahu dunia ini. Tetaplah istiqomah ukhti. (Fitria Leli)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Surga itu disediakan bagi orang-orang yang berjanji kepada Allah untuk menyeru manusia kepadaNya serta sabar dan mengharap balasan dariNya dalam menghadapi segala rintangan yang ditemuinya. (Arjulaini Aras)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Perhatikanlah, jangan sampai Anda termasuk orang-orang yang dikenal oleh para tetangga dan saudara-saudara Anda sebagai ahli kebaikan, seorang sufi, ahli zuhud, lagi ahli ibadah, padahal keadaanya disisi Allah kebalikan dari hal tersebut. Karena sesungguhnya Allah memberi Anda balasan hanya menurut apa yang Dia ketahui dari Anda, bukan menurut apa yang dikenal oleh manusia. (Yahya bin Mu’adz)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Bila subuh utuh, pagi tumbuh, hati teduh, tidak angkuh, keluarga tida keruh, maka damai berlabuh. Bila dzuhur teratur, diri jujur, hati tidak kufur, rasa selalu syukur, amal tidak udzur, keluarga akur, maka pribadi makmur. Bila asyar kelar, jiwa sabar, raga tegar senyum menyebar, maka rezeki lancer. Bila magrib tertib, ngaji wajib, wirid jadi karib, jauh dari aib, maka syafaat tidak raib. Bila isya terjaga, malam bercahaya, gelap tak terasa, Insya Allah hidup damai sejahtera. (Yayi Isni Anggreani)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ketika hati terasa lemah, kuatkan ia dengan dzikrullah. Ketika masalah terasa mendera, selesaikan ia dengan istikhoroh. Ketika hidup terus susah, lapangkan dengan sedekah. Ketika semua terasa hampa, adukan ia pada Yang kuasa. Ketika semua telah kau coba tutuplah ia dengan berpasrah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Nasihat kubur : 1. Aku adalahtempat paling gelap, maka terangilah aku dengan tahajud. 2. Aku adalah tempat yang paling sempit, maka mluaskanlah aku dengan bersilaturahmi. 3. Aku adalah tempat yang paling sepi, maka ramaikanlah aku dengan perbanyak baca Al-Qur’an. 4. Aku adalah tempat binatang-binatang yang menjijikan, maka racunilah dengan amal soleh. 5. Aku adalah tempat Munkar dan Nakir bertanya, maka persiapkanlah jawabanmu dengan perbanyak mengucap “ Lailahaillallah”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Hidup adalah pembelajaran, belajar untuk bersuykur meski tak cukup. Belajar untuk ikhlas meski kadang tak rela. Belajar memahami meski tak sehati. Belajar setia meski banyak godaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Cinta bukan mengajarkan kita lemah tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajarkan kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Suami soleh adalah suami teladan dalam ketaqwaan kepada Allah, hingga ia menjadi imam dengan kemuliaan akhlaq, guru kharismatik, orang tua pelindung yang bijak, pangeran yang gagah, pacar yang genit, teman sejati, terkadang kekanak-kanakan, suka bercanda, dan manja. Ia memaksimalkan ikhtiar dan do’a untuk keluarganya adar selamat dari fitnah dunia akhirat. Keluarga baginya pertama tetapi umat baginya utama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Dalam kesakitan teruji kesabaran, dalam perjuanngan teruji keikhlasan, dalam ukhuwah teruji ketulusan, dalam tawakal teruji keyakinan, dalam anugerah Ilahi teruji rasa syukur. Hidup akan barokah dan bermakna manakala segalanya diniatkan karena Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3277087028736421362-8034812326443470764?l=annurcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annurcorner.blogspot.com/feeds/8034812326443470764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2011/03/motivasi-dan-renungan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/8034812326443470764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/8034812326443470764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2011/03/motivasi-dan-renungan.html' title='MOTIVASI DAN RENUNGAN....'/><author><name>NUY CORNER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14750148903677378381</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St7yPbPU5mI/AAAAAAAAAAM/owNyrC3w0do/S220/1.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3277087028736421362.post-6034074719156571638</id><published>2011-03-15T20:35:00.000-07:00</published><updated>2011-03-15T20:35:02.243-07:00</updated><title type='text'>BERBAHAGIALAH WAHAI SAUDARAKU...</title><content type='html'>• Semoga Allah memberi pelangi dalam setiap badai, senyum disetiap air mata, lagu indah disetiap helaan nafas, berkah di setiap cobaan, serta jawaban indah disetiap do’a yang dipanjatkan. (Nisa Rasyida)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jika hatimu lelah, basuh peluhmu dengan sabar. Ceritakan dukamu pada ketabahan. Usap air matamu dengan harapan. Jika kamu luka, tetaplah tersenyum karena Allah selalu menyayangiMu. (Fuziani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Semoga Allah memberikan kita semua pelangi dalam setiap badai, sebuah senyum dalam setiap air mata, sebuah perlindungan dalam setiap cobaan dan sebuah jawaban dalam setiap do’a. (Bakharudin Yusuf)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Sesungguhnya kebahagiaan yang hakiki itu terletak pada keridhoan dalam hati, ketenangan pikiran, kelapangan batin , ketentraman jiwa, kistiqomahan akhlaq dan adanya syukur dalam hidup. Semoga kita selalu dapat pertolongan Allah dan keridhoanNya. (Bakharudin Yusuf)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dunia ini selalu bersianr oleh wajah yang selalu cerah karena cinta, ada mata menjaga pandangan ada tutur lidah membahagiakan, ada bibir senyum keikhlasan, ada wajah ramah menyejukkan. (Fuziani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ketika langkah hendak terhenti, Ingatlah Allah selalu menanti di surga nan abadi. Ketika raga lelah berjuang, apakah kita berpikir kita telah menang? Ingatlah saudaraku, dunia adalah persimpangan sementara tempat amal para syuhada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Orang beriman selalu punya cirri sendiri dalam menata hatinya. Saat mendapatkan kebaikan ia tetap ceria meski fisiknya mungkin lelah, pikirannya kalut, dan jenuh. Tapi tidak dengan hatinya yang selalu yakin bahwa semua itu karena Allah sayang padanya. (Titin_UNS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ada yang mengeluh, merasa jenuh, ingin gugur dan jatuh, ia berkata lelah. Ada juga yang lelah, tubuh penat, tapi semangat kuat, ia berkata Lillah. (Yayi Isni Anggreani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kemuliaan seseorang bukan terlihat pada harta dan rupa. Tapi dari kedekatan hatinya dengan Allah. Jangan pernah merasa hina dan lemah selama iman hadir dalam hati kita. Resah dan gundahlah manakala kita terjauhkan dari ketaatan kepada Allah. Ketauhilah saudariku, bencana yang paling dahsyat adalah rapuhnya iman dalam hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Rabb, ajari aku tersenyum meski berat pundak memikul beban. Ajari aku berlapang dada meski banyak hal yang menyesakkanjiwa. Ajari aku rendah hati karena Kau lah Yang Maha Tinggi. Bantu aku bersabar ya Rabb, sungguh pahitnya perjuangan ini tak sebanding dengan manisnya syurgaMu. (Yayi Isni Anggreani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Aku meminta setangkai bunga pada Allah, Ia memberiku kaktus berduri. Aku meminta binatang yang lucu pada Allah, Ia memberiku ulat bulu. Aku sempat sedih, protes dan kecewa. Betapa tidak adilnya ini, namun kaktus itu berbunga, sangat indah. Ulat itu tumbuh dan berubah menjadi kupu-kupu cantik. Itulah jalan Allah indah pada waktunya. Allah tidak memberikan apa yang kita harapkan, tapi ia memberi apa yang kita perlukan. Kadang kita sedih, kecewa, marah,tapi Dia yang merajut yang terbaik untuk kita. Semoga kita termasuk orang yang pandai bersyukur. (Rumiati)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Bukan kebahagiaan yang membuat kita bersyukur, melainkan rasa syukur kitalah yang membuat kita bahagia. (Ela Laelasari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Bagaimana mungkin seorang mukmin merasa putus asa dan sedih dalam kehidupannya sedangkan ia memiliki Allah dalam hidupnya,yang dia mencintaiNya dan Allah lebih mencintainya, yang selalu menjaganya I pagi hari, siang hari, dsore hari dan malam hari. Dan melihta dirinya dengan penuh rasa cinta dan kasih. (Titin_UNS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Allah punya hadiah untukmu, mau tahu?? Allah member sebuah cahaya untuk kegelapan. Sebuah rencana untuk setiap hari esok. Sebuah solusi untuk semua permasalahan. Sebuah kebahagiaan untuk setiap kesedihan. Dan sebuah kedewasaan untuk setiap ujian hidup. Semangatlah dalam menjalani hidup seberat apapun, yakinlah pasti ada kebahagiaan menantimu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dibalik setiap peristiwa selalu ada hikmah yang lebih berharga bila kita menjadi orang-orang yang sabar. Mungkin Allah memberikan seuatu yang terlihat seperti ujian dan pahit, tapi kalau kita menjalaninya dengan ikhlas, meskipun berat dan sangat tidak mudah, selalu ada hal termanis dan terindah yang akan kita petik suatu saat nanti. (Titin_UNS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Bahagialah mereka yang diamnya berpikir, memandangnya mengambil pelajaran, mendengarnya mengambil hikmah dan tindakannya mengenal indahnya ajaran Islam. (Wulan Sari Khoerunisa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ketenangan dan kedamaian diri kan kita dapatkan bukan dri kesendirian, bukan dari kesunyian, tapi kan dir rasakan kala hati ini sepenuhnya pasrah padaNya, relakan ketetapanNya dalam situasi dan kondisi apapun, berusaha kuat dalam atasi tiap ujianNya, tak bergantung pada makhlukNya. Berhentilah bermain, tetapkan langkah, bertaubat sungguh-sungguh selagi Ia masih member kita kesempatan untuk berubah dan menjadi pemenang sesungguhnya. Semoga ia memudahkan kita dalam atasi masa lalu maupun masa yang akan datang. Jangan menghindar, pahami, resapi semua rangkaian ujian yang Ia beri memiliki pola agar kita selalu kembali padaNya. (Annisa Liviana)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Nikmati setiap dtik waktu yang berdetak dengan istiqomah dan keikhlasan dan akhiri kelelahan hari ini dengan senyuman dan keikhlasan. Selamat bermetamorfosis dalam kepompong dan berubahlah menjadi kupu-kupu indah. (Wulan Sari Khoerunisa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ketika harapan begitu tipis, ketika fisik begitu lelah, ketika merasa sangat tidak berdaya, ketika sekeliling begitu gelap dan tanpa cahaya, ketika itulah hanya Allah yang bisa member semangat. (Fuziani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ketika kehidupan memberimu seribu alasan untuk menginginkan sesuatu pahamilah bahwa Allah punya sejuta tau akan kebutuhanmu. Tutuplah hari ini dengan rasa syukur pada Nya dan hiasai dengan senyum keridhoan. (Fitria Leli)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ketika kehidupan memberimu seribu alasan untuk menangis. Tunjukkan bahwa kamu punya sejuta alasan untuk tersenyum. Ketika kamu merasa yang terlemah dalam sebuah episode kehidupanmu, ingatlah bahwa selalu ada orangn yang tersenyum untuk menguatkamu. Senyum secerah mentari pagi dan nikmati sketsa perjalanan dengan hangatnya kesabaran dan penuh kesyukuran. (Nisa Rasyida)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jika kita ingin melihat pelangi yang indah maka kita harus bersabar menanti redanya hujan. Yakinlah diri bahwa di setiap kesulitan Allah menyimpan berjuta-juta keajaiban. (Fitria Leli)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ketika hati ini rindu dengan kasih sayang, maka janganlah mengharap hal itu dari manusia (makhluk yang penuh dengan kekurangan) tapi berharaplah itu dating dari Allah SWT. Sang pencipta makhluk. Hati yang rapuh akan kuat apabila mengharap segalanya kepada Allah. (Annisa Awwaliyah Nurfaidah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Sahabatku, entah apa yang engkau pikirkan saat ini. Entah apa yang kau lihat selama ini. Entah apa yang telah engkau dengar hingga bisikan pikiran dan hati ini. Bahkan entah apa yang kau rasakan saat ini. Ingat! Kau tak sendiri, tetap Semangat dalam menjalani fananya dunia ini. Gapai sejuta harapan. Berharap kau selalu dalam RidhoNya dan bahagia dunia akhirat. (Annisa Liviana) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dalam bahagia Allah menyisipkan duka agar kita tau bahwa ada hikmah dibalik sekaan air mata. Dalam harap Allah menyelipkan resah, agar kita sadar untuk mengiringi do’a dengan segenap pasrah. Dalam juang pun Allah meletakkan lelah, agar kita ingat betapa mahalnya harga istiqomah. Tiada Allah ciptakan sesuatu dengan percuma. (Bakharudin Yusuf)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Manusia akan selalu dihadapkan pada pilihan. Namun apapun pilihan yang disajikan pilih segala sesuatu yang membuatmu semakin taat pada Rabbmu. Pilihlah hal yang kau ikhlas untuk menjalaninya. Pilihlah hal yang membuatmu selalu bahagia. Pilihlah hal yang membuatmu menuju kebaikan. Pilihlah hal yang membuat Rabb mu mencintaimu. (Bakharudin Yusuf)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3277087028736421362-6034074719156571638?l=annurcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annurcorner.blogspot.com/feeds/6034074719156571638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2011/03/berbahagialah-wahai-saudaraku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/6034074719156571638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/6034074719156571638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2011/03/berbahagialah-wahai-saudaraku.html' title='BERBAHAGIALAH WAHAI SAUDARAKU...'/><author><name>NUY CORNER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14750148903677378381</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St7yPbPU5mI/AAAAAAAAAAM/owNyrC3w0do/S220/1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3277087028736421362.post-4128398147926518617</id><published>2011-03-15T20:32:00.000-07:00</published><updated>2011-03-15T20:32:09.357-07:00</updated><title type='text'>INDAHNYA UKHUWAH....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ya Allah, menjelang malamMu yang indah ini, ingin ku tebar do’a untuk saudaraku. Jadikanlah hari ini wujud hari yang penuh berkah. Jadikan ikhlas dalam setiap hembusan nafasnya, agar setiap aktivitasnya adalah ibadah kepadaMu. Lindungi dia dari hal-hal buruk. Berikan kebahagiaan dengan RidhoMu. (Titin_UNS)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Selalu ada harapan dalam keyakinan. Selalu ada keteguhan dalam kesabaran. Selalu ada hikmah dalam kesyukuran. Selalu ada do’a dalam cinta. Untuk sahabatku yang tak pernah lelah menuju kebaikan. (Bakharudin Yusuf)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Sahabatku, mengenalmu begitu banyak ku temukan makna kesabaran. Hampir setiap pertemuan ku selalu temukan tawa, tapi tahukah sahabatku, dibalik tawaku ada kerapuhan yang amat sangat, kesedihan yang coba kusembunyikan, kelemahan yang coba kuhilangkan. Namun sahabatku, aku tetap aku, yang tak lain adalah manusia yang tak lepas dari kehilafan. Maafkan khilafku. (Fitria Leli)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ya Allah berikanlah kami kemampuan untuk selalu istiqomah kepadaMu didalam beriman berislam dan berihsan. Mudahkanlah kami dalam meraih husnul khotimah. Semoga Engkau bimbing kami dan saudara-saudaraku untuk saling mengingatkan, mendo’akan dan memperkuat tali persaudaraan sesama muslim. Semoga keberkahan dan kecintaanNya selalu terlimpah untuk kita semua. (Bakharudin Yusuf)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ya Rabb, jagalah saudaraku ini, kuatkan kakinya di jalanMu, kuatkan jasadnya dengan rahmatMu, kuatkan ruhnya dengan kasihMu, kuatkan hatinya dengan sabar dan ikhlas, dan buat ia tersenyum hingga kesurga kelak. (Ela Laelasari)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Sahabat yang baik, apabila ku kesepian hiburlah aku dengan kasih sayangmu, apabila aku mati jangan mandikan aku dengan air matamu.Apabila aku terkubur,kuburlah aku dalam hatimu, bila aku tersesat selamatkan aku dengan nasihat dan do’amu. (Annisa Awwaliyah Nurfaidah)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Kepada saudaraku yang senantiasa bersabar dalam hidup, yang nafasnya sebuah perjuangan, yang degup jantungnya adalah pengorbanan. Semoga Allah melindungimu. Berdo’alah, semoga kelelahan kita mendatangkan kebaikan. Karena sesungguhnya ada dosa yang tak terhapuskan dengan istigfar, tapi menguap dengan menetesnya keringan perjuangan. (Mia Lestari)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ya robb, ketika Kau izinkan adanya ruang terindah untuk orang-orang yang Kau cintai, maka izinkanlah saudaraku ini berada dalam ruang terindahMu itu sampai kelak ke syurgaMu. (Fuziani)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Tidak ada yang lebih berharga bila bisa memiliki saudara yang bisa saling menjaga. Tidak ada yang lebih indah bila bisa memiliki sahabat untuk saling berbagi keluh kesah. Tidak ada yang lebih terjaga bila bisa memiliki teman yang bisa saling menyayangi dan setia menemani. Dan tak ada yang lebih sempurna bila bisa member dengan keikhlasan dan ketulusan hakiki. (Titin_UNS)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Indahnya hidup bukan dari seberapa banyak orang mengenal dirimu tapi seberapa banyak orang yang bahagia karena telah mengenal dirimu. (Novita Nuralita)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ya Allah, Ya Robb, kuselipkan do’a ini diantara semua ibadahku untuk wanita cantik, tulus, dan bersih hatinya. Wanita kuat, tegar dan teguh. Wanita taat dan solihah. Wanita itu sedang membaca tulisanku. Ya Allah, aku menyayanginya bahkan kebahagiaan dunia akhirat dan derajat yang paling mulia disisiMu. Semoga Allah mengabulkan do’aku dan do’amu. (Titin_UNS)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Sahabatku,rindu aku menyulurkan sulur-sulurnya ke angkasa. Saling bertemu, menjalin tangga tempat kita meniti. Perjuangan ini di bawah sinaran cintaNya yang tak pernah padam. (Ikhsaniawati Rosadi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Rabb, jaga saudaraku ini dalam hidayahMu. Kuatkan pijakan kakinya di jalanMu. Kuatkan jasadNya dengan rahmatMu. Kuatkan ruhnya dengan kecintaan kepadaMu. Buatlah ia tersenyum hingga kelak ke surgaMu. (Bakharudin Yusuf)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ya Allah jadikan saudaraku ini kekasihMu. Kabulkan harap pintanya, kuatkan ruh jasadnya untuk mengabdi bergerak dijalanMu. Ingatkan dikala lalai. Hiburlah dikala duka. Pertemukan kami di surgaMu. (Titin_UNS)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Pagi ini kusapa dengan setangkai do’a untuk insan yang Kau cinta. Robb, cintailah saudaraku dengan rengkuhan Mahabbah pada Mu. Lindungi saudaraku dengan sayap-sayap akhlaq sesuai syariatMu. Bekali kami dalam detik-detik terakhir ini. Jadikan cintaMu sebagai perlindungan kepada kami dari panas nerakaMu. (Titin_UNS)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ukhti solehah, sahabat kebanggaanku, 3 tahun terasa begitu singkat. Begitu banyak cerita yang telah kita rangkai bersama. Air matapun menjadi ringan karena hadirnya kalian. Kini kita telah dewasa, kita telah punya jalan masing-masing. Namun tahukah kalian? Kalian telah menempati satu ruang dalam hatiku. Trimakasih untuk setiap kata yang menjelma menjadi asa, setiap do’a yang mewujud menjadi cita. Maaf jika selama kebersamaan, aku belum bias menjadi saudara yang baik. Maaf atas segala hak yang belum tertunaikan. Jangan adukan itu nanti dihadapanNya. Tapi ungkapkan saat ini juga. Aku bangga menjadi bagian dari kalian. Semoga syurga menjadi tempat berkumpul kita lagi. (Fitria Leli)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Jika hujan turun deras dan lama, coba keluar, hitung dan rasakan tiap tetes hujan yang membasahi dirimu. Sebanyak itulah aku bersyukur mempunyai teman sepertimu. (Rifa Atu)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Seandainya terkisah dua orang yang saling mencintai karena Allah, yang satu berada di timur, yang lain berada di barat. Pastilah Allah akan mengumpulkan keduanya di hari kiamat. (Ikhsaniawati Rosadi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Terimakasih temanku, untuk menjadi dirimu untuk selalu mendampingiku disaat aku membutuhkanmu. Untuk hanya member dan member tanpa menunda. Untuk menjadi seseorang yang aku andalkan dan aku percaya. Kau bagi aku beberapa kebijaksanaan dan membuatku merasa menjadi manusia berguna. Karena kehadiranmu, bersyukur aku selalu dank arena kau adalah temanku, berterimakasih aku selalu. (Nisa Rasyida)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Malam kian larut. Waktunya tarik selimut. Cuci kaki biar ga ada semut. Jangan denger lagu dangdut. Takut nanti manggut-manggut. Salam dari Si imut. “Bismika Allohumma ahya wa amut”. (Yayi Isni Anggreani)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Jika aku dapat menarik pelangi, maka aku akan membentuk namamu dan akan aku kembalikan lagi kelangit agar semua orang tau betapa bahagianya aku mengenalmu sebagai sahabat. (Lia Maulida)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Kutulis namamu dipasir, tapi terhapus oleh ombak. Kutulis namamu dilangit tapi terbawa awan. Kutulis namamu dihatiku, disitulah tersimpan selamanya sebagai sahabatku. (Ikhsaniawati Rosadi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Sahabat adalah dia yang menghampiri kita ketika seluruh dunia menjauh. Bukan menghampiri ketika sedang membutuhkan. Karena persahabatan itu seperti mata mengangis, saat mata menangis maka ka nada tangan untuk menghapus air mata itu. Seperti itulah sahabat di saat suka maupun duka. (Dea Nurifawati Falah)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Apa arti kesibukkan kita dalam dakwah jika ternyata karena kelelahan kita menjadi lemah. Apa artinya kesibukkan kita di jalan dakwah jika ternyata segala rutinitas yang ada hanyalah langkah yang goyah. Apa artinya kesibukkan kita jika ternyata kepekaan kita terhadap sodara kita tak tertata. (Yayi Isni Anggreani)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ya Allah, jagalah saudaraku dikala penjagaanku tak sampai kepadanya, sayangi ia dikala rasa sayangku tak mampu merangkulnya dalam dekapan nyata. Muliakan ia dikala penghargaan ku tak terangkum dalam kata yangn sahaja, karena Engkau punya segala yang tak ku punya. Semoga ia selalu dapat menjadi saudaraku di jalanMu hingga akhir kelak. (Dewi Sunarti)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Cinta,,,cinta untuk saudaraku,,, Saudaraku, aku yakin Allah sellalu menjagamu kala aku tak kuasa bersamamu. Saudaraku, aku yakin Allah akan selalu menyayangimukala sayangku tak mampu merangkulmu, saudaraku aku yakin Allan akan selalu ada untukmu saat ragaku jauh dihadapanmu. Saudaraku, aku yakin Allah sangat mencintaimu melebihi cintaku padaMu. Karena itu, muliakan cintaNya yang begitu besar yang tak mampu aku berikan untuk saudaraku. (Dewi Sunarti)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Saudaraku, untaian kalimat syukur tak pernah lepas kuucapkan. Akkah masih menghimpun kita dalam kebersamaan dijalan ini. Bersama dalam cita dan harapan. Bersama dalam lantunan do’a dan pinta. Bersama dalam beribadah, bertasbih, dan berdzikir. Semoga kebersamaan ini adalah bakti kesetiaan kita pada petunjukNya. Kebersamaan yang tak pernah lekang oleh panas matahari, kesetiaan yang tak pernah luluh oleh terpaan masa. (Fitria Leli)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Jika “mata” adalah cahaya maka “hati” adalah “permata”. Saat bahagia merona maka “tawa” adalah “warna”. Jika “senyum” itu ibadah maka “sahabat” sepertimu adalah “anugerah”. (Dewi Sunarti)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Sahabat, beri aku nasihat tentang buruknya rasa takut dan pengecut. Tentang indahnya tawakal dan sabar. Tentang waktu dan keikhlasan. Bangunkan aku dipersimpangan gelap ini. (Ikhsaniawati Rosadi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ukhuwah itu bukan terletak pada pertemuan, bukan pula pada manisnya ucapan. NAmun ukhuwah itu terletak pada ingatan seseoang terhadap saudaranya dalam do’a yang ia panjatkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Saat tertatih dijalan dakwah, sempat terpikir untuk mundur meninggalkannya. Tapi, teringat perjuangan Rasulullah yang membangun peradaban Islam mulai dari 0 hingga puncak kejayaan. Saat terjatuh dan menangis, ingin berkata “aku tidak sanggup lagi!” tapi teringat semua janji Allah. Jalan Allah bukan indah pada waktunya tapi indah setiap waktu. Aku akan tetap tegak berdiri dijalanNya karena aku yakin aka nada kau yang akan berdiri disampingku untuk bersama-sama melangkah, didepanku untuk menunjukkan jalan benar, dan dibelakangku untuk selalu memberikan support. (Titin_UNS)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ukhuwah ibarat satu janji yang dibuat dalam hati. Tak dapat ditulis, tak dapat dibaca, namun takkan terpisah oleh jarak, takkan berubah oleh masa. Sedetik dimata, selamanya dijiwa. (Titin_UNS)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ya Allah, Engkau telah anugerahkan manusia-manusia penghuni syurga disekitarku, yang mencintai saudaranya lebih dari ia mencintai dirinya sendiri dan ukhuwah lebih hangat dari mentari pagi. Ku memohon padaMu, jagalah mereka, peluklah mereka dalam kasih sayangMu. (Fitria Leli)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Sahabatku, karena kita adalah mujahid dan karena kita adalah saudara, izinkan au menjadi orang yang terdekat untukmu, ,elalui suka dan duka bersama, saling meneguhkan dalam kebaikan, saling mengingatkan dikala khilaf. Sampai Allah menggoreskan takdirnya, saat kita harus memenuhi janjiNya, saat kita menjadi syuhada kebanggaanNya dan saat kita bersama di JannahNya. (Fitria Leli)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Sahabat itu pinter matematika, dia bias menambah kegembiraan, bias mengurangi kesedihan, dia bias membagi suka duka bersama, dia juga bias mengalikan semangat menjadi berlipat ganda. (Rini Murni)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Hening malam baluti insane-insan yang tengah tertidur lelap. Jagalah mereka duhai Penguasa Malam, Pemeluk Mimpi, Penguasa Jagad, semoga dalam mimpi pun AsmaMu senantiasa tercatat di lubuk hati mereka. (Syifa)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Karena pertalian ini tak terbeli dank arena ikatan ini tak bertepi, hingga saatnya tiba, hingga semua tinggal cerita, sungguh kita tak pernah tahu. Robb, kuatkan pertalian ini teguhkan tapak kaki kami untuk terus melangkah di jalan dakwah suci. (Yayi Isni Anggraeni)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Jika hati adalah istana maka cinta adalah singgasana. Ketulusan adalah mahkota, kesetiaan menjadi piala. Jika senyum adalah permata, maka kamu adalah tahta terindah yang tak akan pernah sirna sampai kapanpun. (Rini Murni)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Aku mengenalimu melalui satu nama, memahamimu melalui satu renungan, mengingatmu melalui satu kenangan, menyayangimu melalui satu ukhuwah. Sungguh aku menyayangimu karena satu cinta, karena Allah. (Fitria Leli)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Semoga hari ini Allah beserta para makhlukNya yang mulia senantiasa memudahkan langkah kakimu untuk selalu tegap melangkah menapaki jalan yang sama yang telah ditempuh Rasul beserta para sahabatnya. Semoga kuatnya azzam yang tertanam duhati menjaga semangat juangmu untuk tetap istiqomah dijalanNya. Semoga Allah memudahkan kepakan sayapmu untuk semakin dekat denganNya. (Titin_UNS)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ukhuwah! Ya, itulah rahasianya.Rahasia dari ketegaran seorang kader dakwah. Rahasia dari konsistensi seorang aktivis dakwah. Diperjalanan dakwah ia ditemani oleh orang-orang yang selalu mengingatkannya. Tatkala cobaan merenungkan jiwanya maka teman itu hadir membawa setetes embun kehidupan. Teman itu memberikan semangat kembaliuntuk mengarungi kehidupan saudaraku. Kini bayangkanlah wajah saudara seperjuanganmu dan katakana padanya Ana uhibbukilillah. (Hasmawati)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Aku menyayangimu lebih dari yang kau tau, hanya sebagian kecil yang kutampakkan kepadamu, sedangkan yang lebih besar kutitipkan padaNya agar kelak, ketika ku tak lagi dissampingmu, rasa saying itu tetap bias kau rasakan. Rasa saying yang tumbuh karena kita mempunyai kesamaan dalam mencintai, amencintai Zat Yang Maha Mencintai. (Fitria Leli)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Bila cinta harus berakhir dengan kesedihan jangn pernah menyesal dengan sebuah pertemuan. Karena orang yang membuatmu sedih adalah orang yang pernah membuatmu bahagia. Ketika hidup memberiku seratus alasan untuk menangis, kau dating membawa seribu alas an untuk tersenyum. Sayangku padamu seperti udara, tak berhenti sebelum aku berhenti menghirupnya. (Nenden)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Andaikan da’wah ini bias tegak dengan seorang diri, tidak perlu Musa mengajak Harun dan tak perlu juga Rasulullah mengajak Abu Bakar menemaninya Hijrah. Meskipun pengemban da’wah itu seorang alim, faqih, dan memiliki azzam yang kuat, tetap ia manusia lemah dan selalu membutuhkan saudaranya. Karena itu jagalah saudaramu, janganlah engkau sia-siakan ia, karena ia adalah mungkin orang yang selalu mendo’akanmu dalam setiap langkah-langkahmu. (Hasmawati)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Setangkai ukhuwah berawal dari setitik benih cinta, kebersamaan adalah magnet perkatnya. Ketulusan do’a menjadikannya berbuah pengorbanandan bermakna keistiqomahan. (Titin_UNS)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ya Allah, yang sedang membaca tulisan ini adalah saudaraku, yang sangat baik padaku. Berkahilah beliau Ya Allah. Limpajhkan rizkimu padaNya. Bahagiakan beliau. Kuatkan Imannya. Berikanlah beliau kenikmatan ibadah. Perkayalah beliau dengan ilmu. Hiasilah hatinya dengan kesabaran, dan kasih saying. Muliakanlah wajahnya dengan ketaqwaan dan perindah fisiknya dengan kesehatan. Mudahkanlah semua urusannya. Ampunilah dosa dan kesalahannya. Jadikan beliau ahli surgaMu. (M. Farid Susanto)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• “Hohoemi wa kokoro to karada no tokkoyaku” . Senyum adalah obat khusus bagi pikiran dan tubuh yang terluka. Selamat memulai hari dengan syukur, sabar, dan tawakal. Moga kita selalu dijadikanNya yang selalu berbagi hal baik pada sesama manusia, termasukberbagi senyum. Semoga Allah selalu mencintai kita, karena ukhuwah yang kita jaga. (Bakharudin Yusuf)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Jika kau dulu pernah berkata, ka nada suatu masa kita akan berjalan dipeta hidup masing-masing, dimana jalan yang tempuh tak lagi sama. Dan kini, masa itu akan segera datang. Berat rasannya untuk menjalaninya. Tak jarang ada keraguan akan kekuatan diri sendiri ketika harus berjalan masing-masing. Semoga kebersamaan yang pernah ada menjadi bekal yang cukup untuk menempuh perjalanan yang panjang dan sepi. Karena hadirmu dalam sepenggal episode kehidupan cukup menghidupkan ruang hati yang sempat kosong. Dengan atau tanpa dirimu, perjalanan ini harus tetap ku lanjutkan. Tetaplah pada komitmen awal persaudaraan ini, bahwa kita akan kembali bertemu di surgaNya. Ingatlah pada janji persahabatan kita, bahwa kita kan tetap menjadi sahabat selama kita berada di jalan keimanan. Ingatkan aku, jika aku menjadi tak seperti yang kau kenal. (Fitria Leli)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ukhuwah dalam bingkai akidah menjadikan kita lebih indah dalam bersahabat. Lebih arif ketika marah. Lebih bijak ketika kecewa. Lebih memaafkan ketika terluka. Lebih bersyukur ketika bahagia. Terimakasih untuk tetap menjaga ukhuwah. Semoga Allah senantiasa memberikan keridhoanNya kepada kita semua. (Bakharudin Yusuf)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Malam ini sebaris do’a menyapamu sahabatku, semoga Allah mengabulakn do’a-do’amu, mewujudkan segala harapan dan cita-citamu, meluaskan ilmu dan rizkimu, memberkahi umurmu, menggugurkan dosa-dosamu, memuliakan wajahmu, meninggikan derajatmu di dunia dan akhirat, menempatkanmu di Jannatu’and bersama orang-orang yang diridhoiNya. (Titin_UNS)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Sahabatku, jika ukhuwah itu ibarat “pelangi” mungkin aku hijau, engkau biru, dia kuning, dan mereka merah ataupun jingga. Ketahuilah kita memiliki keindahan tersendiri, tapi semakin sempurna jika kita mewarna bersama dalam sebentuk “pelangi ukhuwah”. Semoga Allah menguatkan kebersamaan kita untuk saling mengingatkan dan mendo’akan. (Titin_UNS)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;----Terimakasih saudara-saudaraku atas SMS taujih yang kalian kirimkan. Jazakumullah khoiran katsiran----&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="text-align: justify;"&gt;﻿&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3277087028736421362-4128398147926518617?l=annurcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annurcorner.blogspot.com/feeds/4128398147926518617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2011/03/indahnya-ukhuwah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/4128398147926518617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/4128398147926518617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2011/03/indahnya-ukhuwah.html' title='INDAHNYA UKHUWAH....'/><author><name>NUY CORNER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14750148903677378381</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St7yPbPU5mI/AAAAAAAAAAM/owNyrC3w0do/S220/1.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3277087028736421362.post-4940319563918856755</id><published>2010-06-10T07:00:00.001-07:00</published><updated>2010-06-10T07:00:53.022-07:00</updated><title type='text'>Karakteristik Ajaran Islam</title><content type='html'>Oleh : Dr. Yusuf Qardhawi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Yusuf Qardhawi dalam bukunya Khasaais Al-Ammah Lil Islam  menyebutkan bahwa karakteristik ajaran Islam itu terdiri dari tujuh hal  penting yg tidak terdapat dalam agama lain dan ini pula yg menjadi salah  satu sebab mengapa hingga sekarang ini begitu banyak orang yg tertarik  kepada Islam sehingga mereka menyatakan diri masuk ke dalam Islam. Ini  pula yg menjadi sebab mengapa hanya Islam satu-satunya agama yg tidak  “takut” dgn kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu ketujuh  karakteristik ajaran Islam sangat penting utk kita pahami. &lt;br /&gt;1. Robbaniyyah. Allah Swt merupakan Robbul alamin disebut juga dgn  Rabbun nas dan banyak lagi sebutan lainnya. Kalau karakteristik Islam  itu adl Robbaniyyah itu artinya bahwa Islam merupakan agama yg bersumber  dari Allah Swt bukan dari manusia sedangkan Nabi Muhammad Saw tidak  membuat agama ini tapi beliau hanya menyampaikannya. Karenanya dalam  kapasitasnya sebagai Nabi beliau berbicara berdasarkan wahyu yg  diturunkan kepadanya Allah berfirman dalam Surah An-Najm   3-4 yg  artinya  “&lt;i&gt;Dan tiadalah yg diucapkannya itu menurut kemauan hawa  nafsunya ucapan itu tiada lain hanyalah wahyu yg diwahyukan &lt;/i&gt;.” &lt;br /&gt;Karena itu ajaran Islam sangat terjamin kemurniannya sebagaimana  Allah telah menjamin kemurnian Al-Qur’an Allah berfirman dalam Surah  Al-Hijr   9 yg artinya  “&lt;i&gt;Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur’an  dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya&lt;/i&gt;.” &lt;br /&gt;Disamping itu seorang muslim tentu saja harus mengakui Allah Swt  sebagai Rabb dgn segala konsekuensinya yakni mengabdi hanya kepada-Nya  sehingga dia menjadi seorang yg rabbani dari arti memiliki sikap dan  prilaku dari nilai-nilai yg datang dari Allah Swt Allah berfirman dalam  Surah Al-Imran   79 yg artinya  “&lt;i&gt;Tidak wajar bagi manusia yg Allah  berikan kepadanya Al kitab hikmah dan kenabian lalu dia berkata kepada  manusia ‘hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah  Allah’ tapi dia berkata ‘hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani krn  kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan kamu tetap mempelajarinya&lt;/i&gt;.” &lt;br /&gt;2. Insaniyyah. Islam merupakan agama yg diturunkan utk manusia krn  itu Islam merupakan satu-satunya agama yg cocok dgn fitrah manusia. Pada  dasarnya tidak ada satupun ajaran Islam yg bertentangan dgn jiwa  manusia. Seks misalnya merupakan satu kecenderungan jiwa manusia untuk  dilampiaskan karenanya Islam tidak melarang manusia utk melampiaskan  keinginan seksualnya selama tidak bertentangan dgn ajaran Islam itu  sendiri. &lt;br /&gt;Prinsipnya manusia itu kan punya kecenderungan utk cinta pada harta  tahta wanita dan segala hal yg bersifat duniawi semua itu tidak dilarang  di dalam Islam namun harus diatur keseimbangannya dgn keni’matan  ukhrawi Allah berfirman dalam Surah Al-Qashash   77 yg artinya “&lt;i&gt;Dan  carilah pada apa yg telah dianugerahkan Allah kepadamu negeri akhirat  dan janganlah kamu melupakan bahagianmu di dunia dan berbuat baikklah  sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat  kerusakan di muka bumi ini. Sesungguhnya Allah tidak menyukai  orang-orang yg berbuat kerusakan&lt;/i&gt; .” &lt;br /&gt;3. Syumuliyah. Islam merupakan agama yg lengkap tidak hanya  mengutamakan satu aspek lalu mengabaikan aspek lainnya. Kelengkapan  ajaran Islam itu nampak dari konsep Islam dalam berbagai bidang  kehidupan mulai dari urusan pribadi keluarga masyarakat sampai pada  persoalan-persoalan berbangsa dan bernegara. &lt;br /&gt;Kesyumuliyahan Islam tidak hanya dari segi ajarannya yg rasional dan  mudah diamalkan tapi juga keharusan menegakkan ajaran Islam dgn  metodologi yg islami. Karena itu di dalam Islam kita dapati konsep  tentang dakwah jihad dan sebagainya. Dengan demikian segala persoalan  ada petunjuknya di dalam Islam Allah berfirman dalam Surah An-Nahl   89  yg artinya  “&lt;i&gt;Dan Kami turunkan kepadamu al kitab utk menjelaskan  segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi  orang-orang yg berserah diri&lt;/i&gt;.” &lt;br /&gt;4. Al Waqi’iyyah. Karakteristik lain dari ajaran Islam adl al  waqi’iyyah ini menunjukkan bahwa Islam merupakan agama yg dapat  diamalkan oleh manusia atau dgn kata lain dapat direalisir dalam  kehidupan sehari-hari. Islam dapat diamalkan oleh manusia meskipun  mereka berbeda latar belakang kaya miskin pria wanita dewasa remaja  anak-anak berpendidikan tinggi berpendidikan rendah bangsawan rakyat  biasa berbeda suku adat istiadat dan sebagainya. &lt;br /&gt;Disamping itu Islam sendiri tidak bertentangan dgn realitas  perkembangan zaman bahkan Islam menjadi satu-satunya agama yg mampu  menghadapi dan mengatasi dampak negatif dari kemajuan zaman. Ini berarti  Islam agama yg tidak takut dgn kemajuan zaman. &lt;br /&gt;5. Al Wasathiyah. Di dunia ini ada agama yg hanya menekankan pada  persoalan-persoalan tertentu ada yg lbh mengutamakan masalah materi  ketimbang rohani atau sebaliknya. Ada pula yg lbh menekankan aspek  logika daripada perasaan dan begitulah seterusnya. Allah Swt menyebutkan  bahwa umat Islam adl ummatan wasathan umat yg seimbang dalam beramal  baik yg menyangkut pemenuhan terhadap kebutuhan jasmani dan akal pikiran  maupun kebutuhan rohani. &lt;br /&gt;Manusia memang membutuhkan konsep agama yg seimbang hal ini krn  tawazun merupakan sunnatullah. Di alam semesta ini terdapat siang dan  malam gelap dan terang hujan dan panas dan begitulah seterusnya sehingga  terjadi keseimbangan dalam hidup ini. Dalam soal aqidah misalnya banyak  agama yg menghendaki keberadaan Tuhan secara konkrit sehingga  penganutnya membuat simbol-simbol dalam bentuk patung. Ada juga agama yg  menganggap tuhan sebagai sesuatu yg abstrak sehingga masalah ketuhanan  merupakan kihayalan belaka bahkan cenderung ada yg tidak percaya akan  adanya tuhan sebagaimana komunisme. Islam mempunyai konsep bahwa Tuhan  merupakan sesuatu yg ada namun adanya tidak bisa dilihat dgn mata kepala  kita keberadaannya bisa dibuktikan dgn adanya alam semesta ini yg  konkrit maka ini merupakan konsep ketuhanan yg seimbang. Begitu pula  dalam masalah lainnya seperti peribadatan akhlak hukum dan sebagainya. &lt;br /&gt;6. Al Wudhuh. Karakteristik penting lainnya dari ajaran Islam adl  konsepnya yg jelas . Kejelasan konsep Islam membuat umatnya tidak  bingung dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam bahkan pertanyaan  umat manusia tentang Islam dapat dijawab dgn jelas apalagi kalau  pertanyaan tersebut mengarah pada maksud merusak ajaran Isla itu  sendiri. &lt;br /&gt;Dalam masalah aqidah konsep Islam begitu jelas sehingga dgn aqidah yg  mantap seorang muslim menjadi terikat pada ketentuan-ketentuan Allah  dan Rasul-Nya. Konsep syari’ah atau hukumnya juga jelas sehingga umat  Islam dapat melaksanakan peribadatan dgn baik dan mampu membedakan  antara yg haq dgn yg bathil begitulah seterusnya dalam ajaran Islam yg  serba jelas apalagi pelaksanaannya dicontohkan oleh Rasulullah Saw. &lt;br /&gt;7. Al Jam’u Baina Ats Tsabat wa Al Murunnah. Di dalam Islam tergabung  juga ajaran yg permanen dgn yg fleksibel . Yang dimaksud dgn yg  permanen adl hal-hal yg tidak bisa diganggu gugat dia mesti begitu  misalnya shalat lima waktu yg mesti dikerjakan tapi dalam  melaksanakannya ada ketentuan yg bisa fleksibel misalnya bila seorang  muslim sakit dia bisa shalat dgn duduk atau berbaring kalau dalam  perjalanan jauh bisa dijama’ dan diqashar dan bila tidak ada air atau  dgn sebab-sebab tertentu berwudhu bisa diganti dgn tayamum. &lt;br /&gt;Ini berarti secara prinsip Islam tidak akan pernah mengalami  perubahan namun dalam pelaksanaannya bisa saja disesuaikan dgn situasi  dan konsidinya ini bukan berarti kebenaran Islam tidak mutlak tapi yg  fleksibel adl teknis pelaksanaannya. &lt;br /&gt;Dengan demikian menjadi jelas bagi kita bahwa Islam merupakan  satu-satunya agama yg sempurna dan kesempurnaan itu memang bisa  dirasakan oleh penganutnya yg setia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3277087028736421362-4940319563918856755?l=annurcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annurcorner.blogspot.com/feeds/4940319563918856755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/06/karakteristik-ajaran-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/4940319563918856755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/4940319563918856755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/06/karakteristik-ajaran-islam.html' title='Karakteristik Ajaran Islam'/><author><name>NUY CORNER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14750148903677378381</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St7yPbPU5mI/AAAAAAAAAAM/owNyrC3w0do/S220/1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3277087028736421362.post-7310610087385774485</id><published>2010-06-09T20:27:00.000-07:00</published><updated>2010-06-09T20:27:26.257-07:00</updated><title type='text'>Membina Angkatan Mujahid</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;RESENSI BUKU&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;JUDUL BUKU : Membina Angkatan Mujahid&lt;br /&gt;(Studi Analitis atas Konsep Dakwah Hasan Al-Banna dalam Risalah Ta’alim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;JUDUL ASLI :&lt;br /&gt;Fi Afaqit Ta’alim, Dirasati Fi Da’watil Ustadz Hasan Al Banna wa Nazhariyatil Harakah Fiha mim Khilali Risalatit Ta’alim&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;PENGARANG : Sa’id Hawwa&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PENERBIT : Intermedia, Solo&lt;br /&gt;JUMLAH HAL : 264 Hal&lt;br /&gt;CETAKAN : ke V, 2005&lt;br /&gt;PENERJEMAH : Abu Ridho Lc &amp;amp; Wahid Ahmadi&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buku ini berisi bagaimana menghayati Risalah Ta’alim yang merupakan salah satu peninggalan paling berharga Hasan Al-Banna. Juga merupakan buah pandangan yang bernas dan jitu terhadap perjalanan sejarah, realitas umat dan pemahamannya yang akurat tentang nash-nash syariah, dan terkandung pula nilai filosofi yang teramat dalam. Dari sinilah Sa’id Hawwa merasa perlu untuk menyusun buku ini sebagai sejarahnya.&lt;br /&gt;Pada bab-bab awal, penulis terlebih dahulu membedah jati diri gerakan jamaah&lt;br /&gt;Ikhwanul Muslimin (IM). Bab berikutnya memahami tujuan IM, yakni tujuan akhirnya&lt;br /&gt;adalah Tegaknya Daulah Khilafiah Islamiyah, serta dunia seluruhnya hanya tunduk&lt;br /&gt;kepada ALLAH SWT, kemudian dijelaskan sarana-sarana untuk mencapai tujuan&lt;br /&gt;tersebut.&lt;br /&gt;Bab selanjutnya yang paling penting, yakni Risalah Ta’alim dan sendi-sendi&lt;br /&gt;pembentukan pribadi Islam, yang terdiri dari dua bagian, bagian pertama rukun bai’at,&lt;br /&gt;kemudian diiringi dengan kewajiban-kewajiban seorang Mujahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan IM didirikan oleh Hasan Al-Banna di Mesir pada tahun 1928.&lt;br /&gt;Keberadaan IM sesungguhnya menuntut pembaharuan Islam, baik di bidang ilmu, amal&lt;br /&gt;maupun realitasnya. Kelangsungannya di sisi lain juga membangkitkan permusuhan&lt;br /&gt;kepada Islam. Atas dasar itulah, demi Islam, wujud dan kelangsungannya, harus lahir&lt;br /&gt;gerakan yang dapat mewujudkan cita-cita Islam. Semua itu merupakan kewajiban yang&lt;br /&gt;telah ditetapkan oleh Allah SWT. Orang-orang muslim yang sering bertanya, “Untuk apa&lt;br /&gt;Ikhwanul Muslimin (IM)?” hendaknya bertanya, “Apa yang akan terjadi tanpa Ikhwanul&lt;br /&gt;Muslimin?&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda kepada Hudzaifah,”Hendaklah kamu komitmen&lt;br /&gt;bersama jamaah kaum muslimin dan imamnya”.(HR. Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;Salah satu prinsip dasar yang tidak boleh diabaikan oleh seorang muslim adalah&lt;br /&gt;bahwa umat Islam harus mempunyai jamaah dan imam. Kewajiban utama setiap muslim&lt;br /&gt;ialah memberikan kesetiannya kepada jamaah dan imamnya. Inilah kunci pertama untuk&lt;br /&gt;memahami persoalan Ikhwanul Muslimin (IM). Sungguh, gagasan tentang jamaah&lt;br /&gt;Islamiyah telah dilupakan oleh banyak orang, dan jalan yang benar untuk menuju ke sana&lt;br /&gt;pun telah hilang. Maka Allah SWT, menganugrahkan nikmat-Nya kepada Imam Hasan&lt;br /&gt;Al-Banna untuk meretas jalan yang sempurna, menuju terwujudnya jamaah dan imamah&lt;br /&gt;berlandaskan berbagai faktor yang dibutuhkan, untuk tujuan tersebut dan tindakan nyata&lt;br /&gt;untuk mencapainya.&lt;br /&gt;Tanggung jawab terbesar kita adalah melakukan tajdid (pembaharuan) dan naql&lt;br /&gt;(alih generasi), yakni pembaharuan ajaran Islam dan proses perubahan terhadap pribadi&lt;br /&gt;muslim dari satu kondisi ke kondisi yang lain, dan perubahan umat Islam dari satu fase ke&lt;br /&gt;fase yang lain.&lt;br /&gt;1. Tentang Ikhwanul Muslimin (IM), melalui penjelasan Ustadz Hasan Al-Banna,&lt;br /&gt;didapati dua fenomena: Pertama, Ikhwan sebagai sebuah jamaah yang&lt;br /&gt;memusatkan perhatian pada pelayanan umum. Ia ikut bersama-sama dengan&lt;br /&gt;semua jamaah Islam yang ada untuk berkhidmat kepada masyarakat umum&lt;br /&gt;dengan berbagai sarana; Kedua, Ikhwan sebagai sebuah gerakan pembaharuan.&lt;br /&gt;Hasan Al-Banna telah memfokuskan perhatiannya pada fenomena yang kedua ini,&lt;br /&gt;karena aspek inilah yang terpenting. Diantara fenomena pembaharuan dalam&lt;br /&gt;gerakan ini ialah Ikhwan memahami betul berbagai kebutuhan amal Islami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dewasa ini, yang selama ini diabaikan oleh umat Islam sendiri. Islam memerlukan&lt;br /&gt;gerakan yang menyeluruh, yang menjadikan seorang muslim biasa merasakan&lt;br /&gt;bahwa dirinya muslim, merasakan bahwa kita hidup bersama-sama, juga&lt;br /&gt;merasakan keterikatan secara umum dengan Islam dan kaum muslimin, serta&lt;br /&gt;merasakan pula ikatan khusus dengannya.&lt;br /&gt;2. Mengubah umat sebagai prolog dari proses mengubah dunia. Tanggung jawab&lt;br /&gt;pertama Jamaah atau pimpinanya adalah mengubah kondisi pribadi muslim dan&lt;br /&gt;selanjutnya kaum muslimin. Orang muslim kini lemah rasa keIslamannya dan&lt;br /&gt;lemah pula emosi penisbatan dirinya kepada Islam, selain itu juga lemah&lt;br /&gt;perasaannya bahwa ia adalah bagian dari umat Islam. Karena itu, pekerjaan&lt;br /&gt;pertama kita adalah membangkitkan perasaan muslim tentang eksistensi&lt;br /&gt;keislamannya dan eksistensi kejamaahannya.&lt;br /&gt;Dalam Risalah Ta’alimnya, Hasan Al Banna menyatakan,”Adapun tingkatan amal&lt;br /&gt;yang dituntut dari seorang akh yang tulus adalah:&lt;br /&gt;1. Perbaikan dirinya sendiri, sehingga menjadi orang yang kuat fisiknya, kokoh&lt;br /&gt;ahlaknya, luas wawasannya, mampu mencari penghidupan, selamat akidahnya,&lt;br /&gt;benar ibadahnya, pejuang bagi dirinya sendiri, penuh perhatian akan waktunya,&lt;br /&gt;rapi urusannya, bermanfaat bagi orang lain. Itu semua harus dimiliki oleh masingmasing&lt;br /&gt;al-akh.&lt;br /&gt;2. Pembetukqan Keluarga Muslim, yaitu dengan mengkondisikan keluarga, agar&lt;br /&gt;menghargai fikrahnya, menjaga etika Islam dalam setiap aktifitas kehidupan&lt;br /&gt;rumah tangganya, memilih istri yang baik dan menjelaskan kepada hak dan&lt;br /&gt;kewajibannya, mendidik anak-anak dan pembantunya dengan didikan yang baik,&lt;br /&gt;serta membimbing mereka dengan prinsip-prinsip Islam.&lt;br /&gt;3. Bimbingan masyarakat, yakni menyebarkan dakwah, memerangi perilaku yang&lt;br /&gt;kotor dan mungkar, mendukung perilaku utama, amar ma’ruf, bersegera&lt;br /&gt;mengerjakan kebaikan, menggiring opini umum untuk memahami fikrah&lt;br /&gt;Islamiyah, dan mencelup praktek kehidupan dengannya terus menerus. Itu semua adalah kewajiban yang harus ditunaikan ol;eh setiap akh sebagai pribadi, juga&lt;br /&gt;kewajiban bagi jamaah sebagai institusi yang dinamis.&lt;br /&gt;4. Pembebasan Tanah Air dari setiap penguasa asing – Non Islam – baik secara&lt;br /&gt;politik, ekonomi maupun moral.&lt;br /&gt;5. Memperbaiki keadaan pemerintah, sehingga menjadi pemerintah Islam yang baik,&lt;br /&gt;dengan begitu ia dapat memainkan perannya sebagai pelayan umat, dan pekerja&lt;br /&gt;yang bekerja demi kemaslahatan umat. Pemerintah Islam adalah pemerintah yang&lt;br /&gt;anggotanya terdiri dari kaum muslimin yang menunaikan kewajiban-kewajiban&lt;br /&gt;Islam, tidak berterang-terangan dengan kemaksiatan, dan konsisten menerapkan&lt;br /&gt;hukum-hukum serta ajaran Islam.&lt;br /&gt;Tidak mengapa menggunakan orang-orang Non Muslim, jika keadaan dalam&lt;br /&gt;keadaan darurat, asalkan bukan untuk posisi jabatan strategis. Tidak terlalu&lt;br /&gt;penting mengenai bentuk dan nama jabatan itu, sepanjang sesuai dengan kaidah&lt;br /&gt;umum dalam sistem undang-undang Islam, maka diperbolehakan.&lt;br /&gt;Beberapa sifat yang dibutuhkan antara lain: rasa tanggung jawab, kasih sayang&lt;br /&gt;kepada rakyat, adil terhadap semua orang, tidak tamak terhadap kekayaan Negara,&lt;br /&gt;dan ekonomis dalam penggunaannya.&lt;br /&gt;Beberapa kewajiban yang harius ditunaikan antara lain: menjaga keamanan,&lt;br /&gt;menetapkan undang-undang, menyebarkan nilai-nilai ajaran, mempersiapkan&lt;br /&gt;kekuatan, menjaga kesehatan, melindungi keamanan umum, mengembangkan&lt;br /&gt;investasi dan menjaga kekayaan, mengokohkan mentalitas, dan menyebarkan&lt;br /&gt;dakwah.&lt;br /&gt;Beberapa haknya, tentu jika telah ditunaikan kewajibannya, antara lain: loyalitas,&lt;br /&gt;dan ketaatan, pertolongan terhadap jiwa dan hartanya.&lt;br /&gt;Apabila ia mengabaikan kewajibannya, maka berhak atasnya nasehat dan&lt;br /&gt;bimbingan, lalu jika tidak ada perubahan, dapat diterapkan pemecatan dan&lt;br /&gt;pengusiran. Tidak ada ketaatan kepada mahluk dalam bermaksiat kepada&lt;br /&gt;Khaliqnya.&lt;br /&gt;6. Usaha mempersiapkan seluruh asset negeri di dunia ini untuk kemaslahatan Islam;&lt;br /&gt;dengan cara membebaskan seluruh negeri, membangun kejayaannya, menegakkan&lt;br /&gt;peradabannya, dan menyatukan kata-katanya, sehingga dapat mengembalikan&lt;br /&gt;kewajiban khilafah yang telah hilang, dan terwujudnya persatuan umat yang&lt;br /&gt;diimpi-impikan bersama.&lt;br /&gt;7. Penegakan kepemimpinan dunia dengan penyebaran dakwah Islam di seantero&lt;br /&gt;negeri.&lt;br /&gt;QS Al-Anfal : 39, “Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah[611] dan supaya&lt;br /&gt;agama itu semata-mata untuk Allah[612]. jika mereka berhenti (dari kekafiran), Maka&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah Maha melihat apa yang mereka kerjakan”.&lt;br /&gt;[611] Maksudnya: gangguan-gangguan terhadap umat Islam dan agama Islam.&lt;br /&gt;[612] Maksudnya: menurut An-Nasafi dan Al-Maraghi, tegaknya agama Islam dan sirnanya agama-agama&lt;br /&gt;yang batil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;QS At-Taubah: 32,”Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan&lt;br /&gt;mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan&lt;br /&gt;cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.&lt;br /&gt;QS Yusuf: 21. Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.&lt;br /&gt;Empat nomor terakhir wajib ditegakkan oleh Jamaah dan oleh setiap akh sebagai anggota&lt;br /&gt;dalam jamaah itu.&lt;br /&gt;Dijelaskan oleh Hasan Al-Banna, bahwa Gerakan Jamaah Ikhwanul Muslimin&lt;br /&gt;(IM) memiliki tujuan pertama, yaitu membentuk individu muslim, dengan sarananya,&lt;br /&gt;berupa murabbi (Pembina), manhaj (sistem), dan lingkungan yang sehat.&lt;br /&gt;Tujuan kedua adalah terwujudnya rumah tangga muslim, dengan saranasarananya&lt;br /&gt;antara lain: 1.Setiap akh harus memberikan perhatian yang besar terhadap&lt;br /&gt;persoalan rumah tangganya; 2. Jamaah harus memberikan hak sewajarnya bagi aktifitas&lt;br /&gt;wanita; 3. Setiap akh harus memiliki istri yang shalihah; 4. Setiap akh seyogyanya diikat&lt;br /&gt;dengan anak-anaknya dan saudara-saudaranya.&lt;br /&gt;Tujuan ketiga adalah terwujudnya masyarakat muslim. Ustadz Hasan Al-Banna&lt;br /&gt;melihat, bahwa pelaksaan totalitas Islam amat sulit dilakukan tanpa memfokuskan&lt;br /&gt;perhatian terlebih dahulu pada pembentukan masyarakat muslim. Pemerintah Islam tidak&lt;br /&gt;akan tertegak di atas kehampaan.&lt;br /&gt;Ustadz Hasan Al-Banna berkata,”Akan tetapi Ikhwan lebih sadar dan lebih&lt;br /&gt;memahami untuk tidak memikul tanggung jawab pemerintahan dalam keadaan umat&lt;br /&gt;seperti sekarang ini. Kita membeutuhkan waktu, agar prinsip-prinsip Ikhwan dapat&lt;br /&gt;tersebar dan masyarakat belajar bagaimana mendahulukan kepentingan umum daripada&lt;br /&gt;kepentingan pribadi”.&lt;br /&gt;Tujuan keempat adalah menegakkan pemerintahan Islam di setiap negeri. Ustadz&lt;br /&gt;Hasan Al-Banna menandaskan, bahwa pemerintahan Islam bukanlah merupakan tujuan&lt;br /&gt;Ikhwan sebagai perwujudan atas ambisi para anggotanya. Tetapi tujuan Ikhwan adalah&lt;br /&gt;ingin mewujudkan pemerintahan Islam, kapan pun ia terwujud, maka anggota Ikhwan&lt;br /&gt;siap menjadi pasukan dan pembelanya, pembela undang-undang, pemerintahannya, dan&lt;br /&gt;pemimpinnya, kapan pun dan dimana pun ia berada.&lt;br /&gt;Tujuan kelima adalah terwujudnya negara Islam inti atau menurut redaksi Ustadz&lt;br /&gt;Hasan Al-Banna adalah, “Negara yang memimpin negara-negara Islam lainnya, yang&lt;br /&gt;menggabungkan semua umat islam, yang mengembalikan keagungannya, serta&lt;br /&gt;mengembalikan tanah airnya yang telah hilang dan negerinya yang telah dirampas&lt;br /&gt;orang”. Adapun sarana yang paling efektif untuk ini adalah dengan menegakkan sebuah&lt;br /&gt;Negara Islam yang besar, yang memiliki kekuatan pengaruh dalam bidang politik,&lt;br /&gt;ekonomi, dan teknologi di sebgaiab besdar wilayah bumi, atau di Negara yang memiliki&lt;br /&gt;wilayah territorial yang luas. Namun demikian kita tetap berusaha, agar kesatuan dapat terwujud, dengan segala cara, di beberapa Negara yang telah didominasi oleh gerakan&lt;br /&gt;Islam untuk menjadi cikal bakal lahirnya Negara inti dengan tugas-tugas sebagaimana&lt;br /&gt;yang disebutkan oleh Ustadz Hasan Al-Banna di muka. Yang menyatukan umat Islam&lt;br /&gt;sedunia di bawah naungan sebuah Negara Islam, sehingga setiap muslim di seluruh dunia&lt;br /&gt;ini merasakan, bahwa ia adalah negaranya sendiri, yang padanyalah loyalitas dan&lt;br /&gt;komitmen diberikan. Juga Negara itu harus melindungi dan menjaganya, di manapun ia&lt;br /&gt;berada.&lt;br /&gt;Tujuan Gerakan Jamaah Ikhwanul Muslimin (IM) yang keenam adalah&lt;br /&gt;menegakkan Negara Islam yang tunggal atau menegakkan Negara kesatuan Islam yang&lt;br /&gt;menghimpun seluruh Negara Islam yang tunduk di bawah satu pucuk pimpinan pusat dan&lt;br /&gt;diketuai oleh seorang Imam. Itulah yang dilakukan Rasulullah SAW dan para khalifah&lt;br /&gt;dalam memimpin dan membimbing umat. Adapun saranya, dengan melangkah di atas&lt;br /&gt;mukadimah yang benar, yakni tegaknya kaidah-kaidah yang benar, yang dari sanalah&lt;br /&gt;Islam di berbagai wilayah bertolak.&lt;br /&gt;Tujuan Gerakan Jamaah Ikhwanul Muslimin (IM) yang ketujuh adalah&lt;br /&gt;menegakkan Negara Islam internasional yang berkah dan rahmatNya menaungi semua&lt;br /&gt;bangsa di dunia. Caranya yang kita pergunakan untuk itu – setelah menegakkan Negara&lt;br /&gt;Islam internasional – adalah beraktifitas terus menerus yang sesuai dan layak untuk&lt;br /&gt;memastikan, bahwa dunia akan menerima dakwah ini. Semua ini akan terjadi, Insya&lt;br /&gt;Allah, karena Rasulullah SAW telah membawa kabar gembira ini kepada kita.&lt;br /&gt;Dalam Risalah Ta’alimnya, Ustadz Hasan Al-Banna mengatakan,”Tahapan&lt;br /&gt;dakwah ada tiga macam:&lt;br /&gt;1. TA’RIF&lt;br /&gt;Dakwah dilakukan dengan menyebarkan fikrah Islam di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;Adapun system dakwah untuk tahapan ini adalah system kelembagaan.&lt;br /&gt;Urgensinya adalah kerja social bagai kepentingan umum, sedangkan medianya&lt;br /&gt;adalah nasehat dan bimbingan sekali waktu, serta membangun berbagai tempat&lt;br /&gt;yang berguna di waktu yang lain, juga berbagai media aktifitas lainnya.&lt;br /&gt;2. TAKWIN&lt;br /&gt;Dakwah ditegakkan dengan melakukan seleksi terhadap anasir positif untuk&lt;br /&gt;memikul beban jihad dan untuk menghimpun berbagai bagian yang ada. Adapun sistem dakwah untuk tahapan ini bersifat tasawuf murni dalam tatanan ruhani dan&lt;br /&gt;bersifat militer dalam tatanan opersional. Slogan untuk dua aspek ini adalah&lt;br /&gt;perintah dan taat dengan tanpa keraguan. Semua katibah (nama satuan kelompok&lt;br /&gt;para militer Ikhwan) yang ada kini adalah representasi dari tahapan ini dalam&lt;br /&gt;kehidupan dakwahnya. Ia terhimpun dalam risalah manhaj yang lalu.&lt;br /&gt;Dakwah pada tahapan ini bersifat khusus, tidak dapat dikerjakan oleh sesorang,&lt;br /&gt;kecuali yang memiliki kesiapan yang benar untuk memikul beban jihad yang&lt;br /&gt;panjang masanya dan berat tantangannya. Slogan utamanya dalam persiapan ini&lt;br /&gt;adalah totalitas ketaatan.&lt;br /&gt;3. TANFIDZ&lt;br /&gt;Dakwah dalam tahapan ini adalah jihad, tanpa kenal sikap plin-plan, kerja terus&lt;br /&gt;menerus untuk menggapai tujuan akhir, dan kesiapan menanggung cobaan dan&lt;br /&gt;ujian yang tidak mungkin bersabar atasnya, kecuali orang-orang yang tulus.&lt;br /&gt;Tidaklah dakwah ini meraih keberhasilan, kecuali dengan “ketaatan yang total”&lt;br /&gt;juga. Untuk inilah shaf pertama Ikhwanul Muslimin (IM) berbaiat pada bulan&lt;br /&gt;Rabi’ul Awwal 1359 H.&lt;br /&gt;Dalam Risalah Ta’alimnya, Ustadz Hasan Al-Banna menjelaskan tentang batasan-batasan&lt;br /&gt;bai’at yang dibutuhkan dewasa ini, adalah:&lt;br /&gt;1. Bai’at untuk memahami Islam secara benar. Tanpa pemahaman yang benar ini,&lt;br /&gt;aktifitas untuk atau dengan nama Islam tiudak akan pernah terjadi. Tanpa&lt;br /&gt;pemahaman, langkah bersama menuju Islam tidak bias diwujudkan. Jika pun bias.&lt;br /&gt;Maka ia hanya berada pada ruang lingkup yang sempit dan tidak dapat memenuhi&lt;br /&gt;kebutuhan masa kini maupun masa mendatang.&lt;br /&gt;2. Bai’at untuk berikhlas. Tanpa keikhlasan, amal apapun tidak akan diterima oleh&lt;br /&gt;Allah SWT, tidak juga dapat bergerak di medan dakwah secara benar. Setelah itu,&lt;br /&gt;shaf pun akan terlibas tanpa bekas.&lt;br /&gt;3. Bai’at untuk beraktifitas, yang telah digariskan awal langkahnya dan telah jelas&lt;br /&gt;tujuannya, yang memulai dari diri sendiri dan berakhir dengan penguasaan Islam&lt;br /&gt;atas dunia seluruhnya. Ini merupakan kewajiban yang tidak seorang muslim pun&lt;br /&gt;terlepas darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bai’at untuk melakukan jihad, yang banyak orang Islam lupa, bahwa ia adalah&lt;br /&gt;neraca untuk menimbang Iman.&lt;br /&gt;5. Bai’at untuk berkorban dengan segala yang dimiliki, demi meraih tujuan suci dan&lt;br /&gt;sorga Allah SWT.&lt;br /&gt;6. Bai’at untuk taat sesuai dengan tingkat kemampuannya.&lt;br /&gt;7. Bai’at untuk tegar menghadapi segala kondisi di setiap waktu.&lt;br /&gt;8. Bai’at untuk memberikan loyalitas total bagi dakwah ini dengan melepaskan diri&lt;br /&gt;dari keterikatan kepada selain Allah SWT.&lt;br /&gt;9. Bai’at untuk berukhuwah sebagai titik tolak.&lt;br /&gt;10. Bai’at untuk tsiqah (memberikan kepercayaan) kepada pemimpin dan shafnya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;KEWAJIBAN-KEWAJIBAN SEORANG MUJAHID&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Hasan Al-Banna berkata,”Imammu kepada bai’at ini mengharuskanmu&lt;br /&gt;menunaikan kewajiban-kewajiban berikut, sehingga engkau menjadi batubata yang kuat&lt;br /&gt;bagi bangunan. Adapun KEWAJIBAN-KEWAJIBAN SEORANG MUJAHID sebagai&lt;br /&gt;berikut:&lt;br /&gt;1. Hendaklah engkau memiliki wirid harian dari Kitabullah tidak kurang dari&lt;br /&gt;satu juz. Usahakanlah untuk mengkhatamkan Al-Qur’an dalam waktu tidak&lt;br /&gt;lebih dari sebulan dan tidak kurang dari tiga hari.&lt;br /&gt;2. Hendaklah engkau membaca Al-Qur’an dengan baik, memeprhatikannya&lt;br /&gt;dengan seksama, dan merenungkan artinya.&lt;br /&gt;3. Hendaklah engkau mengkaji Sirah Nabi dan sejarah para generasi salaf sesuai&lt;br /&gt;dengan waktu yang tersedia. Buku yanfg dirasa mencukupi kebutuhan ini&lt;br /&gt;minimal nadalah buku Hummatul Islam. Hendaklah engkau juga banyak&lt;br /&gt;mebaca hadits Rasulullah SAW, minimal hafal 40 hadits, ditekankan untuk&lt;br /&gt;menghafal Al-Arba’in An-Nawawiyah. Hendaklah engkau juga mengkaji&lt;br /&gt;risalah tentang pokok-pokok aqidah dan cabang-cabang fiqih.&lt;br /&gt;4. Hendaklah engkau bersegera melakukan general check up secara berkala atau&lt;br /&gt;berobat, begitu penyakit terasa mengenaimu. Disamping itu perhatikanlah&lt;br /&gt;factor-faktor penyebab kekuatan dan perlindungan tubuh, serta hindarilah&lt;br /&gt;faktor-faktor penyebab lemahnya kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hendaklah engkau menjauhi sikap berlebihan dalam mengkonsumsi kopi, teh&lt;br /&gt;dan minuman perangsang semisalnya. Janganlah engkau meminumnya,&lt;br /&gt;kecuali dalam keadaan darurat dan Hendaklah engkau menghindarkan diri&lt;br /&gt;sama sekali dari rokok.&lt;br /&gt;6. Hendaklah engkau perhatikan urusan kebersihan dalam segala hal&lt;br /&gt;menyangkut tempat tinggal, pakaian, makanan, badan, dan tempat kerja,&lt;br /&gt;karena agama ini dibangun di atas dasar kebersihan.&lt;br /&gt;7. Hendaklah engkau jujur dalam berkata dan jangan sekali-kali berdusta.&lt;br /&gt;8. Hendaklah engkau menepati janji, janganlah mengingkarinya, bagaimanapun&lt;br /&gt;kondisi yang engkau hadapi.&lt;br /&gt;9. Hendaklah engkau menjadi seorang yang pemberani dan tahan uji;&lt;br /&gt;Keberanian yang paling utama adalah terus terang dalam mengatakan&lt;br /&gt;kebenaran, ketahanan menyimpan rahasia, berani mengakui kesalahan, adil&lt;br /&gt;terhadap diri sendiri, dan dapat menguasainya dalam keadaan marah&lt;br /&gt;sekalipun.&lt;br /&gt;10. Hendaklah engkau senantiasa bersikap tenang dan terkesan serius. Namun&lt;br /&gt;janganlah keseriusan itu menghalangimu dari canda yang benar, senyum dan&lt;br /&gt;tawa.&lt;br /&gt;11. Hendaklah engkau memiliki rasa malu yang kuat, berperasaan yang sensitive,&lt;br /&gt;dan peka oleh kebaikan dan keburukan, yakni munculnya rasa bahagia untuk&lt;br /&gt;yang pertama dan rasa yang tersiksa untuk yang kedua. Hendaklah engkau&lt;br /&gt;juga bersikap rendah hati dengan tanpa menghinakan diri, tidak bersikap&lt;br /&gt;taklid, dan tidak terlalu berlunak hati. Hendaklah engkau juga menuntut – dari&lt;br /&gt;orang lain – yang lebih rendah dari martabatmu untuk mendapatkan&lt;br /&gt;martabatmu yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;12. Hendaklah engkau bersikap adil dan benar dalam memutuskan suatu perkara&lt;br /&gt;pada setiap situasi. Janganlah kemarahan melalaikanmu dari berbuat kebaikan,&lt;br /&gt;janganlah mata keridhaan engkau pejamkan dari perilaku yang buruk,&lt;br /&gt;janganlah permusuhan membuatmu lupa dari pengakuan jasa baik, dan&lt;br /&gt;Hendaklah engkau berkata benar meskipun itu merugikanmu atau merugikan&lt;br /&gt;orang yang paling dekat denganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Hendaklah engkau menjadi pekerja keras dan terlatih dalam aktifitas sosial.&lt;br /&gt;Hendaklah engkau merasa bahagia jika dapat mempersembahkan bakti untuk&lt;br /&gt;orang lain, gemar membesuk orang sakit, membatu orang yang membutuhkan,&lt;br /&gt;menanggung orang yang lemah, meringankan beban orang yang tertimpa&lt;br /&gt;musibah meskipun hanya dengan kata-kata yang baik. Hendaklah engkau juga&lt;br /&gt;senantiasa bersegera untuk berbuat kebaikan.&lt;br /&gt;14. Hendaklah engkau berhati kasih, dermawan, toleran, pemaaf, lemah lembut&lt;br /&gt;kepada manusia maupun binatang, berperilaku baik dalam berhubungan&lt;br /&gt;dengan semua orang, menjaga etika-etika sosial Islam, menyayangi yang kecil&lt;br /&gt;dan menghormati yang besar, memberi tempat kepada orang lain dalam&lt;br /&gt;majelis, tidak memata-matai, tidak menggunjing, tidak mengumpat, meminta&lt;br /&gt;izin jika masuk maupun keluar rumah dan lain-lain.&lt;br /&gt;15. Hendaklah engkau pandai membaca dan menulis, memperbanyak muthala’ah&lt;br /&gt;terhadap risalah Ikhwan, Koran, majalah, dan tulisan lainnya. Hendaklah&lt;br /&gt;engkau bangun perpustakaan khusus, seberapapun ukurannya, konsentrasilah&lt;br /&gt;terhadap spesifikasi keilmuan dan keahlianmu, jika engkau seorang spesialis;&lt;br /&gt;dan kuasailah persoalan Islam secara umum, yang dengannya dapat&lt;br /&gt;membangun persepsi yang baik untuk menjadi referensi bagi pemahaman&lt;br /&gt;terhadap tuntutan fikrah.&lt;br /&gt;16. Hendaklah engkau memiliki proyek usaha ekonomi, betapapun engkau&lt;br /&gt;seorang kaya, utamakanlah proyek yang mandiri, betapapun kecilnya;&lt;br /&gt;cukupkanlah dengan apa yang ada pada dirimu, betapapun tingginya kapasitas&lt;br /&gt;keilmuanmu.&lt;br /&gt;17. Janganlah engkau terlalu berharap untuk menjadi pegawai negeri dan&lt;br /&gt;jadikanlah ia sebagai sesempit-sempit pintu rezeki, namun jangan pula engkau&lt;br /&gt;tolak jika diberi peluang untuk itu. Janganlah engkau melepaskannya kecuali&lt;br /&gt;jika benar-benar bertentangan dengan tugas-tugas dakwah.&lt;br /&gt;18. Hendaklah engkau perhatikan penunaian tugas-tugasmu (bagaimana&lt;br /&gt;kecermatan dan kualitasnya), jangan menipu, dan tepatilah kesepakatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Hendaklah engkau penuhi hakmu dengan baik, penuhi hak-hak orang lain&lt;br /&gt;dengan sempurna, tanpa dikurangi dan dilebihkan, janganlah menunda-nunda&lt;br /&gt;pekerjaan.&lt;br /&gt;20. Hendaklah engkau menjauhkan diri dari judi dengan segala macamnya,&lt;br /&gt;apapun maksud dibaliknya. Hendaklah engkau juga menjauhi mata&lt;br /&gt;pencaharian yang haram, betapapun keuntungan besar yang ada di baliknya.&lt;br /&gt;21. Hendaklah engkau menjauhkan diri dari riba dalam setiap aktivitasmu dan&lt;br /&gt;suscikanlah ia sama sekali dari riba.&lt;br /&gt;22. Hendaklah engkau memelihara kekayaan umat Islam secara umum dengan&lt;br /&gt;mendorong berkembangnya pabrik-pabrik dan proyek-proyek ekonomi Islam.&lt;br /&gt;Hendaklah engkau menjaga setiap keping mata uang, agar tidak jatuh ke&lt;br /&gt;tangan orang non-Islam dalam keadaan bagaimanapun. Hendaklah engkau&lt;br /&gt;tidak makan dan berpakaian kecuali produk negeri Islammu sendiri.&lt;br /&gt;23. Hendaklah engkau memiliki kontribusi financial dalam dakwah, engkau&lt;br /&gt;tunaikan kewajiban zakatmu, dan jadikan sebagian dari hartamu itu untuk&lt;br /&gt;orang yang meminta dan orang yang kekurangan, betapapun kecil&lt;br /&gt;penghasilanmu.&lt;br /&gt;24. Hendaklah engkau menyimpan sebagian dari penghasilanmu untuk persediaan&lt;br /&gt;masa-masa sulit, betapapun sedikit, dan jangan sekali-kali menyusahkan&lt;br /&gt;dirimu untuk mengejar kesempurnaan.&lt;br /&gt;25. Hendaklah engkau bekerja – semampu yang engkau lakukan – untuk&lt;br /&gt;menghidupkan tradisi Islam dan mematikan tradisi asing dalam setiap aspek&lt;br /&gt;kehidupanmu, misalnya ucapan salam, bahasa, sejarah, pakaian, perabot&lt;br /&gt;rumah tangga, cara kerja dan istirahat, cara makan dan minum, cara datang&lt;br /&gt;dan pergi, serta gaya melampiaskan rasa suka dan duka. Hendaklah engkau&lt;br /&gt;menjaga sunnah dalam setiap aktifitas tersebut.&lt;br /&gt;26. Hendaklah engkau memboikot peradilan setempat atau seluruh peradilan yang&lt;br /&gt;tidak Islami, demikian juga gelanggang-gelanggang, penerbitan-penerbitan,&lt;br /&gt;organisasi-organisasi, sekolah-sekolah dan segenap institusi yang tidak&lt;br /&gt;mendukung fikrahmu secara total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Hendaklah engkau senantiasa merasa diawasi oleh Allah, mengingat akhirat&lt;br /&gt;dan bersiap-siap untuk menjemputnya, mengambil jalan pintas untuk menuju&lt;br /&gt;ridha Allah dengan tekad yang kuat, serta mendekatkan diri kepada Allah&lt;br /&gt;SWT, puasa tiga hari – minimal – setiap bulan, mempeerbanyak dzikir (hati&lt;br /&gt;dan lisan), dan berusaha mengamalkan doa yang diajarkan pada setiap&lt;br /&gt;kesempatan.&lt;br /&gt;28. Hendaklah engkau bersuci dengan baik dan usahakan agar senantiasa dalam&lt;br /&gt;keadaan berwudhu (suci) di sebagaian besar waktumu.&lt;br /&gt;29. Hendaklah engkau melakukan shalat dengan baik dan senantiasa tepat waktu&lt;br /&gt;dalam menunaikannya. Usahakan untuk senantiasa berjamaah di masjid jika&lt;br /&gt;itu mungkin dilakukan.&lt;br /&gt;30. Hendaklah engkau berpuasa Ramadhan dan berhaji dengan baik, jika engkau&lt;br /&gt;mampu melakukannya. Kerjakanlah sekarang juga jika engaku telah mampu.&lt;br /&gt;31. Hendaklah engkau senantaiasa menyertai dirimu dengan niat jihad dan cinta&lt;br /&gt;mati syahid. Bresiaplah untuk itu kapan saja kesempatan untuk itu tiba.&lt;br /&gt;32. Hendaklah engkau senantiasa memperbaharui shalat dan istighfarmu. Berhatihatilah&lt;br /&gt;terhadap dosa kecil, aspalagi dosa besar. Sediakanlah – untuk dirimu –&lt;br /&gt;beberapa saat sebelum tidur untuk menginstrospeksi diri terhadap apa-apa&lt;br /&gt;yang telah engkau lakukan, yang baik maupun yang buruk. Perhatikan&lt;br /&gt;waktumu, karena waktu adalah kehidupan itu sendiri. Janganlah engkau&lt;br /&gt;pergunakan ia – sedikit pun – tanpa guna, dan janganlah engkau ceroboh&lt;br /&gt;terhadap hal-hal yang subhat, agar tidak jatuh ke dalam kubangan yang&lt;br /&gt;haram.&lt;br /&gt;33. Hendaklah engkau berjuang meningkatkan kemampuanmu dengan sungguhsungguh,&lt;br /&gt;agar engkau dapat menerima tongkat kepemimipinan. Hendaklah&lt;br /&gt;engkau menundukkan pandanganmu, menekan emosimu, dan memotong&lt;br /&gt;habis selera-selera rendah dari jiwamu. Bawalah ia hanya untuk menggapai&lt;br /&gt;yang halal dan baik, serta hijabilah ia dari haram dalam keadaan&lt;br /&gt;bagaimanapun.&lt;br /&gt;34. Hendaklah engkau menjauh dari khamer dan seluruh makanan atau minuman&lt;br /&gt;yang memabukkan sejauh-jauhnnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. Hendaklah engkau menjauh dari pergaulan dengan orang jahat dan&lt;br /&gt;persahabatan dengan orang yang rusak, serta jauhilah tempat-tempat maksiat.&lt;br /&gt;36. Hendaklah engkau perangi tempat-tempat iseng, jangan sekali-kali&lt;br /&gt;mendekatinya, serta jauhilah gaya hidup mewah dan bersantai-santai.&lt;br /&gt;37. Hendaklah engkau mengetahui anggota katibahmu satu persatu dengan&lt;br /&gt;pengetahuan yang lengkap, dan kenalkanlah dirimu kepada mereka dengan&lt;br /&gt;selengkap-lengkapnya. Tunaikanlah hak-hak ukhuwah mereka dengan&lt;br /&gt;seutuhnya; hak kasih sayang, penghargaan, pertolongan dan itsar. Hendaklah&lt;br /&gt;engkau senantiasa hadir di majelis mereka, tidak absent kecuali karena udzur&lt;br /&gt;darurat, dan pegang teguhlah sikap itsar dalam pergaulanmu dengan mereka.&lt;br /&gt;38. Hendaklah engkau hindari hubungan dengan organisasi atau jamaah apapun,&lt;br /&gt;sekiranya hubungan itu tidak membawa maslahat bagi fikrahmu, terutama jika&lt;br /&gt;diperintahkan untuk itu.&lt;br /&gt;39. Hendaklah engkau menyebarkan dakwahmu di manapun dan memberi&lt;br /&gt;informasi kepada pemimpin tentang segala kondisi yang melingkupimu.&lt;br /&gt;Janganlah engkau berbuat sesuatu yang berdampak strategis kecuali dengan&lt;br /&gt;seizinnya.&lt;br /&gt;40. Hendaklah engkau senantiasa mejalin hubungan, baik ruhani maupun ‘amali,&lt;br /&gt;dengan Jamaah dan menempatkan dirimu sebagai ‘tentara yang berada di&lt;br /&gt;tangsi yang tengah menanti instruksi komandan’.&lt;br /&gt;Engkau dapat menghimpun prinsip-prinsip ini dalam lima slogan:&lt;br /&gt;1. Allah ghayatuna   Allah adalah tujuan kami&lt;br /&gt;2. Ar-Rasul qudwatuna   Rasul adalah teladan kami&lt;br /&gt;3. Al-Qur’an syir’atuna   AL-Qur’an adalah undang-undang kami&lt;br /&gt;4. Al-Jihad sabiluna   Jihad adalah jalan kami&lt;br /&gt;5. Asy-Syhadah umniyyatuna   Mati syahid adalah cita-cita kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;URAIAN PELENGKAP&lt;/b&gt;Pertama:&lt;br /&gt;Beberapa kaidah yang sesuai dengan Tabiat Dakwah Kita dalam Manhaji Tsaqofah,&lt;br /&gt;Ta’lim dan Tarbiyah :&lt;br /&gt;1. Persoalan pertama yang harus diperhatikan dalam manhaj kita adalah, bahwa ia&lt;br /&gt;harus selaras dengan dakwah dan harakah kita. Kita adalah harakah Islam modern&lt;br /&gt;yang ingin melakukan pembaharuan Islam di suatu masa yang memiliki&lt;br /&gt;spesifikasi tertentu, di samping, bahwa kita ingin mewujudkan tujuan-tujuan di&lt;br /&gt;tingkat nasional maupun internasional. Kata “Islam” menunjukkan kita untuk&lt;br /&gt;mengakomodasi semua prinsip tsaqafah Islam dan cabang-cabangnya. Kata&lt;br /&gt;“modern” menuntut kita untuk mengakomodasikan wawasan kekinian dengan&lt;br /&gt;tabiat dan spesifikasinya. Hal ini karena fatwa dikeluarkan berdasar waktu, tempat&lt;br /&gt;dan situasi saat itu.&lt;br /&gt;2. Suatu hal yang harus mendapat perhatian dalam manhaj kita adalah bahwa ia&lt;br /&gt;harus memberikan kepada setiap muslim ketahanan moral. Agar terhindar dari&lt;br /&gt;kesesatan dan ketergelinciran, di samping terhindar pula dari penyelewengan&lt;br /&gt;pemikiran Islam atau pemikiran Jamaah.&lt;br /&gt;3. Termasuk yang harus diperhatikan dalam manhaj kita adalah bahwa kita harus&lt;br /&gt;meletakkan di tangan setiap muslim sebuah barometer yang dapat mengukur&lt;br /&gt;segala sesuatu yang melingkupinya dengan standar Islam.&lt;br /&gt;4. Salah satu yang harus diperhatikan dalam manhaj kita adalah bahwa persepsi&lt;br /&gt;umum tentang ilmu pengetahuan dalam perspektif Islam. Ada beberapa cabang&lt;br /&gt;ilmu yang diwajibkan dan merupakan fardhu’ain; ada yang studinya merupakan&lt;br /&gt;fardhu’ain; ada yang dianjurkan bagi sebagian orang namun fardhu kifayah bagi&lt;br /&gt;sebagian yang lain; ada cabang ilmu yang sunah hukumnya; ada yang hukumnya&lt;br /&gt;mubah; ada lagi yang diharamkan dan dibenci. Pendalaman terhadap cabang ilmu&lt;br /&gt;yang fardhu kifayah adalah sunah, bahkan adanya seorang pakar di setiap disiplin&lt;br /&gt;ilmu merupakan fardhu kifayah.&lt;br /&gt;5. Dalam tulisannya, Hasan Al-Banna menyebutkan beberapa peringkat keanggotan&lt;br /&gt;dalam dakwah Ikhwan. Disebutkan, bahwa ia terdiri dari: Ikatan umum, ikatan&lt;br /&gt;ukhuwah, ikatan amal, dan ikatan jihad. Yang telah terjalin dalam ikatan umum&lt;br /&gt;disebut akh musa’id, yang terjalin dalam ikatan ukhuwah disebut akh muntasib,&lt;br /&gt;yang terjalin dalam ikatan amal disebut akh ‘amil, dan yang terjalin dalam ikatan&lt;br /&gt;jihad disebut akh mujahid. Setelah itu Ustadz Hasan Al-Banna berkata,”Kantor&lt;br /&gt;pusat berhak memberi gelar-gelar kehormatan, antara lain: naqib dan naib untuk&lt;br /&gt;masing-masing akh yang ada dalam ikatan amal dan jihad”.&lt;br /&gt;6. Setelah – dalam kumpulan risalahnya – menyebut adanya sekumpulan persepsi&lt;br /&gt;yang cacat tentang Islam di etngah masyarakat, Ustadz Hasan Al-Banna&lt;br /&gt;berkata,”Persepsi beragam pada banyak orang tentang Islam yang satu,&lt;br /&gt;menjadikan mereka berselisih secara nyata dalam dakwah Ikhwanul Muslimin&lt;br /&gt;dan dalam cara pandang mereka”.&lt;br /&gt;7. Ada sebagian masyarakat yang memahami Islam secara global, namun tidak&lt;br /&gt;memahami rinciannya. Bahkan kadang-kadang memahami perincian Islam&lt;br /&gt;dengan hawa nafsunya, misalnya, mereka mengimani bahwa Islam memiliki&lt;br /&gt;prinsip keadilan dan persamaan. Namun mereka memahami kata “adil” dan&lt;br /&gt;“sama” dengan standar hawa nafsunya, bukan dengan syariat Allah.&lt;br /&gt;8. Yang harus juga diperhatikan dalam manhaj kita adalah agar dalam manhaj tidak&lt;br /&gt;terdapat ruang yang memungkinkan masuknya kekufuran dan kesesatn, sehingga&lt;br /&gt;merusak hati, jiwa dan pikiran kaum muslimin. Banyak masalah detail yang jika&lt;br /&gt;tidak mendapat perhatian serius akan menyebabkan kehancuran dunia dan akhirat,&lt;br /&gt;atau salh satu dari keduanya.&lt;br /&gt;9. Komitmen kepada Islam pada gilirannya dapat mewujudkan berbagai nilai yang&lt;br /&gt;dibutuhkan oleh setiap diri muslim dan jamaah Islam. Nilai-nilai ini kita namakan&lt;br /&gt;karakter. Karakter-karakter inilah yang membedakan seorang muslim dan non&lt;br /&gt;muslim, atau membedakan Jamaah Islam dengan komunitas Non Islam.&lt;br /&gt;10. Pada diri Jamaah Ikhwanul Muslimin terdapat berbagai slogan, selain&lt;br /&gt;pembahasan tentang akhlak dan etika dalam kehidupan. Beberapa slogan itu ialah:&lt;br /&gt;a. Allah ghayatuna   Allah adalah tujuan kami&lt;br /&gt;b. Ar-Rasul qudwatuna   Rasul adalah teladan kami&lt;br /&gt;c. Al-Qur’an syir’atuna   Al-Qur’an adalah undang-undang kami&lt;br /&gt;d. Al-Jihad sabiluna   Jihad adalah jalan kami&lt;br /&gt;e. Asy-Syhadah umniyyatuna   Mati syahid adalah puncak cita-cita kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Tidaklah sempurna KeIslaman seorang muslim, kecuali jika ia melakukan&lt;br /&gt;beberapa hal sbb:&lt;br /&gt;• Ikut serta dalam halaqah-halaqah ilmiah umum, karena padanya ada berkah&lt;br /&gt;khusus;&lt;br /&gt;• Ikut serta dalam halaqah-halaqah ilmiah khusus, karena ia mengantarkan&lt;br /&gt;seseorang kepada pengetahaun yang terfokus;&lt;br /&gt;• Senantiasa menginstrospeksi diri, karena seseorang tidak mungkin&lt;br /&gt;mendapatkan kadar pengetahuan yang tinggi, kecuali memalui upaya pribadi&lt;br /&gt;yang panjang dan terfokus.&lt;br /&gt;12. Jamaah Islam harus memepunyai sistem. Sistem ini harus tegak di atas suatu&lt;br /&gt;prinsip nilai, mempunyai perencanaan, dan program kerja, serta memiliki konsep&lt;br /&gt;Tarbiyah dan Ta’lim yang saling berjalin dengan hal-hal di atas. Jamaah Islam&lt;br /&gt;juga harus memiliki kaidah-kaidah yang dijadikan pijakan bagi semua anggota.&lt;br /&gt;Semua itu harus mendapat perhatian utama dalam penyusunan manhaj, baik&lt;br /&gt;manhaj Tarbiyah maupun Ta’limnya.&lt;br /&gt;13. Di tubuh umat ini ada pejuang kebenaran yang tidak pernah terputus geraknya&lt;br /&gt;walau sejenak pun. Rasulullah SAW bersabda,”Senantiasa ada kelompok dari&lt;br /&gt;umatku yang memperjuangkan kebenaran, mereka tidak terpengaruh oleh pihak&lt;br /&gt;yang merintanginya hingga hari kiamat.”&lt;br /&gt;14. Kita adalah gerakan tajdidi (pembaru). Salah satu indikator tajdidi adalah bahwa&lt;br /&gt;kita harus menghidupkan kembali seluruh ajaran Islam dan memperbarui&lt;br /&gt;wawasan, tindakan, serta moralitas di setiap level.&lt;br /&gt;15. Kita tidak boleh lupa, bahwa kita senantiasa berhadapan dengan dua aliran&lt;br /&gt;pemikiran besar, yakni: kapitalisme dan sosialisme komunis. Kita juga tidak boleh&lt;br /&gt;lupa, bahwa di antara keduanya sesungguhnya terjadi pertarungan hebat dalam hal&lt;br /&gt;pemikiran. Pada saat yang sama kita – dan umat Islam pada umumnya – kurang&lt;br /&gt;memiliki pengetahuan yang memadai tentangnya, sehingga tidak memiliki&lt;br /&gt;imunitas yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua:&lt;br /&gt;Ustadz Hasan Al-Banna menyebutkan secara rinci 6 peringkat keanggotaan. Jumlah itu&lt;br /&gt;dapat diringkas lagi hanaya menjadi lima poeringkat, yakni anshar, mujahidin, ‘amilin,&lt;br /&gt;nuqaba’(para naqib) dan nuwwab (para naib).&lt;br /&gt;Masing-masing peringkat itu seharusnya memiliki manhaj, karakteristik, dan pola&lt;br /&gt;komitmennya sendiri. Meningkat atau tidaknya kualitas keanggotaan seseorang (atau&lt;br /&gt;tetap tidaknya seseorang di luar barisan) tergantung pada kadar penguasaan manhaj,&lt;br /&gt;karakteristik, dan pola komitmennya.&lt;br /&gt;Ketiga:&lt;br /&gt;Standar keberhasilan pada peringkat pertama dalam manhaj kita dan di awal perjalanan&lt;br /&gt;keanggotaannya adalah pelaksanaan yang sempurna akan tuntutan iman, shalat, infaq dan&lt;br /&gt;loyalitas secara penuh kepada jamaah, sesuai firman Allah:&lt;br /&gt;QS Al-Maidah :55-56 Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang&lt;br /&gt;beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan&lt;br /&gt;Barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, Maka&lt;br /&gt;Sesungguhnya pengikut (agama) Allah[423] Itulah yang pasti menang.&lt;br /&gt;[423] Yaitu: orang-orang yang menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman sebagai&lt;br /&gt;penolongnya.&lt;br /&gt;Standar keberhasilan pada peringkat kedua adalah terealisasinya secara penuh&lt;br /&gt;Mahabbatullah, rendah hati kepada sesame mukmin, tegas terhadap orang-orang kafir,&lt;br /&gt;dan jihad di jalkan Allah dengan tidak merasa takut atas celaan orang-orang yang&lt;br /&gt;mencela sesuai firman Allah:.&lt;br /&gt;QS Al-Maidah :54 Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari&lt;br /&gt;agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan&lt;br /&gt;merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras&lt;br /&gt;terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang&lt;br /&gt;suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha&lt;br /&gt;Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui.&lt;br /&gt;Standar keberhasilan pada peringkat jenjang naqib adalah terealisasinya nilai-nilai&lt;br /&gt;peringkat sebelumnya diatambah luasnya ilmu pengetahuan dan terpenuhinya beberapa&lt;br /&gt;sifat khusus bagi seorang naqib muslim, seperti lemah lembut, pemurah, serius, kasih&lt;br /&gt;sayang sesama muslim, senang bermusyawarah, jujur, komitmen, wara’, bertanggung&lt;br /&gt;jawab terhadap tugas-tugas yang dipikulkan dipundaknya, dan sifat-sifat lain yang&lt;br /&gt;menjadi karakter pribadi seorang muslim. Kita tidak menuntut seorang muslim agar&lt;br /&gt;bersih dari kesalahan sama sekali, tetapi kita menunut agar ia tidak mengulangi kesalahan&lt;br /&gt;yang pernah dilakukannya. Oleh karena itu seorang naqib harus dapat mengambil&lt;br /&gt;pelajaran dari kesalahan-kesalahan yang telah dibuatnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3277087028736421362-7310610087385774485?l=annurcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annurcorner.blogspot.com/feeds/7310610087385774485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/06/membina-angkatan-mujahid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/7310610087385774485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/7310610087385774485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/06/membina-angkatan-mujahid.html' title='Membina Angkatan Mujahid'/><author><name>NUY CORNER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14750148903677378381</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St7yPbPU5mI/AAAAAAAAAAM/owNyrC3w0do/S220/1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3277087028736421362.post-4952518815862289767</id><published>2010-06-09T11:14:00.001-07:00</published><updated>2010-06-09T11:14:38.557-07:00</updated><title type='text'>AR - RASUL ...... # Bagian 3</title><content type='html'>1) Kejujuran Rasulullah saw. dalam Canda&lt;br /&gt;Manusia kadang-kadang tidak  memegang teguh kejujuran dan kebenaran dalam&lt;br /&gt;candanya,  tetapi  canda   Rasulullah  saw  adalah  jujur  dan  benar,  serta  meme-&lt;br /&gt;rintahkan  kepada umatnya untuk memegang teguh kejujuran dalam segala situasi&lt;br /&gt;dan  kondisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad meriwayatkan dari Anas bin Malik, “Seorang datang  pada Nabi saw. dan&lt;br /&gt;meminta  pada  beliau  untuk  dinaikkan   kendaraan,  Rasulullah  saw.  menjawab,&lt;br /&gt;‘Aku akan menaikkan kamu pada  anak unta.’ Lelaki itu menukas, Wahai Rasu-&lt;br /&gt;lullah, apa yang aku  perbuat dengan anak unta?’ Rasulullah menjawab, Tidakkah&lt;br /&gt;unta  hanya   melahirkan  anak  unta  (Maksudnya,  bukankah  anak  unta  itu  juga&lt;br /&gt;unta).’”  (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaid bin Aslam berkata, “Seorang  wanita yang disebut Ummu Aiman datang&lt;br /&gt;kepada  Nabi  saw.  dan   berkata,  ‘Suamiku  mengundangmu.’  Nabi  menimpali&lt;br /&gt;(dengan nada  bergurau), ‘Siapakah ia? Apakah ia yang di matanya ada putih-&lt;br /&gt;putihnya?’  Wanita itu berkata, ‘Demi Allah, tidak ada putih-putih pada matanya.’&lt;br /&gt;Beliau  menjawab, Thenar, pada matanya ada putih-putihnya.’ Ia berkata, Tidak&lt;br /&gt;demi  Allah.’ Beliau menjawab, Tidak ada seorang pun kecuali di matanya ada&lt;br /&gt;putih-putihnya.’”  Beliau memaksudkan putih biasa yang melingkari kornea mata,&lt;br /&gt;tetapi  wanita itu memahaminya sebagai putih di tengah-tengah mata yang berarti&lt;br /&gt;lelaki  tersebut terkena penyakit mata semacam katarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad   meriwayatkan  dari  Anas,  “Seorang  lelaki  dari  Badui  bernama  Zahir&lt;br /&gt;memberi   hadiah  Nabi  dengan  suatu  hadiah  dari  Badui,  maka  Nabi  memper-&lt;br /&gt;hatikannya  ketika hendak keluar. Rasulullah bersabda, ‘Zahir adalah orang Badui&lt;br /&gt;kita  dan kita adalah orang kotanya.’ Ia adalah lelaki yang kurus dan  Rasulullah&lt;br /&gt;menyukainya. Ketika ia sedang menjual barang-barangnya,  Rasulullah menda-&lt;br /&gt;tanginya dan mendekapnya dari belakang, saat itu ia  tidak melihat Nabi. Zahir&lt;br /&gt;berkata, ‘Lepaskan aku, siapa ini?’ Lalu,  ia menoleh dan mengenal Rasulullah. Ia&lt;br /&gt;membiarkan punggungnya  melekatpada dada Nabi ketika ia mengetahui bahwa&lt;br /&gt;yang mendekap adalah  Nabi. Rasulullah lalu berkata (dengan nada bercanda),&lt;br /&gt;*Siapa  yang   mau  membeli  seorang  hamba?’  Zahir  lalu  menyahut,  Wahai&lt;br /&gt;Rasulullah,  jadi, demi Allah engkau menjadikan aku murah tak laku.’ Rasulullah&lt;br /&gt;saw.  bersabda, ‘Kamu di sisi Allah tidak murah.’ Atau beliau bersabda, ‘Kamu&lt;br /&gt;mahal  di sisi Allah.’” Diriwayatkan oleh orang-orang tsiqah. Dari  perbincangan di&lt;br /&gt;atas, beliau memaksudkan hamba adalah hamba Allah,  dan kita semua adalah&lt;br /&gt;hamba Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At-Tirmidzi  mengeluarkan dalam bab Syamail bahwa Hasan berkata, “Seorang&lt;br /&gt;nenek-nenek  mendatangi Nabi saw. dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, doakanlah&lt;br /&gt;pada  Allah agar memasukkan aku ke surga.’ Beliau menjawab, Wahai Ummu&lt;br /&gt;Fulan,   sesungguhnya  perempuan  tua  tidak  masuk  ke  dalam  surga.’  Maka&lt;br /&gt;perempuan  tua itu berpaling dan menangis. Beliau bersabda, ‘Beri tahu ia bahwa&lt;br /&gt;ia  tidak akan masuk surga dalam keadaan tua. Allah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Sesungguhnya  Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung,&lt;br /&gt;dan  Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan.”‘ (al-Waaqi’ah: 35-36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At-Tirmidzi   juga  mengeluarkan  dalam  bab  Syamail  bahwa  Anas  berkata,&lt;br /&gt;“Rasulullah  berkata kepadaku, Wahai yang memiliki dua kuping.’” Abu Samar&lt;br /&gt;berkomentar  bahwa maksud beliau adalah bergurau, setiap manusia memiliki dua&lt;br /&gt;kuping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda   lihat  dari  contoh-contoh  di  atas  bahwa  canda  beliau  tidak   keluar  dari&lt;br /&gt;kebenaran  dan  kejujuran,  melainkan  menggunakan  cara   yang  halus,  sampai&lt;br /&gt;kadang  tidak  dimengerti  lawan  bicaranya,   sehingga  lawan  bicaranya  tersebut&lt;br /&gt;memahaminya dengan pemahaman  yang lucu. Begitulah, semua canda dan gurau&lt;br /&gt;beliau adalah jujur dan  benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At-Tirmidzi meriwayatkan bahwa Abu Hurairah berkata, “Para  sahabat berkata,&lt;br /&gt;Wahai Rasulullah. Engkau bergurau dengan kami.’  Beliau bersabda, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Aku tidak berkata kecuali benar.’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang   ada  pada  beliau  itu  adalah  kenabian  yang  jujur  dan  benar.   Tidak  ada&lt;br /&gt;kenabian yang di dalamnya ada kebatilan sedikit pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)   Kejujuran Rasulullah dalam Janji&lt;br /&gt;Abu  Dawud  meriwayatkan  bahwa   Abdullah  bin  Abi  Khansa  berkata,  “Aku&lt;br /&gt;melakukan transaksi  jual-beli dengan Nabi saw. sebelum beliau diutus, dan ada&lt;br /&gt;sisa barang  yang belum aku berikan padanya, lalu aku menjanjikan padanya untuk&lt;br /&gt;memberikannya  di tempatnya itu. Di hari yang telah ditentukan itu dan hari se-&lt;br /&gt;telahnya  ternyata aku lupa mendatanginya, aku datang pada hari yang ketiga, aku&lt;br /&gt;dapati  beliau telah berada di tempat itu. Beliau berkata, Wahai Pemuda, kau  telah&lt;br /&gt;menyusahkan aku, aku telah berada di sini selama tiga hari  menunggumu.’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dan al-Hakim,  “Rasulullah sedang duduk membagi&lt;br /&gt;pampasan perang Hawazin di Hunain,  seseorang berdiri di hadapan beliau dan&lt;br /&gt;mengatakan,  ‘Engkau   mempunyai  janji  denganku  wahai  Rasulullah.’  Beliau&lt;br /&gt;menjawab,  ‘Kamu benar, ambillah yang kamu inginkan.’ Lelaki itu berkata, ‘Aku&lt;br /&gt;ambil  delapan puluh domba dan penggembalanya.’ Beliau menjawab, Ya, itu&lt;br /&gt;milikmu.’  Lelaki itu berkata, ‘Engkau memutuskan dengan mudah sekali.’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hakim   meriwayatkan  dari  Huwaithib  bin  Abdul  Uzza  dalam  kisah  masuk&lt;br /&gt;Islamnya.   Ketika  masih  musyrik,  ia  memimpin  delegasi  yang  meminta  pada&lt;br /&gt;Rasulullah  saw. untuk meninggalkan Mekah dalam Umrah Qadha’ setelah masa&lt;br /&gt;tiga  hari yang disepakati. Huwaithib berkata, ‘Ketika Rasulullah datang untuk&lt;br /&gt;Umrah  Qadha’ dan kaum Quraisy keluar dari Mekah, aku termasuk orang-orang&lt;br /&gt;yang  tetap tinggai di Mekah, yaitu aku dan Suhail ibnul Amru, yang bertugas&lt;br /&gt;untuk  mengeluarkan Rasulullah jika waktunya telah lewat Tatkala tiga hari  telah&lt;br /&gt;terpenuhi aku dan Suhail ibnul Amru menghadap beliau dan  mengatakan, Telah&lt;br /&gt;lewat  syaratmu  maka  keluarlah  dari  negeri   kami.’  Beliau  langsung  berteriak,&lt;br /&gt;Wahai Bilal, jangan sampai ada  kaum muslimin yang ikut kita masih berada di&lt;br /&gt;Mekah saat matahari  terbenam.’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini bagian dari kitab Bathlul Abthal,  pengarangnya merinci sebagian sikap&lt;br /&gt;setia pada janji yang diamalkan  oleh Rasulullah saw. Ia menuliskan, “Sebelum&lt;br /&gt;tahun  Perjanjian   Hudaibiyah  kaum  Quraisy  telah  mengepung  Madinah.&lt;br /&gt;Persekutuan  orang-orang kafir (Ahzab) yang terdiri dari seluruh bangsa Arab baik&lt;br /&gt;Arab   kota  maupun  Badui  telah  bersepakat  untuk  melakukan  hal  itu.   Bani&lt;br /&gt;Quraizhah mencabut perjanjiannya dengan Rasulullah. Dengan  adanya hal itu,&lt;br /&gt;bertambahlah penderitaan kaum muslimin, mereka  benar-benar digoncang dengan&lt;br /&gt;goncangan yang dahsyat, tetapi Allah  menolong hamba-Nya yang beriman, dan&lt;br /&gt;memuliakan  mereka  serta   menanam  ketakutan  dalam  hati  kaum  musyrikin.&lt;br /&gt;Akhirnya, pasukan  Islam dengan dipimpin Rasulullah menyerang kota Mekah dan&lt;br /&gt;sampai di  Hudaibiyah. Kaum Quraisy lalu mengirim utusannya pada Muhammad.&lt;br /&gt;Coba  perhatikan, inilah Urwah ibnul Masud ats-Tsaqafi utusan mereka, kembali&lt;br /&gt;kepada  mereka dan menyifati keadaan Muhammad saw. serta tentaranya dengan&lt;br /&gt;kalimat  sebagai berikut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Aku telah datang pada Kisra Persia dalam  kerajaannya, dan Kaisar Romawi&lt;br /&gt;dalam  kerajaannya  serta  Raja   Najasyi  dalam  kerajaannya,  sungguh  aku  tidak&lt;br /&gt;melihat seorang  raja sekali pun di mata rakyatnya seperti Muhammad di mata&lt;br /&gt;sahabat-sahabatnya.’  Muhammad saat itu dalam keadaan mantap dan kuat tetapi&lt;br /&gt;ia tidak  ingin perang. Ia bersabda,&lt;br /&gt;‘Jika saat ini Quraisy mengajakku kepada  rencana yang isinya memintaku untuk&lt;br /&gt;menjalin silaturahmi, pasti aku  penuhi’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhail bin Amru datang sebagai delegasi Quraisy yang  membuat Muhammad&lt;br /&gt;saw. dan pasukannya tidak jadi masuk Mekah. Salah  satu syarat perjanjian ini&lt;br /&gt;adalah  syarat  yang  secara  zahir   merugikan,  yaitu  bahwa  Muhammad  harus&lt;br /&gt;menyerahkan kepada Quraisy  orang yang pergi ke tempat kaum muslimin tanpa&lt;br /&gt;izin walinya, dan  mereka tidak dituntut mengembalikan pengikutbeliau yang pergi&lt;br /&gt;ke  Quraisy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat ini mengagetkan para sahabat Nabi saw., termasuk  Umar ibnul Khaththab&lt;br /&gt;r.a..  Sehingga  ia  pergi  menemui  Abu  Bakar   dan  Rasulullah  saw.  seraya&lt;br /&gt;mengatakan, ‘Bukankah kita muslimin!  Bukankah mereka musyrikin! Bukankah&lt;br /&gt;engkau  Rasulullah!  Untuk  apa   kita  berikan  kerendahan  pada  agama  kita?’&lt;br /&gt;Rasulullah saw.  bersabda, ‘Aku adalah hamba Allah dan rasul-Nya tidak akan&lt;br /&gt;menyalahi  perintah-Nya dan Dia tidak akan menyia-nyiakan aku.’ Abu Bakar&lt;br /&gt;berkata,  ‘Aku bersaksi sesungguhnya dia utusan Allah.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menerimanya kaum  muslimin pada syarat ini adalah menyerahnya mereka pada&lt;br /&gt;perkara yang  belum diketahui rahasianya. Hal itu merupakan ujian yang terbesar&lt;br /&gt;bagi  kesabaran mereka.&lt;br /&gt;Ketika mereka dalam keadaan bersitegang seperti  ini dan Rasulullah saw. telah&lt;br /&gt;selesai bernegosiasi dengan delegasi  Quraisy, yaitu Suhail bin Amru, namun akad&lt;br /&gt;belum ditulis dan belum  selesai. Tiba-tiba datanglah pada mereka Abu Jandal, ia&lt;br /&gt;berteriak   dan  berjalan  tertatih-tatih  dengan  kaki  terbelenggu.  Abu  Jandal   ini&lt;br /&gt;adalah anak Suhail bin Amru. Begitu Suhail melihat anaknya, ia  beranjak ke arah-&lt;br /&gt;nya dan mengambil rantai belenggunya seraya  berkata, ‘Wahai Muhammad, per-&lt;br /&gt;soalan  antara  aku  dan  kamu  telah   mengerucut-artinya  negosiasi  telah  selesai-&lt;br /&gt;sebelum  datang  anak   ini.’  Nabi  menjawab,  ‘Kau  benar.’  Dan,  Abu  Jandal&lt;br /&gt;berteriak  memanggil-manggil kaum muslimin, ‘Apakah aku akan dikembalikan&lt;br /&gt;pada  kaum musyrikin yang merusak agamaku?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkanlah  sikap  itu,   sikap  Muhammad  saw.  yang  berani,  yang  telah  aku&lt;br /&gt;ceritakan pada  Anda keberaniannya yang tiada bandingnya. Dialah orang kuat&lt;br /&gt;yang  keluar dari Madinah maju dengan tentaranya. Sekarang telah Anda dengar&lt;br /&gt;bagaimana   Urwah  bin  Mas’ud  menyifatinya.  Bayangkanlah  bagaimana  beliau&lt;br /&gt;melihat   sahabat  terdekatnya  (dalam  keadaan  tersiksa),  datang   tertatih-tatih&lt;br /&gt;terbelenggu,  padahal  ia  termasuk  orang  terpandang   di  Quraisy,  ia  berjalan&lt;br /&gt;terbelenggu  karena  ikut  Muhammad  dan   ikut  agama  Muhammad.  Kemudian&lt;br /&gt;lihatlah, beliau tidak goyah dan  tidak ragu-ragu sama sekali pada apa yang belum&lt;br /&gt;ditulis dan belum  selesai. Beliau berkata pada Suhail, ‘Kau benar, persoalan telah&lt;br /&gt;selesai.’  Dan beliau mengembalikan sahabatnya dalam keadaan menangis pada&lt;br /&gt;musuhnya.  Coba lihatlah itu semua. Lantas siapa saja, coba tuliskan padaku satu&lt;br /&gt;keteladanan  saja dalam sejarah manusia semua seperti keteladanan yang dicontoh-&lt;br /&gt;kan  Muhammad saw. dalam menjaga dan menepati perkataan yang telah ia kata-&lt;br /&gt;kan  meski belum ditulis dan belum selesai.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis kitab juga  menuturkan contoh lain,&lt;br /&gt;“Kemudian lihatlah, kesetiaan beliau juga  terhadap musyrikin. Di antara syarat&lt;br /&gt;Perjanjian  Hudaibiyah  adalah   siapa  saja  bisa  masuk  dalam  akad  dan  janji&lt;br /&gt;Muhammad dan siapa  saja bisa masuk dalam akad dan janji Quraisy. Masuklah&lt;br /&gt;kabilah   Khuza’ah  dan  sekutunya  pada  akad  dan  janji  Muhammad  saw.  serta&lt;br /&gt;menjadi   sekutu  beliau.  Ketika  Quraisy  merusak  perjanjiannya  dan   membantu&lt;br /&gt;sekutunya, yaitu Bakar dan melibas Khuza’ah. Datanglah Amru  bin Salim al-&lt;br /&gt;Khuza’i meminta janji Rasulullah saw. dan meminta  beliau menolong sekutunya.&lt;br /&gt;Amru bersimpuh di hadapan Rasulullah saw  saat berada di masjid. Ia meratap dan&lt;br /&gt;berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Tuhan,  aku meratap pada Muhammad.&lt;br /&gt;Sekutu ayah kami dan ayahnya yang sangat  erat&lt;br /&gt;Tolonglah (Muhammad).&lt;br /&gt;Allah menunjukkanmu kemenangan yang  pasti.&lt;br /&gt;Ajaklah hamba-hamba Allah, mereka pasti datang memberi  bantuan.&lt;br /&gt;Dalam gelombang pasukan seperti samudra&lt;br /&gt;yang berjalan  berbuih-buih.&lt;br /&gt;Sesungguhnya Quraisy mengingkari janji padamu&lt;br /&gt;Dan  merusak perjanjianmu yang telah dikuatkan.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka serangan Quraisy  terhadap kaum musyrikin bani Khuza’ah yang menjadi&lt;br /&gt;sekutu kaum  muslimin itu, menjadi sebab disiapkannya pasukan terbesar yang&lt;br /&gt;dikenal   Jazirah  Arab dan  sejarah  untuk  membantu  sekutu  seseorang  saat   itu.&lt;br /&gt;Dampak  hal  itu  adalah  terbukanya  kota  Mekah  sebagaimana   kita  diketahui&lt;br /&gt;bersama Inilah contoh kesetiaan Rasulullah saw. pada  musuh agama yang telah&lt;br /&gt;beliau ikat perjanjian, atau sebelum mereka  bersekutu dengan kaum musyrikin&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;selain mereka.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah  contoh-contoh dari kejujuran dan kesetiaan beliau dalam menepati janji  dan&lt;br /&gt;perjanjian. Tidak pernah terjadi bahwa Rasulullah saw. berjanji  atau membuat&lt;br /&gt;perjanjian kemudian beliau ingkar atau berkhianat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhari  meriwayatkan bahwa ketika Heraklius bertanya pada Abu Sufyan tentang&lt;br /&gt;Muhammad,  “Apakah ia berkhianat?” Abu Sufyan menjawab, ‘Tidak.” Setelah&lt;br /&gt;itu,  Heraklius mengatakan, “Aku tanyakan kepadamu apakah ia berkhianat maka&lt;br /&gt;kalian  anggap bahwa ia tidak berkhianat memang seperti itulah seorang rasul,  ia&lt;br /&gt;tidak berkhianat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkhianat tergolong dusta, ingkar janji  adalah dusta, dan Rasulullah saw. bersih&lt;br /&gt;dari itu semua. Dari contoh  sedikit yang kami sebutkan, Anda melihat bahwa&lt;br /&gt;tidak  ada  seorang   pun  dari  manusia  yang  mencapai  tingkatan  yang  dicapai&lt;br /&gt;Rasulullah  saw. dalam kesetiaan menjaga kehormatan perkataan. Kalaupun ada, ia&lt;br /&gt;adalah  murid yang mengikuti keteladanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat yang terucap dari  Rasulullah saw. adalah jaminan yang tidak ada jaminan&lt;br /&gt;setelahnya.   Sampai-sampai  musuhnya  yang  paling  keras  dan  paling  lama&lt;br /&gt;memusuhi   beliau  dalam  perjalanan  dakwah  beliau  tidak  ragu-ragu  untuk&lt;br /&gt;memasukkan  dirinya dalam naungan kaum muslimin, jika telah mereka pastikan&lt;br /&gt;bahwa   yang  menjamin  keamanan  mereka  adalah  Muhammad  saw.  Mereka&lt;br /&gt;percaya  bahwa perkataan Muhammad adalah jaminan yang tidak sama dengan&lt;br /&gt;jaminan   lainnya.  Siapa  yang  menelusuri  peristiwa-peristiwa  sirah  pasti&lt;br /&gt;menemukan  contoh yang banyak atas hal ini. Itulah sifat shidiq (jujur dan benar)&lt;br /&gt;yang  dimiliki para nabi. Tidak pernah berubah sama sekali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3277087028736421362-4952518815862289767?l=annurcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annurcorner.blogspot.com/feeds/4952518815862289767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/06/ar-rasul-bagian-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/4952518815862289767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/4952518815862289767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/06/ar-rasul-bagian-3.html' title='AR - RASUL ...... # Bagian 3'/><author><name>NUY CORNER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14750148903677378381</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St7yPbPU5mI/AAAAAAAAAAM/owNyrC3w0do/S220/1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3277087028736421362.post-6918987329380075961</id><published>2010-06-09T10:23:00.000-07:00</published><updated>2010-06-09T10:23:02.683-07:00</updated><title type='text'>AR - RASUL ...... # Bagian 2</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Oleh : Sa'id Hawwa &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;B.  SIFAT-SIFAT ASASI RASULULLAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap rasul Allah wajib  memiliki empat sifat asasi berikut ini, sehingga pantas untuk mengemban  risalah Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Ash-Shidqul Muthlaq atau kejujuran secara  mutlak yang tidak rusak dalam segala kondisi. Sekiranya setiap  perkataannya diuji, pastilah sesuai dengan kenyataan; baik ketika ia  berjanji, serius, bercanda, memberi kabar, maupun ketika bernubuat. Apabila  sifat ini rusak sedikit saja, maka risalah yang ia bawa pun secara  otomatis rusak pula karena manusia tidak percaya dengan rasul yang  tidak jujur. Seorang rasul yang jujur, tidak sedikit pun dari  perkataannya yang mengandung kebatilan, dalam kondisi dan situasi apa  pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Al-Iltizamul Kamil atau komitmen dan sifat amanah yang  sempurna dengan apa yang ia serukan, sebagai wakil dari Allah. Tugas  rasul adalah menyam-paikan kepada  manusia  risalah  yang  dibebankan   oleh  Allah  kepada  mereka.  Apabila seorang  rasul  sendiri  tidak   menegakkan  kandungan  risalah  itu,  maka  hal  itu menunjukkan   bahwa  ia  tidak  berinteraksi  dengan  isi  risalah  tersebut,  dan   itu menjadi bukti kedustaannya dalam menyampaikan risalah. Seorang  rasul yang mempunyai hubungan langsung dengan Allah, pastilah amat  mengerti tentang keagungan  Allah,  dan  tidak  mungkin  melanggar   perintah  Allah.  Tindakan melanggar perintah Allah adalah suatu  pengkhianatan ke-pada-Nya, dan orang-orang yang tidak amanah  tentunya tidak pantas mengemban risalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  At-Tablighul Kamil  atau penyampaian kandungan risalah secara sempurna dan kontinu,  disertai rasa tidak peduli pada kebencian, siksaan, kejahatan, tipu  daya, konspirasi,  atau  sikap  kasar  manusia  yang  menghalangi   dakwah-nya.  Juga, istiqamah dalam mengerjakan perintah Allah dan  tidak menye-leweng darinya, meskipun menghadapi bujukan apa pun.  Tanpa tablig (penyampaian) , niscaya risalah  Hahi  tidak  akan   muncul.  Tanpa kontinuitas  serta  kesabaran  dalam bertablig,  niscaya risalah tersebut tidak akan bertahan keberadaannya Adapun tunduk  pada tekanan manusia atau bujukan mereka saat menyampaikan risalah itu,  menjadi bukti kebohongan klaim penyampaian risalah dari Allah. Tidak  ada yang  menyampaikan  risalah  Allah  kecuali  orang  yang   cintanya  pada  Allah mengalahkan segalanya Hanya Allahlah yang agung  di sisinya, dan hanya ridha-Nya yang menjadi tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.   Al-AqlulAzhim  atau  intelegensi  yang  cemeriang.  Manusia  tidak   tunduk  dan mengikuti orang lain kecuali jika orang tersebut lebih  cerdas darinya, agar mereka merasa tenang bahwa ia tidak membawa  mereka pada jalan yang salah. Tanpa intelegensia  yang  cemerlang,   pengemban  risalah  juga  tidak  akan  mampu meyakinkan orang lain  akan kebenaran yang ia bawa, khusus-nya bagi orang-orang yang  memiliki wawasan luas dan intelektualitas yang tinggi. Ia juga tidak akan  mampu menghadapi serangan orang-orang yang memusuhi ajarannya, yang menolak  dakwahnya, dan yang menyimpang dari jalan kebenaran. Oleh karena&lt;br /&gt;itu,  seorang rasul seharusnya adalah seorang yang paling cerdik, paling  cerdas, paling berakal, paling bijak, dan paling sem-purna  pengetahuannya dibandingkan manusia  yang  lain,  sehingga   keberada-an  dirinya  sendiri  bisa  menjadi  bukti kebenaran risalah  yang ia sampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila keempat sifat ini berkumpul dalam  diri seorang manusia yang mengklaim dirinya seorang rasul Allah,  disertai tanda-tanda kerasulan lainnya, tanpa ada hal yang mencegah klaimnya,  maka hal itu dapat menjadi bukti dan dalil kebenaran pengakuannya.  Ketika tidak ada alasan untuk mendustakan kejujuran seseorang yang  terkenal jujur, tidak ada penjelasan  bagi  komitmennya  yang  kuat,   kecuali  ketundukannya  kepada  Allah  swt. Bertahannya  sang   penyampai  risalah  dalam  bertablig,  meskipun  banyak  faktor  yang mendorongnya  untuk mundur, yang membuktikan keikhlasannya pada dakwah yang ia bawa,  dan pada Tuhan yang ia junjung risalah-Nya, serta adanya dakwah yang  disertai hujjah  yang  sempurna  berikut  pembawa  dakwah  yang   mampu  memberikan  bukti kebenaran dakwah tersebut dalam segala  seginya, menjadi bukti kebenaran dakwah dan risalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  sub bab ini kita akan mendapati bahwa Rasulullah saw. adalah teladan  yang utama dalam semua sifat-sifat ini. Anda tidak dapat mempelajari  satu sifat dalam diri beliau kecuali mengakui bahwa pemiliknya adalah  benar-benar seorang rasul Allah. Kita akan mempelajari sifat-sifat  ini sesuai dengan urutan yang telah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Kejujuran  Rasulullah&lt;br /&gt;Metode  kami  dalam  menampilkan  sifat  ini  adalah   dengan  mendatangkan  kesaksian-kesaksian atas kejujuran Rasulullah  saw.. Kesaksian ini sebagai berikut&lt;br /&gt;a.  Kesaksian musuh-musuh  Rasulullah.&lt;br /&gt;b.  Kesaksian para pengikut Rasulullah.&lt;br /&gt;c.  Kesaksian  realitas yang mencakup empat hal: pemberian kabar, berjanji dan membuat  perjanjian, canda, serta dalam nubuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kesaksian Musuh-Musuh  Rasulullah&lt;br /&gt;Kesaksian  musuh-musuh  beliau  mempunyai  nilai  yang   besar.  Hal  itu  menunjukkan pada puncak kepercayaan masyarakat  terhadap pribadi Rasulullah saw. Hanya saja, sebagian manusia  dikuasai kebodohan dan keangkuhannya, sehingga mereka  mengingkari   hal  itu tanpa  alasan  yang  jelas.  Nash-nash  di  bawah  ini meyakinkan  Anda apa yang kami sampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Baihaqi meriwayatkan bahwa  Mughirah bin Syu’bah berkata, “Hari pertama aku mengenal Rasulullah  saw. adalah tatkala aku dan Abu Jahal berjalan-jalan di sebuah lorong  Mekah, tiba-tiba kami bertemu Rasulullah saw. Selanjutriya,beliau menyeru  Abu Jahal, ‘Wahai Abu Hakam, marilahberiman kepada Allah dan rasul-&lt;br /&gt;Nya.  Aku mengajakmu kepada Allah.’ Abu Jahal menjawab, ‘Hai Muhammad, tidakkah   kamu  berhenti  mencela  tuhan-tuhan  kami?  Tidakkah  yang  kamu inginkan  adalah agar kami bersaksi bahwa kamu telah menyampaikan risalah? Baiklah  kami bersaksi bahwa kamu telah menyampaikan. Demi Allah, seandainya&lt;br /&gt;aku   tahu  apa  yang  kamu  sampaikan  itu  benar,  tentu  aku  mengikuti   kamu.’ Rasulullah saw lantas berlalu, sementara Abu Jahal menghadap  padaku, sambil berkata, ‘Demi Allah, sebenarnya aku tahu apa yang ia  katakan adalah benar, tapi ada sesuatu yang mencegahku, yaitu bani  Qushayy pernah mengatakan, ‘Pada kami kekuasaan menjaga ka bah  (hijabah)’ Kami menjawab, Ya.’ Lalu mereka berkata, ‘Pada kami  kekuasaan memberi minum haji (siqayah).’ Kami menjawab, Ya.’  Lalu  mereka berkata, Pada kami kekuasaan memimpin rapat  (nadwah).’ Kami   menjawab,  Ya.’  Kemudian  mereka  berkata,  ‘Pada  kami  kekuasaan memimpin  perang Qiwa ).’ Kami menjawab, Ya.’ Setelah itu, mereka memberi makan   kendaraan  mereka  dan  kami  memberi  makan kendaraan  kami,  hingga tatakala  kendaraan siap dan berdekatan mereka mengatakan, ‘Dari kami seorang nabi.’   Maka,  demi  Allah,  aku  tidak  menjawabnya.’”  Ibnu  Abi  Syaibah   juga mengeluarkan riwayat semisal ini. At-Tirmidzi meriwayatkan dari  Ali r.a., “Abu Jahal berkata pada Nabi saw, ‘Kami tidak  mendustakanmu, tetapi mendustakan apa yang kamu bawa.’” Allah swt  berfirman, “... mereka sebenarnya bukanlah mendustakan kamu, akan  tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allahlah.”  (QS. Al-An’aam: 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Asakir meriwayatkan bahwa Mu’awiyyah r.a.  bercerita, “Abu Sufyan keluar menuju tanah lapang miliknya,  mengiringi Hindun. Aku ikut keluar berjalan didepan mereka. Saat itu  aku masih seorang bocah dan aku menunggang keledaiku. Tiba-tiba kami  mendengar kehadiran Rasulullah saw. Maka Abu Sufyan berkata,&lt;br /&gt;Turunlah,   hai  Mu’awiyah  supaya  Muhammad  menaiki  kendaraanmu!’  Aku langsung  turun dari keledaiku dan Rasulullah saw. menaikinya, beliau berjalan di depan  kami sebentar menoleh kepada kami dan bersabda, Wahai Abu Sufyan bin Harb  dan Hindun binti Utbah! Demi Allah, sungguh kalian pasti mati, kemudian pasti   dibangkitkan,  lalu  yang  berbuat  kebajikan  pasti  masuk  surga   dan  yang berbuat keburukan pasti masuk neraka. Aku berkata pada  kalian dengan benar, dan  kalian  sungguh  orang  yang  pertama  aku   beri  peringatan.’  Kemudian Rasulullah saw membaca, ‘Haa  Miim. Diturunkan dari Tuhan yang Maka Pemurah lagi Maka Penyayang...’ hingga  ‘... keduanya menjawab, ‘Kami datang dengan suka hati.’&amp;nbsp; (Fushshilat:  1-11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Sufyan lalu berkata kepada beliau, ‘Apakah engkau  sudah selesai, wahai Muhammad?’ Beliau menjawab, Ya.’ Rasulullah saw.  turun dari keledai lantas aku menaikinya. Lalu Hindun menghadap Abu  Sufyan seraya berkata, ‘Apakah untuk tukang sihir ini kau turunkan  anakku?’ Tidak, demi Allah ia bukan tukang sihir dan bukan  pembohong,’ jawab Abu Sufyan.’” Hadits ini dikeluarkan juga oleh  Thabrani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam  Bukhari  dan  Muslim  juga  menceritakan  kisah   Abu  Sufyan  di  hadapan Heraklius-sebagaimana  diceritakan  Abu   Sufyan  sendiri  pada  Ibnu  Abbas.  Diantaranya adalah pertanyaan  Heraklius pada Abu Sufyan, “Heraklius bertanya, ‘Apakah  kalian   menuduhnya  berbuat  dusta  sebelum  ia  mendakwahkan ajarannya?’ Aku  jawab, Tidak.’” Di akhir kisah itu, Heraklius berkata pada Abu Sufyan,  “Aku tanyakan pada kalian apakah kalian menuduhnya berdusta sebelum ia  mendakwahkan ajarannya, kalian jawab tidak. Maka aku segera tahu bahwa  ia tidak mungkin meninggalkan dusta pada manusia untuk kemudian  berdusta pada Allah swt.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi  juga meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra., ia mengatakan, “Ketika turun  firman, ‘Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang  terdekat.’&lt;br /&gt;(asy-Syu’araa : 214)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. langsung naik  ke bukit Shafa dan memanggil-manggil, Wahai bani  Fahr,  wahai  bani   Adi,’  kepada  pemuka-pemuka  Quraisy  hingga  mereka berkumpul dan  beliau bersabda, ‘Jawablah, seandainya aku beri kabar bahwa ada pasukan  kuda di balik lembah itu ingin menyerang kalian, apakah kalian percaya pada   ucapanku?’  Mereka  menjawab,  Ya,  kami  tidak  pernah  menjumpaimu berdusta.   Hanya  kejujuran  dan  kebenaran  perkataanmu  yang  selama  ini  kami tahu.’  Beliau melanjutkan, ‘Sesungguhnya aku pemberi peringatan pada kalian,  di antara  kedua  tanganku  terdapat  siksa  yang  pedih.’  Abu   Lahab  langsung menimpali,  ‘Celaka  kau,  hai  Muhammad!  Apakah   untuk  ini  kau  kumpulkan kami.’ Maka turunlah ayat, ‘Binasalah  kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya ia akan binasa.’ (al-Lahab:  1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  nash-nash  ini  jelaslah  bagi  Anda  bahwa  kepercayaan   pada  kejujuran Muhammad saw. nyata adanya, dan tidak ada keraguan  dalam masalah ini sama sekali. Inilah yang menjelaskan kita pada  hal-hal berikut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Adanya orang-orang yang sebelumnya memerangi  beliau, kemudian percaya dan beriman kepada beliau, satu per satu,  taat tanpa paksaan, seperti Khalid ibnul Walid,  Amru  ibnul  Ash,   dan  Umar  ibnul  Khaththab.  Hal  itu  tak  lain karena mereka tidak  ragu bahwa Muhammad saw. adalah orangyang jujur dan benar&lt;br /&gt;(skadiq),  hanya saja mereka dikejutkan oleh sesuatu yang belum pernah mereka dengar,   juga  bapak-bapak  mereka,  sehingga  mereka  mengingkarinya.  Ketika keterkejutan   itu  hilang  dan  mereka  memakai  akal  pikirannyayang  jernih, bertemulah  kebenaran pikiran dengan kepercayaan dasar pada pribadi Muhammad&lt;br /&gt;saw.,  dan lahirlah keimanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Tampaknya keikhlasan kepada beliau,  dalam diri orang-orang yang sebelumnya kafir dan kemudian beriman. Di  antara mereka ada yang baru beriman pada masa-masa  akhir   kehidupan  Rasulullah,  setelah  mereka  tertakluk-kan  oleh  pasukan Islam,  seperti orang-orang Quraisy lainnya. Mereka akhir-nya menyerah pada Islam,   setelah  sebelumnya  ada  perasaan  membangkang,  dengki,  ragu,  dan syahwaty ang  mencegah mereka untuk itu. Ketika mereka masuk Islam karena tunduk  pada kenyataan, mereka ikhlas dan setia pada Rasulullah saw. dengan keikhlasan   yang  sempurna.  Mereka  pun  berjuang  mati-matian  di  jalan  Islam setelah  penutup kebenaran hilang dari mata mereka. Setelah itu, tampaklah di mata  dan hati mereka bahwa Muhammad saw. adalah saudara dan putra yang mulia.  Pengetahuan dan kepercayaan mereka pada pribadi beliau adalah dasar pertama  yang membuat mereka ikhlas menempuh jalan baru mereka (yaitu Islam), yang  mereka lalui dengan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kesaksian musuh-musuh  Rasulullah saw. Sebagian mereka masuk Islam setelah mengadakan  permusuhan sengit, dan sebagian lagi mati dalam kekafirannya. Akan  tetapi, dalam  permusuhan  paling  sengit  sekalipun,  semua   mengakui  dan  meyakini  bahwa Muhammad saw adalah orang yang jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.   Kesaksian Para Pengikut Rasulullah&lt;br /&gt;Kami  paparkan  kesaksian  para   sahabat  dan  pengikut Rasulullah  saw.  sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah  saw. senantiasa bergaul dan hidup bersama para sahabatnya dalam segala  hal; makan, minum, bepergian, shalat, dan dalam pertemuan-per-temuan (majelis).  Beliau menyukai kesederhanaan dan keterusterangan, serta membenci sesuatu   yang  dibuat-buat  dan  dipaksa-paksakan  (takallufi.  Sebagian   sahabat&lt;br /&gt;menemani beliau sebelum dan setelah kenabian selama puluhan  tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat bukanlah orang-orang yang bodoh dan  terbelakang serta terasing dari perkembangan dunia. Bahkan, sebagian  mereka berasal dari Mekah, yang menjadi tujuan bangsa Arab untuk  berhaji setiap tahun, dan seluruh Jazirah Arab tunduk kepada   penduduknya  karena  keutamaan  dan  kepemimpinannya,  mereka  biasa bepergian  untuk melakukan hubungan dagang dengan Yaman dan Syam yang merupakan  pusat peradaban saat itu. Sebagian lagi berasal dari Madinah, di mana terjadi   kontak  pemikiran  dengan  bangsa  Yahudi  yang  menye-babkan  mereka berwawasan  luas dan terbuka hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat juga telah membuktikan,  di masa hidup Rasulullah saw. dan setelah wafatnya, mereka adalah  manusia paling cemerlang akal pikirannya, paling kaya taktik  dan   pengalamannya,  serta  paling  banyak  mengetahui  tokoh,  suku,  dan politik  bangsa-bangsa di dunia saatitu. Dengan bukti, meski dengan keterbatasan&lt;br /&gt;sarana,   mereka  berhasil  membuka  sebagian  besar  negara-negara   berperadaban waktu itu. Mereka juga berhasil mengaturnya, mendapatkan  kecintaan dari pen- duduknya, serta menggabungkannya ke dalam  rengkuhan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dua sisi ini bertemu, yakni pergaulan  yang intens dan kecerdasan orang yang digauli, maka kedustaan tidak  mungkin disembunyikan dan akan terbuka serta kejujuran akan tampak  terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada  fenomena  yang  jelas  dalam  kehidupan  para   sahabat,  yaitu  semakin bertambah intensitas pergaulan mereka dengan  Rasulullah saw., maka semakin kuatlah keimanan mereka pada beliau.  Bahkan, orang yang paling banyak bergaul dengan Rasulullah saw. yang  paling tinggi keimanan dan ketaatannya pada beliau. Keimanan ini  sampai pada satu tingkatan bahwa mati untuk apa yang diinginkan Rasulullah  saw. lebih mereka cintai daripada hidup. Menginfakkan harta lebih mereka  sukai daripada menyimpannya Taat lebih mereka cintai daripada maksiat Agama  Rasulullah saw. lebih mereka cintai daripada harta, anak, tempat  tinggal, istri, dan tanah air. Ini semua adalah bagian dari fenomena  adanya rasa percaya dan keimanan yang sempurna pada beliau,  kalaulah tidak ada rasa percaya tentu ini semua tidak akan ada  Sampai-sampai, di antara mereka ada seorang anak ingin membunuh  ayahnya yang kafir dan seorang ayah ingin membunuh anaknya yang kafir.   Untuk  apa  ini  semua  mereka  lakukan?  Kalaulah  bukan  karena   puncak keimanan dan kepercayaan mereka pada Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut   ini  adalah  contoh-contoh  yang  pada  hakikatnya  merupakan  dampak positif  dari kepercayaan dan keimanan yang sempurna, sekaligus merupakan bukti nyata  atas keimanan itu. Dalam setiap contoh terdapat kesaksian dari  pemiliknya, setelah ia membuktikan sendiri bahwa Rasulullah saw.  adalah orang yang jujur&lt;br /&gt;tak diragukan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Al-Hafizh Abu  Hasan ath-Thayalisi meriwayatkan bahwa Aisyah r.a. berkata, “Ketika  para sahabat Nabi saw. berkumpul-mereka berjumlah 38 orang- Abu Bakar   mendesak  Rasulullah  saw.  untuk  berdakwah  secara  terang-terangan. Rasulullah  saw. berkata, Wahai Abu Bakar, jumlah kita masih sedikit. Tetapi Abu Bakar   terus  mendesak  hingga  akhirnya  Rasulullah  saw.  berdakwah   terang- terangan. Kaum muslimin ikut berdakwah dan berpencar dalam  sisi-sisi masjid. Setiap orang bersama kelompoknya. Abu Bakar berdiri  menyam-paikan khotbah, sedangkan Rasulullah saw duduk. Jadi, Abu  Bakar adalah khatib pertama yang mengajak beriman kepada Allah dan  rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum musyrikin segera bereaksi. Mereka marah kepada  Abu Bakar dan orang-orang Islam. Mereka memukuli orang-orang Islam  di semua sisi masjid dengan keras, menginjak-injak Abu Bakar dan  menganiayanya dengan sadis. Si Fasik Utbah bin Rabi’ah mendekati Abu  Bakar dan me-mukulnya dengan dua sandalnya yang kasar serta  menamparkannya pada muka Abu Bakar. Ia melompat di perut dan tubuh  Abu Bakar sampai tidak bisa dikenali lagi bentuk mukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejurus   kemudian,  datanglah  bani  Taim  menyerang  kaum  musyrikin  dan melepaskan   Abu  Bakar.  Bani  Taim  menggotong  Abu  Bakar  dalam  kain  dan membawanya  ke dalam rumahnya. Mereka tidak meragukan lagi kematian-nya. Lalu,  bani Taim kembali masuk ke masjid dan berkata, ‘Demi Allah, jika Abu Bakar  mati maka akan kami bunuh Utbah bin Rabiah!’ Lalu, mereka kembali ke rumah  Abu Bakar. Abu Quhafah dan bani Taim mengajak bicara Abu Bakar sampai  ia bisa menjawab, akhirnya ia bisa berbicara pada petang hari dan  berkata, ‘Apa  yang  terjadi  pada  Rasulullah?’  Mereka  langsung   men-cela  Abu  Bakar dengan perkataan serta menghinanya, lalu mereka  berdiri dan berkata pada Ummu Khair, ‘Iihatlah, dan beri ia makan  atau minum.’ Ketika Ummu Khair hanya berdua dengan Abu Bakar, ia  memaksanya untuk berbicara dan berkatalah Abu Bakar,  ‘Apa  yang   terjadi  pada  Rasulullah?’  Ummu  Khair  menjawab,  ‘Demi Allah, aku  tidak tahu apa yang terjadi dengan sahabatmu.’ Dia berkata, ‘Pergilah ke  Ummu Jamil binti Khathab dan tanya-kan padanya tentang beliau.’ Segera Ummu   Khair  pergi  menjumpai  Ummu  Jamil,  dan  mengatakan,  ‘Abu  Bakar menanyakan  padamu tentang Muhammad bin Abdillah.’ Ummu Jamil menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Aku  tidak tahu Abu Bakar juga Muhammad bin Abdillah, bolehkah aku ikut denganmu  menemui anakmu?’ Ya,’ jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjalanlah Ummu Jamil bersama  Ummu Khair menjumpai Abu Bakar yang sakit parah. Ummi Jamil  mendekatinya, dan berkata dengan suara keras, ‘Demi Allah, sungguh,   orang-orang  yang  memperlakukanmu  seperti  ini  adalah  benar-benar fasik  dan kufur, aku mengharap dari Allah agar membalaskan untukmu perbuatan mereka.’  Abu Bakar bertanya, ‘Apa yang terjadi pada Rasulullah?’ Ummu Jamil berkata,  ‘Ini ada ibumu, ia mendengar.’ Abu Bakar menjawab, ‘la tidak berbahaya bagimu.’  Ummu Jamil lalu mengabarkan, ‘Rasulullah sehat dan baik.’ Di mana beliau?’  tanya Abu Bakar. ‘Di rumah Ibnu Arqam,’ jawab Ummu Jamil. Abu Bakar  lalu berkata, ‘Aku bersumpah untuk Allah, aku tidak makan dan minum kalau   tidak  menemui  Rasulullah.’  Keduanya  menahan  Abu  Bakar,  sampai keadaan   sepi  dan  manusia  tenang,  mereka  memapahnya  keluar  hingga memasukkannya  menemui Rasulullah saw..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah r.a. berkata, ‘Rasulullah  langsung merangkulnya dan menciumnya, hal itu diikuti kaum muslimin.  Rasulullah sangatterharu padanya.’ Abu Bakar berkata, ‘Demi bapak dan  ibuku, wahai Rasulullah, aku tidak tertimpa apa-apa kecuali apa yang   ditimpakan  orang  fasik  itu  pada  mukaku.  Ini  ibuku  sangat  baik   pada&lt;br /&gt;putranya,  dan  engkau  adalah  orang  yang  diberkahi  maka   ajaklah  ia  beriman kepada Allah dan doakanlah pada Allah untuknya,  semoga dengan doamu Allah menyelamatkan  dia  dari  neraka.’   Kemudian  Rasulullah  saw.  mengajaknya beriman kepada Allah dan ia  pun masuk Islam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Ibnu Ishaq meriwayatkan bahwa Ibnu Umar  r.a. berkata, “Ketika Umar r.a. masuk Islam, ia mengatakan, ‘Siapakah  orang Quraisy yang paling masyhur menukil perkataan?’ Dikatakan   kepadanya, ‘Jamilbin Mamar  al-Jahmi.’ Maka ia pergi menemui Jamil.  Abdullah bin Umar berkata, ‘Aku juga pergi mengikuti jejaknya dan   ingin  melihat  apa  yang  ia  perbuat—saat  itu  aku  anak  lelaki   yang  sudah memahami segala yang aku lihat hingga ia sampai menemui  Jamil, lalu Umar berkata padanya, ‘Apakah kautahu wahai Jamil bahwa  aku telah Islam dan masuk agama  Muhammad  saw.?’  Abdullah  berkata,   ‘Demi  Allah,  Jamil  tidak menjawabnya, segera ia berdiri  mengulurkan serbannya dan beranjak pergi diikuti Umar, aku pun  mengikuti mereka.’ Ketika sampai di pintu masjid, Jamil berteriak sekeras-kerasnya,   Wahai  segenap  Quraisy-saatitu  merekasedangberkumpul  di&lt;br /&gt;sekitar   Ka’bah-,  ketahuilah,  Ibnul  Khaththab  telah  murtad!’  Umar   langsung menyahut, ‘la bohong, aku tidak murtad, tetapi aku telah  masuk Islam dan aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Muhammad  utusan Allah.’ Mereka langsung bangkit menyerangnya dan terus  menyerangnya. Hingga ketika matahari tegak di atas kepala mereka,  Umar berkata, ‘Aduh, tak kuat lagi.’  Lalu ia duduk dan mereka  berdiri di atas kepalanya. Umar menantang mereka, ‘Lakukan apa yang kalian  kehendaki, aku bersumpah jika kami ada tiga ratus orang, maka sungguh, (yang   akan  terjadi  adalah  adakalanya)  kami  yang  kalah  dan  kami   tinggalkan Ka’bah untuk kalian atau kalian  yang kalah dan  meninggalkan Ka’bah untuk kami.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah berkata, Tatkala  mereka dalam keadaan seperti itu, datanglah seorang lelaki tua dari  Quraisy memakai jubah hitam dan pakaian berbordir, ia berhenti di depan  mereka dan bertanya, ‘Ada apa dengan kalian ini?’ Mereka menjawab, ‘Umar  berpindah agama.’ Ia berkata, ‘Lepaskan ia, apa yang kalian inginkan  dari orang yang memilih suatu perkara untuk dirinya sendiri? Apakah  kalian kira bani Adiy  akan  menyerahkan  saudaranya  pada  kalian   seperti  ini?  Tinggalkan  saja orang itu.’ Abdullah berkata, ‘Demi  Allah, mereka langsung melepaskan Umar seperti pakaian yang terlepas  dari Umar.’ Ia berkata, ‘Aku berkata pada ayahku-&lt;br /&gt;setelah hijrah ke  Madinah-’Wahai ayah! Siapakah yang menghardik orang-orang kafir  dan   membebas-kanmu  saat  engkau  masuk  Islam  dan  mereka menyerangmu?’  Beliau menjawab, ‘Itu, wahai anakku, Ash bin Wail Sahmiy.’” Riwayat  ini isnadnya baik dan kuat-demikian dalam kitab al-Bidayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.   Bukhari  meriwayatkan  dalam  kitab  at-Tarikh bahwa  Mas’ud  bin   Khurasy  r.a berkata,  Tatkala  kami  berputar  antara  Shafa  dan   Marwa,  tiba-tiba  ada  orang ramai-ramai mengikuti seorang pemuda   yang tangannya diikat pada lehernya. Aku bertanya, ‘Ada apa  dengannya?’ Mereka menjawab, ‘Itu adalah Thalhah bin Ubaidillah, ia  telah murtad.’ Seorang wanita di belakangnya marah-marah dan memaki-makinya.   Aku  bertanya,  ‘Siapakah  ia?’  Mereka  menjawab,  ‘Shu’bah binti  Hadhrami, ibunya.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Baihaqi, Ibnu Sa’id, Hants, Ibnu Mundzir,  Ibnu Asakir, dan Ibnu Abil Hatim meriwayatkan bahwa Sa’ad bin  Musayyab r.a. berkata, “Saat Shuhaib r.a. hijrah menghadap Nabi saw.,  ia diikuti segerombolan musyrik Quraisy, segera ia turun dari  kudanya  dan  memasang  busurnya lantas  berkata,  ‘Kalian  telah  tahu,   hai orang-orang Quraisy, aku adalah orang yang paling jitu memakai  panah. Demi Allah,  kalian  tidak  akan  sampai  menyentuhku,  sebab   akan  aku  bidik  kalian dengan seluruh anak panah dalam busurku,  lalu akan aku tebas kalian dengan pedangku selama ia ada dalam  genggamanku. Setelah itu terserah kalian, jika kalian mau aku  tunjukkan untuk kalian hartaku di Mekah dan biarkanlah aku berjalan.’   Mereka  menjawab,  Ya.’  Mereka  berjanji  untuk  itu.  Shuhaib  pun menunjukkan  hartanya pada mereka. Ketika itu Allah menurunkan pada Rasul-Nya  ayat Al-Qur an, ‘Dan  di  antara  manusia  ada  yang   mengorbankan  dirinya  karena  mencari keridhaan Allah.’ (al-Baqarah:  207) sampai akhir ayat Ketika Nabi saw. bertemu Shuhaib,  beliau   bersabda,  ‘Perniagaanmu  telah  untung  wahai  Abu  Yahya, perniagaanmu  telah untung wahai Abu Yahya!’ Dan, beliau membacakan padanya ayat  Al-Qur an itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Hakim meriwayatkan dari Sulaiman bin Bilal  r.a., “Ketika Rasulullah berangkat menuju  Badar,  Sa’ad  bin   Khaitsimah  dan  ayahnya  ingin  berangkat  bersama beliau. Hal itu  disampaikan pada Nabi saw., namun beliau meme-rintahkan agar yang  ikut berperang salah satunya saja. Mengetahui hal itu, keduanya menjadi bingung.  Khutsaimah bin Harits lalu berkata pada anak-nya yaitu Sa’ad, ‘Salah seorang   di  antara  kita  harus  ada  yang  tinggal,  maka  tinggallah  kau   bersama istrimu.’  Sa’ad  menjawab,  ‘Seandainya  selain  surga   tentu  aku  mengalah  dan memberikannya padamu, aku mengharap mati  syahid sebentar lagi.’ Akhirnya mereka berdua mengundi dengan anak  panah, dan keluarlah anak panah Sa’ad. Maka keluarlah Sa’ad bersama  Rasulullah saw. menuju Badar. Ia syahid dibunuh Amru bin Abdu Wudd.’”  Hadits ini dikeluarkan juga oleh Ibnu Mubarak dari Sulaiman dan Musa  bin Uqbah dari Zuhri, sebagaimana tertera dalam kitab al-Ishabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.   Thabrani meriwayatkan dari Ibnu Umar r.a., “Saat Perang Uhud, Umar  ibnul Khaththab  r.a.  berkata  pada  saudaranya,  ‘Pakailahlah  baju   besiku,  wahai Saudaraku!’ Saudaranya menjawab, ‘Aku ingin mati  syahid sebagaimana engkau menginginkannya.’  Keduanya  meninggalkan   baju  besi  itu.”  Haitsami  berkata&lt;br /&gt;bahwa rijalnya sahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.   Ibnu Ishaq meriwayatkan bahwa Qasim bin Abdurrahman bin Rafi’ saudara  bani Adi  bin  Najjar  berkata,  “Anas  bin  Nadhar-paman  Anas  bin   Malik-(di  tengah berkecamuknya Perang Uhud) bertemu Umar ibnul  Khaththab dan Thalhah bin Ubaidillah yang berada di tengah  orang-orang Muhajirin dan Anshar radhiyallahu&lt;br /&gt;‘annum yang saat itu  telah membuang senjata yang ada di tangan mereka. Ia bertanya, ‘Apa  yang membuat kalian duduk?’ Mereka menjawab, ‘RasuluUah telah   terbunuh.’  Ia  berkata,  ‘Apa  yang  kalian  perbuat  dengan  hidup   setelah kematiannya? Bangkitiah, dan matilah seperti matinya  Rasulullah.’ Kemudian ia menyongsong kaum kafir, dan bertarung sampai  terbunuh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.  Hakim menwayatkan bahwa Zaid bin Tsabit r.a.  berkata, “Saat Perang Uhud Rasulullah mengutusku untuk mencari Sa’ad  bin Rabi’ r.a. dan beliau berkata padaku,  ‘Jika  kau  melihatnya   bacakan  padanya  salam  dariku,  dan  katakan padanya bahwa  Rasulullah mengatakan kepadamu, bagaimana kau men-dapati dirimu?’   Zaid  berkata,  ‘Aku  mulai  berkeliling  di  antara  orang-orang  yang terbunuh   dan  aku  temukan  Sa’ad  bin  Rabi’  sedang  berada  di  peng-habisan napasnya,  terdapat tujuh puluh luka berupa tusukan tombak, sabetan pedang, dan&lt;br /&gt;bidikan  panah pada tubuhnya.’ Aku katakan padanya, Wahai Sa’ad, Rasulullah mengucapkan  salam untukmu dan mengatakan  kepadamu, kabarkan kepadaku bagaimana  kau mendapati dirimu?’ Ia menjawab, ‘Salam bagi Rasulullah dan salam   bagimu,  katakan  pada  beliau,  Wahai  Rasulullah  aku  mendapati   diriku mencium bau surga, dan katakan pada kaumku Anshar, jika kalian  ikhlas pada Rasulullah saw. dan masih ada satu jengkal untuk  membelanya, maka tidak ada uzur bagi kalian di sisi Allah (untuk  tidak membela Allah dan Rasul-Nya).’ Ia berkata, ‘Kemudian wafatlah  ia rahimahullah.’” Hakim berkomentar, hadits ini isnadnya  sahih,   dan  keduanya  (Bukhari  dan  Muslim)  tidak  mengeluarkannya. Adz-Dzahabi  berkata, Sahih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim meriwayatkannya melalui jalan Ibnu Ishaq,  “Abdullah bin Abdurrahman bin Abi Sha’sha’ah menceritakan dari  ayahnya bahwa Rasulullah saw. bersabda, ‘Siapa  yang  melihat   untukku  apa  yang  terjadi  pada  Sa’ad  bin  Rabi’  r.a.?’  - kemudian   menuturkan  hadits  seperti  di  atas.  Sa’ad  berkata,  ‘Kabarkan   pada&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bahwa aku termasuk yang mati dan bacakan pada  beliau salam dariku  serta  katakan  pada  beliau,  semoga  Allah   membalas  engkau  dengan kebaikan, dari kami dan dari semua umatmu.’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.   Al-Baihaqi  meriwayatkan  dari  Malik  bin  Umair  r.a.,  ia  telah   menemui  masa jahiliah, ia berkata, “Seorang laki-laki datang pada  Rasulullah dan berkata, ‘Aku berteinu  musuh  dan  bertemu  ayahku   dalam  gerombolan  mereka,  dan  aku mendengar  darinya  perkataan   kotor  untukmu,  aku  tidak  bisa  sabar  sampai akhirnya  aku   menusuknya  dengan  tombak  (atau  sampai  aku  bunuh  dia).’ Mendengar  itu, Nabi saw. diam saja. Kemudian, datang laki-laki lain dan berkata, ‘Aku  bertemu ayahku, aku meninggalkannya, aku lebih suka orang selain aku yang   menghadapinya.’  RasuluUah  saw.  tetap  diam.”  Al-Baihaqi  berkata,   “Ini adalah hadits mursal yang baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Al-Bazzar   meriwayatkan  bahwa  Abu  Hurairah  r.a.  berkata,  “Rasulullah  saw. melewati  Abdullah bin Ubay yang sedang berada di bawah tembok benteng dan berkata,  ‘Ibnu Abi Kabsyah melempar debu kepada kita.’ Seketika itu anaknya, Abdullah  bin Abdullah bin Ubay r.a. berkata, Wahai Rasulullah, demi Zat yang memuliakanmu,  jika engkau berkenan pasti aku datangkan kepalanya padamu?’ Beliau  menjawab, ‘Jangan kamu lakukan itu, tetapi perlakukan ayahmu dengan baik   dan  temanilah  dengan  baik.’”  Haitsami  berkata,  “Diriwayatkan   oleh  al- Barraz dan rijalnya dapat dipercaya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Ibnu   Hisyam  menyebutkan  dari  Abi  Ubaidah  dan  dari  para  pakar  tentang peperangan  lainnya. Umar ibnul Khathab r.a. mendekati Sa’id ibnul Ash r.a. dan berkata   padanya,  “Kurasa,  kamu  mengira  aku  telah  membunuh  ayahmu. Seandainya  pun aku membunuhnya, aku tidak akan meminta maaf padamu karena aku  telah membunuhnya. Aku hanya membunuh pamanku, Ash bin Hisyam bin Mughirah.   Sedangkan  bapakmu,  aku  temukan  dia  sedang  me  lampiaskan marahnya,  aku menghalanginya, lalu datanglah anak pamannya menyerangnya mendahuluiku  dan membunuhnya.” Riwayat seperti ini ada dalam al-Bidayah, dan  ditambahkan dalam kitab al-lsthab dan al-Ishabah, “Lalu Sa’id ibnul Ash berkata  padanya, ‘Seandainya kaubunuh dia, kamu benar dan aku yang salah.’ Umar  langsung takjub mendengar ucapannya itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Ibnu Sa’id  meriwayatkan dari Zuhri, ia berkata, “Ketika Abu Sufyan bin Harb datang   ke  Madinah,  ia  menemui  Rasulullah  saw.,  saat  itu  beliau   hendak menyerang Mekah. Abu Sufyan minta agar Rasulullah saw.  memperpanjang dan menambah isi Perjanjian Hudaibiyah, tetapi  Rasulullah saw. sama sekali tidak menerimanya. Abu Sufyan lalu  beranjak dan masuk ke rumah putrinya, Ummu Habibah r.a. Ketika ia  hendak duduk di kasur Rasulullah saw, Ummu Habibah melipatnya. Ia  berkata, ‘Hai putriku, apakah karena kasur ini kau membenciku ataukah  membenciku karenanya?’ Dia menjawab, ‘Karena kasur itu adalah kasur Rasulullah  dan engkau orang yang najis dan musyrik!’ Abu Sufyan membalas berkata,  ‘Hai putriku, kamu telah ditimpa kejelekan setelah meninggalkanku.’” Ibnu  Ishaq menyebutkan riwayat seperti ini tanpa isnad, sebagaimana dalam  al-Bidayah dan menambahkan, “Aku tidak suka kau duduk pada  kasurnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Thabrani meriwayatkan bahwa Anas bin Malik r.a.  berkata, “Ketika Perang Uhud, penduduk  Madinah  membentuklingkaran.   Mereka  berkata,  ‘Muhammad  telah terbunuh!’ Sehingga menggemalah  teriakan-teriakan dari arah Madinah. Maka keluarlah seorang wanita  dari Anshar dan mendapati bapaknya, anaknya, dan saudaranya-telah  mati semua-aku tidak tahu mana yang ia temui lebih dulu. Setiap kali  ia bertemu seorang di antara mereka, wanita itu bertanya, ‘Siapa ini?’  Mereka menjawab, ‘Bapakmu, saudaramu, anakmu.’ Ia malah bertanya,  ‘Apa yang terjadi dengan  Rasulullah  saw.?’  Para  sahabat   menjawab,  ‘Beliau  ada  di  depanmu.’ Hingga akhirnya ia tiba di  hadapan Rasulullah saw dan memegangi ujung pakaian beliau seraya  berkata, ‘Demi bapakku, engkau dan ibuku, wahai Rasulullah, aku tidak  peduli (apa pun yang menimpa pada keluargaku) asal engkau selamat dari kecelakaan.’”Nash-nash   ini menjelaskan seberapa jauh keimanan para sahabat dan peng-ikut  yang selalu menyertai Rasulullah saw.. Sekaligus menunjukkan betapa   kepercayaan  mereka  pada  Rasulullah  saw.  sangatlah  kuat  tiada bandingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.   Kesaksian Realitas&lt;br /&gt;Kesaksian realitas adalah kesaksian paling  tinggi dan kuat karena melalui realitas manusia  bisa  mencapai   keyakinan  yang  tidak  bercampur  keraguan.  Silakan mengadakan   kajian  yang  rinci  terhadap  segala  sesuatu  yang  datangnya  dari Rasulullah  saw, baik perkataan maupun perbuatan. Jika akhimyayang ia temukan dalam  semua perkataan dan perbuatan beliau hanyalah kebenaran dan kejujuran, serta  tidak keluar sedikit pun darinya, maka di hadapan manusia hanya ada  satu jalan, yaitu mempercayai dan membenarkan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan  bisa dapati dalam bab kedua, kajian yang sempurna pada Al-Qur’an men- jelaskan  pada Anda bahwa semua kandungan Al-Qur’an adalah benar, nyata, dan berasal  dari Allah swt. Akan kita dapati dalam bab ketiga-insya Allah-bahwa pengujian  yang sempurna pada nubuat-nubuat beliau menunjukkan pada Anda bahwa  masa depan adalah penyingkap, pembenar, dan penguat nubuat tersebut. Kami  akan menukilkan beberapa contoh dari canda dan gurau beliau. Akan kita dapati  bahwa hal itu tidak keluar dari kebenaran dan kejujuran. Juga contoh  janji beliau, betapa beliau selalu menepatinya dengan benar. Juga,  contoh beberapa hadits  beliau,  yang  manusia  bisa  mengetahui   kejujuran  dan  kebenaran  beliau melalui  penelitian  dan pengujian.   Kita akan  mendapati  suatu  keajaiban,  yaitu adanya kesesuaian  antara apa yang diketahui manusia zaman sekarang setelah melakukan  hipotesa dan penelitian dengan apa yang diucapkan Rasulullah saw. beberapa  abad yang silam. Kami akan menutup bagian ini dengan catatan penting bahwa  satu-satunya sumber yang dapat kita ambil untuk mengetahui hal-hal yang gaib  dengan pasti adalah Rasulullah saw, dan sabda beliau adalah dalil  melebihi dalil  lainnya,  disertai  pembahasan  beberapa  persoalan   yang  berkaitan  dengan masalah ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3277087028736421362-6918987329380075961?l=annurcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annurcorner.blogspot.com/feeds/6918987329380075961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/06/ar-rasul-bagian-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/6918987329380075961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/6918987329380075961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/06/ar-rasul-bagian-2.html' title='AR - RASUL ...... # Bagian 2'/><author><name>NUY CORNER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14750148903677378381</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St7yPbPU5mI/AAAAAAAAAAM/owNyrC3w0do/S220/1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3277087028736421362.post-6431760800770147992</id><published>2010-06-09T09:46:00.000-07:00</published><updated>2010-06-09T09:46:18.112-07:00</updated><title type='text'>AR - RASUL ...... Bagian 1</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh : Sa'id Hawwa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A.  FISIK RASULULLAH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Saat seseorang memandang  fisik Rasulullah saw., ia segera merasakan bahwa ia sedang berada di  depan keindahan yang meng-agumkan dan tak ada duanya. Penampilan yang mencerminkan  ke-percayaan yang mutlak dan tak terbatas. Berikut ini adalah pendapat yang  disepakati oleh mereka yang bertemu dan melihat langsung Rasulullah  saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ad-Darimi dan al-Baihaqi mentakhrij bahwa Jabir bin Samurah  berkata, “Aku melihat Nabi saw. pada malam bulan purnama, dan ketika  aku bandingkan antara wajah  Nabi  saw.  dan  indahnya  bulan,  say  a   dapati  wajah Nabi  saw.  lebih  indah dibandingkan rembulan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At-Tirmidzi  dan al-Baihaqi meriwayatkan bahwa Abu Hurairah r.a. berkata, “Aku  tidak pernah melihat sesuatu yang lebih indah dari Rasulullah saw..  Seakan-akan mentari bersinar dari wajah beliau. Aku tidak pernah  dapati seseorang yang lebih cepat jalannya dibandingkan beliau,  seakan-akan bumi melipat sendiri tubuhnya saat beliau berjalan.  Ketika aku ikut berjihad, aku lihat beliau tidak pernah berlindung di  balik&lt;br /&gt;perisai.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhari-Muslim meriwayatkan bahwa al-Barra  berkata, “Rasulullah saw. mempunyai pundak yang lebar, rambutnya  mencapai ujung telinga, dan tidak pernah ada orangyang lebih indah  dipandang dibandingkan beliau.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim meriwayatkan dari Abu  Thufail bahwa ia pernah diminta untuk menceritakan tentang Rasulullah  saw. kepada kami, kemudian ia menjawab, “Beliau memiliki wajah yang  putih dan berseri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhari meriwayatkan bahwa Abu Hurairah  berkata, “Rasulullah saw. memiliki dua kaki yang kokoh dan tegap, dan  wajah yang indah, yang belum pernah kutemukan wajah seindah itu  sebelumnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Musa Madini meriwayatkan dalam kitab ashShahabah  bahwa Amad bin Abad al- Hadhrami berkata, “Aku melihat Rasulullah  saw., dan tidak pernah melihat wajah seindah itu sebelumnya maupun  sesudahnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ad-Darimi meriwayatkan bahwa Ibnu Umar berkata, “Aku   tidak  pernah  temukan  orangyang  lebih  berani,  dermawan,  dan   lebih  bersinar wajahnya, dibandingkan Rasulullah saw..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad  dan Baihaqi meriwayatkan bahwa Mahrasy Kahti berkata, “Rasulullah  saw. mengambil umrah dari jiranah, pada malam hari. Dan, ketika saya melihat  bagian belakang tubuh beliau, say a seperti melihat perakyang menyala.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah  bin Imam Ahmad serta al-Baihaqi meriwayatkan bahwa Ali r.a. berkata, “Rasulullah  saw. bukanlah orang yang tubuhnya tinggi menjulang.Jika berjalan bersam rombongan,  beliau tampak menonjol.  Wajahnya putih, kepalanyabesar, alis matanya panjang  dan hitam, danjika ada keringat yang menetes dari wajah beliau, akan  tampak seperti mutiara. Aku tidak pernah melihat wajah seindah wajah  beliau, sebelumnya atau setelahnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deskripsi tentang  Rasulullah saw. yang diberikan oleh Hindun bin Abi Halah, “Tubuh  Rasulullah saw. menampakkan pribadiyang agung. Wajahnya bersinar seperti bulan   purnama.  Kepalanya  besar.  Rambutnya  keras.  Kuliatnya  putih   ke-merahan. Keningnya luas. Alisnya tebal.Jika marah, keningnya  meneteskan keringat. Hidungnya mancung. Tubuhnya diliputi cahaya.  Orangyang tidak memperhatikan dengan saksama&lt;br /&gt;menyangkanya  amat   tinggi.Jenggotnya  tebal.  Matanya  hitam.  Kedua  pipinya  tirus. Mulutnya  lebar. Giginya indah. Memiliki bulu halus di atas perut. Lehernya amat  halus. Tubuhnya sedang. Sedikit gemuk dan tegap, dengan perut dan  dada yang seimbang. Dadanya  bidang.  Kedua  pergelangan  tangannya   panjang.  Telapak  tangannya  luas. Kedua kaki dan tangannya kekar.  Jari-jarinya panjang. Jalannya tegap, seperti sedang turun dari  ketinggian. Jika menoleh, dengan seluruh tubuhnya. Pandangannya selalu tertunduk  he tanah, danjarang sekali mendongakkan matanya he langit....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika   Rasulullah  menyentuh  seseorang,  orang  itu  akan  merasakan   ketenangan  yang mengagumkan,  dan  perasaan  ketinggian  ruhani   yang  menakjubkan.  Ahmad meriwayatkan bahwa Sa’d bin Abi Waqqash  berkata, “Suatu  ketika  akujatuh  sakit  di  Mekah.  Kemudian   Rasulullah  saw.  menjenguk, meietakkan tangan beliau di kening, dan  mengusap wajah, dada, sertaperutku. Hingga saat ini, aku masih  merasakan sentuhan tangan beliau dijantung.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim  meriwayatkan bahwa Jabir bin Samurah berkata, “Suatu ketika  Rasulullah saw. mengusap mukaku dengan tangannya. Aku dapati tangan beliau   demikian  sejuknya  dan  berbau  wangi.  Seakan-akan  tangan  tersebut   baru dikeluarkan dari kantong kesturi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhari dan Muslim  meriwayatkan bahwa Anas r.a. berkata, “Aku  belum  pernah  menemui   sutra  maupun  beludru yang  lebih  lembut  dari  tangan Rasulullah  saw. Dan, belum pernah mencium bau misik atau minyak anbar yang lebih harum  dari Rasulullah saw..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan  beliau  memberikan  sugesti   kepada  orang  yang  melihatnya  bahwa  orang tersebut  sedang   berdiri  di  hadapan  seorang  nabi.  At-Tirmidzi  meriwayatkan  bahwa Abdullah  bin Salam berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika Nabi saw. datang ke Madinah, aku  menemui beliau. Ketika aku melihat wajah beliau, aku segera  mengetahui bahwa wajah beliau bukan wajah seorang pendusta.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu  Ramtsah Tamimi berkata, “Aku mendatangi Nabi saw. bersama anakku.  Ketika aku melihat beliau, hatiku langsung berkata, ‘Orang ini  pastilah nabi Allah.’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Rawahah berkata tentang  Rasulullah saw, “Seandainya tidak ada ayat-ayat penjelas pun, yang  menerangkan beliau sebagai rasul, niscaya penampilan dan tubuh beliau  sudah cukup menjadi keterangan itu.”&lt;br /&gt;Ini  adalah  sebagian   riwayatyang  menjelaskan  tentang  tubuh  Rasulullah  saw..  Semua keagungan   postur  tubuh  beliau  itu  kami  ceritakan  kembali,  sehingga  kita   dapat menangkap dengan jelas kepribadian Rasulullah saw. dari segala  seginya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3277087028736421362-6431760800770147992?l=annurcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annurcorner.blogspot.com/feeds/6431760800770147992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/06/ar-rasul-bagian-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/6431760800770147992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/6431760800770147992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/06/ar-rasul-bagian-1.html' title='AR - RASUL ...... Bagian 1'/><author><name>NUY CORNER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14750148903677378381</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St7yPbPU5mI/AAAAAAAAAAM/owNyrC3w0do/S220/1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3277087028736421362.post-7746487608491123135</id><published>2010-06-09T09:36:00.000-07:00</published><updated>2010-06-09T09:36:36.634-07:00</updated><title type='text'>AL-ISLAM</title><content type='html'>Oleh : Sa'id Hawwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SA’ID HAWWA adalah sosok ulama yang cukup vokal dalam menyuarakan  kebenaran (al-Islam). Ulama yang hidup di Mesir ini telah banyak  menghasilkan tulisan-tulisan keislaman yang sangat berkualitas dan  dibutuhkan ummat. Pemikiran-pemikirannya senantiasa merujuk pada  al-Qur’an dan as-Sunnah. Namun, pemikiran-pemikirannya tidak lepas dari  kontroversi dan kritikan (protes) dari mereka yang merasa berat untuk  melaksanakan Islam secara total (kaffah) sebagaimana yang selalu  ’diteriakkan’ oleh beliau.&lt;br /&gt;&lt;!-- pagebreak --&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah  agama para rasul dan nabi seluruhnya. Dari semenjak Nabi Adam hingga  risalah Nabi Muhammad SAW, yang menjadi pamungkas risalah-risalah Allah.  Islam inilah yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk dipeluk umat Islam  sehingga urusan mereka menjadi baik, di dunia dan di akherat. Disini  dipaparkan bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Islam adalah akidah yang tercerminkan dengan  dua syahadat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan rukun-rukun iman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Islam adalah ibadah  yang tercerminakan dengan shalat, zakat, puasa dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua  hal diatas merpakan rukun-rukun islam yang menjadi pondasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Ada bangunan Islam yang berdiri di atas rukun-rukun ini. Yang  tercerminkan dengan manhaj kehidupan dalam islam, yaitu manhaj politik,  ekonomi, militter, akhlak, social, pendidikan dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Islam mempunyai dukungan-dukungan yang merupakan jalan berdirinya yang  tercerminkan dalam jihad, amar ma’ruf dan nahi munkar. Dan  dukungan-dukungan ini selain dukungan rabbaniyah yang tercerminkan dalam  sanksi fitrah, sanksi ilahi di dunia dan tercerminkan dalam syurga dan  neraka di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antitesis Islam adalah kejahiliyahan. Tak  ada sesuatupun bagian dari islam yang tidak memiliki antitesis. Hal itu  merupakan jejak dari keterbatasan ilmu manusia, yang dikuasai hawa nafsu  dan syahwatnya, sehingga ia melihat sesuatu ayng indah menjadi buruk  dan yang buruk menjadi indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah kesempurnaan secara  total, sedangkan kejahiliyahan adalah kekurangan secara total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selam  ia berakidah dengan seluruh islam, berarti dia muslim, selama ia  mengikuti perbuatan buruk dengan tobat, maka ia akan mengarah kepada  kebaikan. Sedangkan jika seseorang terus menjaslankan keburukan , maka  ia kan menjadi orang fasik, namun ia tetap muslim. Seharusnya seorang  muslim meninggalkan akhlak jahiliyah secara keseluruhan dan berperilaku  dengan islam secara keseluruhan. Hal ini agar umat islam menjadi  penampilan yang sempurna bagi system islami dan berusaha mengenyahkan  system jahiliyah di dunia. Bukannya islam yang menjadi penyerang dan  penghancur system jahiliyah, malah sebaliknya Islamlah yang menjadi yang  diserang dan berusaha dilenyapkan oleh system jahiliyah. Alangkah  banyaknya penyebar ajaran jahiliyah di tanah islma ini dan banyak juga  kaum muslimin yang memenuhi ajakan itu, baik gerakan misionaris,  komunis, filsafat liberalis, partai-partai politiknon islami, menjadi  kaki tangan orang kafir dengan nama kemajuan dan memerangi kemunduran  dan slogan-slogan semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan mereka dibantu oleh  kebodohan kaum muslimin dan berpindahnya kekuasaan politik kepada  penjajah, pada pertama kali , kemudian ke tangan orang yang memberikan  loyalitas pemikiran atau politik atau keduanya kepada para penjajah itu.  Oleh akrena itu jadilah peperangan jahiliyah yang terprogram yang  menggunakan perangkat propaganda yang canggih sehingga islam menjadi  agama yang asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku Al-Islam dituliskan secra lengkap  lima bab berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rukun-rukun Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sistem ( Manhaj )  social dan akhlak Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Negara, Unsur-unsurnya, politiknya  dan perangkatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kebijakan –kebijakan umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Faktor  penguat Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membaca buku ini, seorang mukallaf  bias mengetahui bagaimana seorang individu muslim yang benar-benar  muslim dan mengetahui bagaimana membuat perilakunya dalam kehidupan  selurhnya menjadi islami. Ia mengetahui konsekuaensi perilaku ini, tahu  penyimpangan yang diakibatnya dan setelah itu mengetahui beban hokum  yang dibebankan oleh Allah SWT kepada hamba-hambaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBAGAI  TAMBAHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya yang berjudul “Min Ajli Khuthwatin ila  al-Amam’ala Thariqi al-Jihad al-Mubarak”, Sa’id Hawwa mengungkapkan  ketentuan-ketentuan dalam Islam yang bersifat badihi (prinsipil), yaitu  merupakan ketentuan yang sudah jelas nash-nya dan tidak diragukan lagi  kebenarannya. Dan semua ummat Islam wajib menerima ketentuan atau  konsepsi dalam Islam yang bersifat badihi tersebut. Menurut Sa’id Hawwa,  ada sepuluh ketentuan yang bersifat badihi (prinsipil). Berikut ini  ke-sepuluh prinsip tersebut yang diringkas dari buku “10 Aksioma tentang  Islam” – terjemahan dari buku “Min Ajli Khuthwatin ila al-Amam’ala  Thariqi al-Jihad al-Mubarak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Prinsip Pertama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah  satu-satunya sistem hidup yang dibebankan pada seluruh ummat manusia,  di barat atau di timur, di utara atau di selatan, berkulit kuning,  merah, putih atau hitam. Allah swt telah mengumumkan bahwa Dia tidak  akan menerima sistem hidup (ad-Dien) selain Islam dengan firman-Nya:&lt;br /&gt;”Sesungguhnya  dien (sistem hidup) yang diridhai di sisi Allah ialah Islam.”(Qs.Ali  Imran:19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang mencari dien (sistem hidup) selain  Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima (dien itu) darinya.” (Qs.Ali  Imran:85)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan Islam adalah risalah yang  diturunkan Allah swt melalui Nabi Muhammad saw. Risalah ini merupakan  penutup seluruh risalah Allah swt, dan demikian risalah atau agama yang  diturunkan Allah sebelumnya melalui para Nabi-Nya yang terdahulu tidak  berlaku lagi. Karena itu seluruh manusia diwajibkan untuk memeluk Islam  sampai Hari Kiamat. Barangsiapa yang tidak mengimani Islam, sedangkan  seruan Islam telah sampai kepadanya, maka ia dianggap sebagai ahli  neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak  mendengar seseorang tentangku dari ummat ini, apakah ia Yahudi atau  Nasrani, kemudian ia tidak beriman dengan apa yang diutus kepadaku  melainkan ia akan tergolong dari ahli neraka.” (HR.Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Prinsip  Kedua&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah satu-satunya jawaban yang benar dan bersih  terhadap semua persoalan manusia. Ia mencakup seluruh aspek kehidupan  manusia yang meliputi keyakinan, ibadat, syari’at dan syi’ar-syi’ar.  Islam merupakan neraca dan satu-satunya tolok ukur untuk semua sisi  kehidupan manusia. Dari Islamlah terefleksinya petunjuk yang benar dan  lurus serta selamat dalam segala hal.&lt;br /&gt;“Dan Kami turunkan kepadamu  (Muhammad) Kitab (al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan  petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah  diri.” (Qs.an-Nahl:89)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an menerangkan segala persoalan,  apakah melalui nash-nashnya atau melalui kesimpulan-kesimpulan yang  tepat tentang nash-nash tersebut berdasarkan hadits, qiyas, ijma’ ulama,  istihsan, istishab, istislah, ’urf, hukum-hukum yang diakui oleh akal,  syara’ atau hukum adat menurut batas-batas yang dibenarkan oleh nash  tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Prinsip Ketiga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bila seseorang masuk Islam,  berarti ia telah menyerah secara mutlak kepada Allah swt dalam semua  persoalan yang mencakup semua aspek kehidupan, termasuk yang berhubungan  dengan jiwa, akal, hati, ruh, perasaan, emosi, perbuatan, pemikiran,  kepercayaan dan peribadatan. Termasuk dalam hal konstitusi dan  undang-undang kehakiman. Di samping itu Islam berarti penolakan total  terhadap seluruh bentuk penyekutuan dengan selain Allah. Allah swt  berfirman:&lt;br /&gt;“….Barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman  kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali  yang amat kuat yang tidak akan putus….” (Qs.al-Baqarah:256)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Prinsip  Keempat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam pemikiran eksperimental merupakan salah satu  fenomena proses pembentukan pribadi Muslim atau karakteristik Islam.  Oleh karena itu segala sesuatu yang telah dicapai oleh akal yang sehat  dan melalui proses percobaan adalah sesuatu yang dapat diterima dari  sudut pandangan Islam dan diberi jaminan kepercayaan terhadap  kesahannya. Rasulullah pernah bersabda:&lt;br /&gt;“Hikmah (ilmu pengetahuan)  itu merupakan hak orang Mu’min. Maka di mana saja ia jumpai, ia lebih  berhak terhadapnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika pemikiran-pemikiran  eksperimental itu sudah tidak murni lagi, telah diwarnai oleh sistem  hidup yang tidak Islami, maka kita berkewajiban untuk membersihkannya  terlebih dahulu, dan mewarnainya dengan nilai-nilai Islam yang bersih,  sebelum kita menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Prinsip Kelima&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam  adalah satu sistem yang sempurna dan lengkap, karena ia mencakup seluruh  sistem politik, sosial, ekonomi dan moral. Oleh karena itu mengabaikan  atau melupakan sebagian dari sistem Islam berarti menghalangi perjalanan  seluruh sistem itu sendiri. Begitu juga menegakkan politik yang tidak  berdasarkan pada pilar-pilar Islam merupakan satu kendala dan sekaligus  tantangan terhadap Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh sektor kehidupan kaum Muslimin  harus selalu berlandaskan pada nilai-nilai dan syari’at Islam,  ekonominya, politiknya, sosialnya, pendidikannya, militernya dan  sektor-sektor lainnya. Tidak dibenarkan melaksanakan Islam secara  parsial (tentunya selama kondisi dan kemampuan memungkinkannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah  patut kamu beriman kepada sebagian al-Kitab (Taurat) dan ingkar  terhadap sebagian yang lain? Maka tidak ada balasan bagi yang berbuat  demikian dari kamu, kecuali kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada  Hari Kiamat mereka akan dikembalikan kepada siksa yang amat berat. Allah  tidak lengah terhadap apa yang kamu perbuat.” (Qs.al-Baqarah:85)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa  yang tidak menghukum menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu  adalah orang-orang kafir.” (Qs.al-Maidah:44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Prinsip Keenam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh  kaum Muslimin dibebani kewajiban menegakkan kalimatullah agar Islam  menjadi satu-satunya Dien yang tegak di bumi ini. Allah berfirman:&lt;br /&gt;“Dan  Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itu rendah dan kalimatullah  itulah yang tinggi.” (Qs.at-Taubah:40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang  berperang untuk menjadikan kalimatullah yang tertinggi sekali, maka ia  berjuang di jalan Allah.” (al-Hadits)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tujuan Allah  mengutus Rasul-Nya adalah agar Islam sebagai dienullah menang terhadap  dien-dien (sistem hidup) lainnya. Karena itu semua pengikut Muhammad  berkewajiban untuk mewujudkan kemenangan Islam dengan berjihad di  jalan-Nya.&lt;br /&gt;“Dia-lah Allah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa  petunjuk dan dien yang haq, agar dimenangkan-Nya terhadap semua dien.  Dan cukuplah Allah menjadi saksi.” (Qs.al-Fath:28)&lt;br /&gt;“Orang-orang yang  beriman dan berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka,  adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah, dan itulah orang-orang  yang mendapatkan kemenangan.” (Qs.at-Taubah:20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Prinsip  Ketujuh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslimin dalam satu negara, bahkan di seluruh dunia  harus merupakan satu sekutu, satu blok dan satu jama’ah. Sekutu ini  adalah sekutu iman dan politik. Apa pun bentuknya yang memisahkan dan  mengesampingkan hal ini adalah satu kekufuran dan kesesatan yang amat  besar. Sekutu dan blok tersebut harus mempunyai imam tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan  dan persatuan bagi ummat Islam sangat penting sekali. Para sahabat  Rasulullah saw telah mendahulukan pemilihan khalifah ketimbang mengubur  jenazah Rasulullah saw. Dalam satu kesempatan Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;“Tidak  boleh bagi tiga orang berada di manapun di bumi ini, kecuali memilih  salah satu seorang di antara mereka itu sebagai pemimpin.”(Musnad Imam  Ahmad, jilid II, hal.177)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mu’min dengan mu’min lainnya itu ibarat  satu tubuh, jika salah satu anggota tubuhnya ada yang sakit, maka  anggota tubuh lainnya ikut merasa sakit. Demikian Rasulullah pernah  mengingatkan ummatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khattab pernah berkata, “Tidak  ada Islam tanpa jama’ah, tidak ada jama’ah tanpa imamah, tidak ada  imamah tanpa ketaatan, dan tidak ada ketaatan tanpa bai’at. Barangsiapa  yang keluar dari jama’ah maka ia telah keluar dari Islam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Prinsip  Kedelapan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi kekuasaan politik Islam dan kaum  Muslimin di seluruh penjuru dunia sedang mengalami kehancuran dan  kelumpuhan seperti sekarang, maka merupakan kewajiban bagi setiap Muslim  untuk cepat-cepat melantik seorang imam yang akan memimpin perjuangan,  atau untuk mempersiapkan diri menghadapi peperangan, atau melakukan  persiapan yang matang untuk memilih seorang yang akan memimpin mereka.  Hal ini merupakan salah satu masalah yang sangat mendesak untuk segera  dilaksanakan.&lt;br /&gt;“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa  saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang  (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh-musuh Allah,  musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya.”  (Qs.al-Anfaal:60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memperjuangkan kebenaran (al-Islam)  diperlukan kesungguhan, sumber daya manusia dengan kuantitas dan  kualitas yang memadai, sarana dan prasarana serta pengorganisasian yang  rapi. Sayyidina Ali ra pernah mengatakan, “Kejahatan yang terorganisir  dapat megalahkan kebenaran yang tidak terorganisir.” Agar perjuangan  dapat terorganisir maka diperlukan kepemimpinan, yang manhaj  kepemimpinannya berpegang kepada al-Qur’an dan as-Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya  Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan  yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun  kokoh.” (Qs.ash-Shaff:4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Prinsip Kesembilan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menyertai  dan bergabung dengan jama’ah Islam dan imamnya adalah suatu kewajiban  besar di dalam Islam. Kewajiban ini secara langsung tidak memberikan  peluang untuk mengelakkan diri dari keterlibatannya dengan jama’ah dan  imamnya, kecuali dalam kondisi dimana orang-orang Islam tidak mempunyai  jama’ah dan imamnya. Maka dalam keadaan seperti itu, seorang Muslim  harus memisahkan diri dari perkumpulan sesat dan tetap berpegang kepada  yang haq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan  Muslim serta Abu Daud, dari Hudzaifah al-Yamani, diriwayatkan sebagai  berikut:&lt;br /&gt;Orang-orang yang bertanya pada Rasulullah saw tentang  kebaikan, tetapi saya bertanya tentang kejahatan, sebab saya takut akan  terlibat dengannya. Saya bertanya: “Wahai Rasulullah, dahulu kita berada  dalam masa Jahiliyah dan diliputi oleh suasana kejahatan, lalu Allah  mendatangkan pada kita kebaikan ini, maka apakah sesudah kebaikan itu  akan ada kejahatan?”&lt;br /&gt;“Ada,” jawab Rasulullah.&lt;br /&gt;“Apakah sesudah  kejahatan itu akan ada kebaikan?” Saya bertanya lagi.&lt;br /&gt;Rasulullah  menjawab, “Yaitu segolongan ummat yang mengikuti sunnah bukan sunnahku,  dan mengikuti petunjuk bukan petunjukku. Kenalilah mereka olehmu, dan  cegahlah.”&lt;br /&gt;Saya bertanya lagi, “Kemudian setelah kebaikan tersebut  masih adakah kejahatan lagi?”&lt;br /&gt;Rasulullah menjawab, “Masih, yaitu para  penda’wah yang menyeru manusia ke pintu neraka. Barangsiapa menyambut  seruan mereka, niscaya mereka akan dilemparkan ke dalam neraka.”&lt;br /&gt;Lalu  saya bertanya kepada Rasulullah, “Apa yang harus saya lakukan jika saya  menghadapi keadaan yang demikian itu?”&lt;br /&gt;Jawab Rasulullah, “Hendaklah  kamu teguh pendirian dengan jama’ah Islamiah dan imamahnya.”&lt;br /&gt;“Bagaimana  kalau sudah tidak ada lagi jama’ah Islamiah dan imamahnya?” Saya terus  bertanya.&lt;br /&gt;Rasulullah menjawab, “Tinggalkan golongan-golongan itu  semua, walaupun kamu akan menggigit sebatang pohon kayu, sampai kamu  mati dalam keadaan demikian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya sekarang, apakah bumi  yang kita diami ini telah kehilangan jama’ah dan imamnya, sedang  Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;“Akan selalu ada di kalangan ummatku, satu  golongan yang mendukung kebenaran, golongan yang selalu menentang dan  membelakangi mereka tidak akan memberikan kemudharatan apa-apa kepada  mereka sehingga Hari Kiamat. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ali ra mengatakan, “Tidak  akan sunyi bumi ini dari seorang pemimpin yang berdiri untuk Allah  dengan hujjah-hujjahnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Prinsip Kesepuluh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummat  Islam, sebenarnya merupakan satu jama’ah atau satu partai, dan maju  mundurnya jama’ah ini tergantung pada pencapaian ilmu, karakteristik,  dan komitmen ummat terhadap Islam. Oleh karena itu segenap kaum Muslimin  harus terikat pada rencana atau program yang telah disusun. Dan rencana  atau program yang disusun secara spontanitas pun harus tunduk kepada  kaidah-kaidah yang ketat, dan tidak boleh membelakangi ke arah  tercapainya tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik ummat Islam dan jama’ahnya  adalah sesuai dengan ayat 36-43 surat Asy-Syura. Karakteristik ummat  Islam ialah beriman, bertawakkal, menjauhkan diri dari dosa-dosa kecil  maupun besar dan perbuatan keji, mengontrol diri dari marah, menyambut  seruan Allah dalam semua hal, mendirikan shalat, berinfaq di jalan Allah  dan berlaku adil sesama manusia. Sedangkan ciri-ciri khusus dari  jama’ah Islamiah ialah adanya syura dan selalu menentang kezaliman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penutup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekalahan,  keterbelakangan, penindasan dan yang dialami ummat Islam sekarang ini  disebabkan adanya perselisihan dan perpecahan yang menimpa ummat Islam  dewasa ini. Perpecahan dan perselisihan ummat Islam sekarang ini  persoalannya bukanlah terletak pada perlunya pembersihan jiwa dan hati,  luwes dan sikap berhati-hati di dalam gerakan, tentang perlunya sikap  berlindung, atau perlunya semangat jihad. Ia juga bukan karena perbedaan  tentang perlunya penguasaan terhadap seluruh medan perjuangan, juga  bukan karena perbedaan perlunya suasana terbuka yang menjamin keamanan  da’wah Islamiah. Dan bukan pula karena perbedaan tentang  persoalan-persoalan yang dapat memberikan pelayanan kepada orang Islam.  Tetapi sumber segala perselisihan dan perpecahan di antara kita ialah  karena adanya perbedaan pandangan terhadap persoalan-persoalan dalam  Islam yang bersifat prinsipil (badihi). Sehingga banyak dari kalangan  ummat Islam sendiri yang melupakan dan mengabaikan prinsip (pokok) dalam  Islam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3277087028736421362-7746487608491123135?l=annurcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annurcorner.blogspot.com/feeds/7746487608491123135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/06/al-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/7746487608491123135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/7746487608491123135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/06/al-islam.html' title='AL-ISLAM'/><author><name>NUY CORNER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14750148903677378381</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St7yPbPU5mI/AAAAAAAAAAM/owNyrC3w0do/S220/1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3277087028736421362.post-8348183353839730459</id><published>2010-06-09T09:30:00.000-07:00</published><updated>2010-06-09T09:30:13.990-07:00</updated><title type='text'>PETUNJUK JALAN......# Bab 4</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh : Sayyid Qutb &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;BAB 4. Ciri-ciri Masyarakat  Islam&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya dakwah Islamiyah yang  dibawa Nabi Muhammad SAW merupakan mata rantai terakhir dari rangkaian  dakwah dan seruan ke jalan Islam yang telah berjalan lama di bawah  pimpinan para Rasul dan utusan-utusan Allah yang mulia. Dakwah ini di  sepanjang sejarah wujud manusia mempunyai sasaran dan tujuan yang satu.  Yaitu, membimbing manusia untuk mengenal Tuhan mereka yang Maha Esa dan  Yang Maha Benar, agar mereka menyembah dan mengabdi hanya kepada Tuhan  Yang Maha Esa dan mengubur segala penuhanan terhadap sesama makhluk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seluruh umat manusia kecuali segelintir  orang saja, tidak ingkar dengan dasar ketuhanan dan tidak menafikan  wujudnya Tuhan; tetapi mereka salah pilih dalam hal mengenal hakikat  Tuhan yang benar. Mereka menyekutukan Tuhan yang benar dengan  tuhan-tuhan yang lain. Bisa dalam bentuk ibadat dan akidah, atau pun  dalam bentuk ketaatan di bidang pemerintahan dan kekuasaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua bentuk itu adalah SYIRIK yang bisa  menyebabkan manusia keluar dari agama Allah. Padahal para Rasul sudah  mengenalkan Allah swt. kepada mereka. Tapi, mereka mengingkariNya  setelah berlalu beberapa masa dan generasi. Mereka pun kembali ke alam  jahiliyah, kemudian kembali mensyirikkan Allah, baik dalam bentuk akidah  dan ibadat, atau dalam bentuk ketaatan di bidang pemerintahan, atau pun  di dalam dua bentuk itu sekaligus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inilah dia tabiat dakwah ke jalan Allah  di sepanjang sejarah umat manusia. Ia mempunyai tujuan dan sasaran yang  satu yaitu “MENYERAH” di dalam pengertian penyerahan diri sepenuhnya,  penyerahan diri dan kepatuhan para hamba kepada Allah, Tuhan seru  sekalian alam, menarik umat manusia keluar dari mengabdikan diri kepada  sesama hamba Allah, kepada suasana menyembah dan mengabdikan diri kepada  Allah SWT, membawa mereka keluar dari sikap patuh dan tunduk kepada  sesama hamba Allah di dalam urusan peraturan hidup dan pemerintahan,  nilai-nilai dan kebudayaan, untuk bersikap patuh dan tunduk kepada  kekuasaan pemerintahan dan peraturan Allah saja di dalam semua urusan  hidup.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk inilah Islam datang melalui Nabi  Muhammad SAW sebagaimana ia datang melalui para Rasul sebelum beliau. Ia  datang untuk membawa umat manusia patuh kepada kekuasaan dan  pemerintahan Allah seperti seluruh alam ini berjalan mengikuti landasan  peraturan Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena manusia bagian dari alam ini,  maka manusia mesti patuh kepada peraturan Ilahi. Dengan demikian,  kekuasaan yang mengatur urusan hidup dan dunia ini seluruhnya adalah  kekuasaan Allah swt.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manusia tidak boleh mengecualikan  dirinya dari peraturan dan undang-undang Allah dengan cara tunduk dan  patuh kepada peraturan dan undang-undang yang lain dari peraturan dan  undang-undang Allah yang mengatur perjalanan alam dan dunia ini  seluruhnya, yang juga mengatur wujud manusia itu sendiri tanpa kehendak  dan kemauannya. Sebab mereka (manusia) itu diperintah dengan  undang-undang fitrah asal yang dicipta Allah di dalam hidup dan  perkembangan mereka, sehat dan sakit mereka, juga hidup dan mati mereka,  seperti mereka diperintah berdasarkan undang-undang fitrah asal dalam  organisasi mereka dan dalam akibat yang mereka terima dari amal  perbuatan mereka. Mereka tidak berhak mengubah sunnah dan peraturan  Allah dalam urusan itu, sebagaimana mereka tidak mampu mengubah sunnah  Allah mengenai peraturan alam yang mengatur perjalanan dan perkembangan  alam itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh kerana itu, mereka harus kembali  kepada Islam dengan kerelaan dalam urusan yang berkait dengan urusan  kehidupan mereka. Mereka mesti menjadikan syariat Allah SWT sebagai yang  memerintah dan berkuasa di dalam seluruh urusan hidup mereka supaya  selaras tindakan-tindakan yang dilakukan berdasarkan undang-undang  fitrah asal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi, jahiliyah yang tegak berdasarkan  pengabdian manusia atas sesama manusia, dan juga berdasarkan  penyelewengan dari hukum kejadian alam serta berdasarkan perampasan  undang-undang buatan manusia dengan undang-undang Allah dan fitrah,  itulah bentuk jahiliyah yang telah dihadapi oleh setiap Rasul yang  menjalankan dakwah ke jalan penyerahan diri kepada Allah Yang Maha Esa.  Itulah bentuk jahiliyah yang telah dihadapi oleh Rasulullah SAW dalam  menjalankan dakwahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jahiliyah tidak menjelma di dalam bentuk  teori saja. Ia menjelma dalam bentuk organisasi, dalam bentuk  masyarakat dan perkumpulan yang tunduk kepada kemauan dan arahan  masyarakat itu, tunduk kepada kehendak konsep, nilai-nilai dan faham,  perasaan dan kebiasaan. Ia merupakan masyarakat yang terikat kuat,  tersusun, setia, rapi, padu dan tak mungkin direnggangkan. Inilah yang  menyebabkan masyarakat itu bergerak, secara sadar atau tak sadar, untuk  mengekalkan wujudnya dan mempertahankan hayatnya, menentang dan  menghancurkan semua unsur yang membahayakan wujud dan hidupnya dalam  bentuk ancaman apa pun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena jahiliyah itu tidak berupa  “teori” saja melainkan juga berupa organisasi, maka usaha menghapus  jahiliyah itu dan membawa manusia ke jalan Allah sekali lagi harus tidak  terbatas dalam soal “teori” saja, karena cara yang demikian tidak akan  mempan menghadapi jahiliyah yang telah berakar dan telah lama membumi di  dalam masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dasar teoritis yang menjadi asas Islam,  di sepanjang sejarah umat manusia, ialah dasar “TIADA TUHAN MELAINKAN  ALLAH” (LA ILAAHA ILLALLAH) dengan pengertian mengesakan Allah SWT  dengan sifat-Nya sebagai TUHAN, sebagai Penguasa, sebagai Pendidik,  sebagai Pemerintah Yang Gagah Perkasa yang mempunyai kuasa mutlak di  dalam pemerintahan, Penegasan bentuk iktikad dalam hati, dalam perilaku,  dalam bentuk ibadat dan juga dalam bentuk pelaksanaan syariat-Nya pada  kehidupan sehari-hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengakuan “TIADA TUHAN MELAINKAN ALLAH”  tidak akan ada dalam kenyataan dan tidak bisa dianggap lahir dalam sisi  hukum melainkan dalam bentuknya yang sempurna seperti ini yang dapat  memberikan kepadanya suatu eksistensi yang sebenarnya, yang bisa  dianggap seseorang yang mengucapkan syahadat TIADA TUHAN MELAINKAN ALLAH  itu seorang Muslim atau bukan Muslim. Arti penjelmaan yang benar dari  dasar ini dalam segi teori ialah bahwa seluruh hidup manusia itu  diserahkan dan dikembalikan kepada Allah SWT saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka tidak bisa melakukan suatu urusan  pun mengenai hidup ini dari sisi diri mereka sendiri, bahkan mereka  hendaklah menyerah dan mengembalikannya kepada hukum Allah untuk mereka  ikuti. Hukum Allah hendaklah mereka kenal dan ambil dari sumber yang  satu. Sumber yang berhak menyampaikannya kepada mereka, yaitu Rasulullah  SAW. Ini dapat dipastikan dari rangkaian kata yang kedua dari syahadat,  yaitu pengakuan bahwa “Muhammad ialah utusan Allah” (Muhammadur  Rasulullah).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itulah dasar teoritis yang dapat  dijelmakan oleh Islam. Dasar ini menjadi dasar yang lengkap sempurna  bagi kehidupan apabila ia dilaksanakan di seluruh urusan hidup. Setiap  orang Muslim menghadapi segala cabang hidup “individu” dan “sosial”,  baik di dalam maupun di luar negara Islam, dalam hubungannya dengan  sesama anggota masyarakat Islam dan juga dengan masyarakat yang bukan  Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti yang telah kita katakan tadi,  Islam tidak cukup dengan penjelmaan di dalam bentuk “teori” saja, yang  boleh dianut oleh para penganutnya, iktikad kepercayaan saja dan  diamalkannya melalui saluran ibadat, sesudah itu mereka pun menjadi  individu yang bergerak dan bertindak mengikuti tema masyarakat jahiliyah  yang sedang berada di sekelilingnya. Wujud dan hidup mereka secara ini,  yakni secara beriktikad kepercayaan dan beribadat secara Islam tapi  mengikuti arus jahiliyah dalam segala segi kehidupan sehari-hari, walau  jumlah mereka (orang Islam) itu banyak dan mayoritas, tidak mungkin  membawa kepada wujudnya Islam secara langsung; karena peribadi-peribadi  Muslim rentan yang masuk ke tengah masyarakat jahiliyah akan terpaksa  tunduk dan patuh kepada kehendak masyarakat jahiliyah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka akan bergerak dan bertindak, baik  sadar atau tidak, untuk menunaikan kehendak masyarakat jahiliyah itu.  Mereka akan ikut mempertahankan hidupnya, mereka juga akan ikut serta  menghalangi semua tujuan dan sebab yang bisa mengancam kehidupan  masyarakat jahiliyah. Mereka secara otomatis mengikuti jejak anggota  masyarakat jahiliyah yang ingin mempertahankan hidupnya dan ingin pula  mengekalkan keutuhan masyarakat itu, baik mereka sadari atau tidak,  mereka suka atau tidak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan perkataan lain, orang-orang Islam  rentan itu dari segi amalan dan tindakannya, akan ikut memperkuat wujud  dan hidupnya masyarakat jahiliyah, sebagaimana mereka juga akan menolak  segala faktor yang bisa mengancam hidupnya masyarakat jahiliyah itu.  Mereka akan tetap merupakan sel-sel yang memberikan tambahan tenaga  kepada hidupnya masyarakat jahiliyah itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini bertentangan sekali dengan peranan  mereka sebagai orang yang ditugaskan untuk menghancurkan masyarakat  jahiliyah dan digantikan dengan masyarakat Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena itu, dasar teori Islam (akidah)  ini harus menjelma di dalam kenyataan hidup masyarakat sejak dini.  Selain itu, perlu adanya organisasi yang aktif, organisasi yang sama  sekali berlainan dengan organisasi ala jahiliyah, terpisah jauh dari  dasar pembentukan masyarakat jahiliyah yang hendak dihapuskan oleh  Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perlu pula keteladanan Rasulullah SAW  menjadi teras bagi organisasi ini. Begitu juga keteladanan para sahabat  serta para pemimpin umat Islam yang bertujuan menarik manusia kepada  jalan Allah, kepada bimbingan dan kekuasaanNya, kepada peraturan dan  pemerintahan-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap orang yang mengucapkan syahadat  LA ILAAHA ILLALLAH DAN MUHAMMADUR RASULULLAH mesti mencabut dan menarik  setiap kepatuhan dan kesetiaannya kepada organisasi-jahiliyah, yaitu  organisasi yang dibentuk oleh dasar dan panduan jahiliyah, dalam bentuk  apa pun, baik bentuk kekuasaan agama, yang terdiri dari lembaga  pendeta-pendeta, padri-padri, tukang-tukang tenung dan ahli-ahli nujum  serta lain-lain lagi, mau pun dalam pimpinan politik dan ekonomi serta  contoh yang ada pada kaum Quraisy, dan hendaklah dia menumpahkan segenap  kepatuhan dan kesetiaan kepada pembentukan masyarakat Islam dan  pimpinan Islamiyahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua ini mesti dilaksanakan mulai saat  pertama seorang Muslim menganut Islam, saat dia mulai mengucapkan  syahadat LA ILAAHA iLLALLAH, DAN MUHAMMADUR RASULULLAH. Karena wujud  masyarakat Islam tidak akan terlaksana melainkan dengan syarat ini,  tidak cukup dengan semata-mata wujud kepercayaan di dalam hati para  individu yang walaupun jumlahnya banyak, tapi tidak membulatkan  kepatuhan dan kesetiaan mereka kepada dasar organisasi mereka yang  mempunyai wujud dan bentuk hidupnya sendiri, yang memerlukan  anggota-anggota yang berusaha sungguh-sungguh bagi tegaknya wujud  masyarakat Islam, untuk melebarkan pengaruh dan kekuasaannya, untuk  mempertahankan hidupnya dari gangguan dan ancaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka bekerja bersama-sama atau  bersendirian di bawah suatu komando yang bebas dari segala pengaruh  jahiliyah, teratur rapi dan tersusun indah, di bawah arahan yang tegas  ke arah pelaksanaan tujuannya, menentang semua halangan yang bisa  melemahkannya, dan memberantas segala hal yang membawa munculnya bentuk  jahiliyah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah Islam, tumbuh dan hidup  subur serta menjelma dalam bentuk teori yang lengkap, yang menjadi  pijakan bagi sebuah organisasi yang aktif, terpisah jauh dari pengaruh  jahiliyah dan sanggup berhadapan dengan masyarakat jahiliyah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Islam tidak pernah sama sekali tampil  dalam bentuk teori kosong yang tidak berpijak dalam kenyataan dan  realitas. Begitulah caranya Islam bisa ditampilkan lagi dan sama sekali  Islam tak akan timbul di zaman dan di tempat mana pun tanpa pengertian  yang sebenarnya terhadap tabiat dan ciri perkembangannya berdasarkan  organisasi yang aktif seperti yang telah diuraikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketahuilah bahwa Islam mengikuti garis  panduan yang telah disebutkan di atas. Yaitu, pembinaan umat Muslim  berdasarkan kaedah dan panduannya, serta menegakkan hidupnya melalui  organisasi yang aktif, dengan menjadikan akidah sebagai tali penghubung,  tidak ada tujuan lain selain hendak memperjuangkan “kemanusiaan  manusia” dan hendak meninggikan derajat kemanusiaan itu di atas segala  derajat yang lain di dalam hidup manusia itu, yang menjadi panduan bagi  segala kaedah, pengajaran, undang-undang dan peraturan-peraturan Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya makhluk manusia mempunyai  persamaan dengan makhluk hewan dalam beberapa sifat tertentu yang  menimbulkan sangkaan kepada golongan INTELEKTUAL JAHIL bahwa manusia  juga hewan seperti hewan-hewan yang lain dan sekali sekali mereka  menyangka bahwa manusia itu adalah makhluk kera seperti kera-kera yang  lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walaupun ada banyak persamaan dalam  sifat-sifat tertentu dengan hewan dan kera, tetapi manusia itu punya  ciri-ciri tertentu yang membedakannya dan juga memisahkannya dengan  hewan. Ciri-ciri yang membuat manusia itu menjadi suatu makhluk yang  “unik” seperti yang telah diungkapkan sendiri oleh tokoh-tokoh  INTELEKTUAL JAHIL di zaman moderen ini; ketika mereka terpaksa  berhadapan dengan fakta yang tegas dan nyata walaupun mereka tidak yakin  dan tidak jelas dalam pengakuan mereka. (Di antara tokoh yang terkemuka  ialah Julian Haxley, seorang tokoh Darwinisme Modern).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya hasil utama dari dasar  Islam dalam persoalan ini, yaitu persoalan membentuk organisasi  berdasarkan akidah, tidak berdasarkan perkauman, negeri, warna kulit,  bahasa, dan kepentingan daerah dan, dan persoalannya ialah menonjolkan  ciri “KEMANUSIAAN MANUSIA” melalui organisasi itu, bukan menonjolkan  ciri-ciri yang menjadi sifat persamaan di antara manusia dengan hewan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasil utamanya ialah bahwa masyarakat  Muslim itu menjadi sebuah masyarakat terbuka untuk semua bangsa, semua  golongan, semua warna kulit, semua bahasa apa pun lalu segala ciri dan  kemampuan manusia itu bercampur dan menyatu dalam wadah masyarakat  Islam. Dari situlah lahir suatu lembaga raksaksa dalam jangka waktu yang  tidak lama, untuk menempa suatu peradaban yang indah dan mengagumkan  yang menjangkau seluruh intisari kemampuan manusia di zamannya;  sekalipun jarak antara daerah-daerah dan rumpun-rumpun bangsa sangat  berjauhan antara satu sama lain. Suatu peradaban yang tidak ada tolok  bandingnya, sekalipun di zaman itu hubungan antara daerah dengan daerah  sangat sukar dan keadaannya masih primitif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di dalam masyarakat Islam yang tiada  tolok bandingnya itu, telah berkumpul bangsa Arab, Parsi, Syam, Moroko,  Mesir, Turkey, China, Roman, Yunani, India, Indonesia, dan juga orang  Afrika, malah seluruh bangsa di dunia ini. Mereka bersatu padu dan  bekerjasama dengan eratnya dalam membina masyarakat dan peradaban Islam.  Peradaban yang agung, yang tidak pernah sekalipun menjadi peradaban  yang dimiliki oleh orang ARAB saja, malah ia menjadi peradaban ISLAM;  juga tidak menjadi masyarakat kebangsaan dan perkauman, bahkan menjadi  masyarakat yang berlandaskan akidah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka semuanya berkumpul berdasarkan  hubungan persamaan, hubungan kasih mesra dan persaudaraan, dengan  memandang jauh ke depan, ke arah satu tujuan. Mereka memberi apa saja  yang dapat mereka berikan, tanpa menghilangkan ciri-ciri kebangsaan  mereka. Mereka sumbangkan tenaga dan pengalaman peribadi untuk membina  masyarakat yang satu berdasarkan persamaan hak, dipadukan oleh tali  Allah, yang menonjolkan kemanusiaan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masyarakat seperti ini tidak pernah  tampil sebelum ini di sepanjang sejarah umat manusia. Masyarakat manusia  yang paling masyhur sebutannya di zaman purbakala ialah masyarakat  Kekaisaran Romawi yang telah mengumpulkan bermacam-macam jenis manusia,  dari segala bangsa dan warna kulit dan bahasa pertuturan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi masyarakat itu tidak berdasarkan  “tali kemanusiaan” dan tidak juga berpandukan sesuatu nilai yang tinggi  berbentuk akidah, karena di sana terdapat perkumpulan berdasarkan  perbedaan derajat, kasta dan kelas. Yaitu kelas bangsawan dan kelas  hamba sahaya, di seluruh kawasan jajahan kekaisaran itu; juga kelas  berdasarkan kesucian dan keagungan darah ROMAN di satu pihak dan  kehinaan darah BUKAN ROMAWI di pihak yang lain. Karena itulah masyarakat  itu tidak layak disetarakan dengan masyarakat Islam dan tidak dapat  menghasilkan kejayaan seperti yang dicapai oleh masyarakat Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di zaman moderen ini pun beberapa bentuk  masyarakat telah berdiri dan telah runtuh. Sebagai contoh, kita ambil  masyarakat Kekaisaran Inggeris (Britain), tapi bentuknya tak beda dengan  bentuk kekaisaran Romawi yang diikutinya dahulu itu, yang bertujuan  memeras dan menindas, telah tegak berdasarkan ketuhanan bangsa Inggeris  dan memeras serta menindas rakyat jajahannya demikianlah juga halnya  seluruh kekaisaran Eropa lainnya: kekaisaran Spanyol dan Portugis suatu  ketika dahulu, dan juga empayar Perancis, semuanya itu sama sahaja taraf  dan nilainya, yang memang semuanya berdasarkan pemerasan dan penindasan  yang terkutuk!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tampaknya, komunisme berhasrat  mendirikan perkumpulan dan masyarakat manusia bermodel lain, yang  melampaui unsur-unsur kebangsaan dan wama kulit, tanahair dan bangsa,  tapi tidak dibangun berdasarkan KEMANUSIAAN malah berlandaskan  pertentangan KELAS. Yang demikian, maka masyarakat ciptaan Komunisme itu  merupakan masyarakat yang setara dengan masyarakat ciptaan Romawi yang  satu berdasarkan tingkatan kaum bangsawan (tuan) dan hamba tapi yang  satu lagi ini berdasarkan kekuasaan golongan melarat tertindas  (proletaria) dan kaum menengah (borjuis) dan ciri emosi yang membakar  semangat masyarakat Komunis dan kaum proletariat itu ialah kebencian dan  kedengkian terhadap seluruh kelas dan golongan lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masyarakat seburuk ini tidak akan  menelurkan hasil apa-apa kecuali mencetuskan gejala-gejala yang paling  buruk di dalam sejarah umat manusia karena dari asal kelahirannya, ia  menonjolkan ciri-ciri dan sifat hewan dengan beranggapan bahwa  keperluan-keperluan asasi bagi manusia itu ialah makan, minum,  rumahtangga dan seks, yang semuanya ini adalah tuntutan dan keperluan  asasi hewan, dengan anggapan bahwa sejarah umat manusia ini dimulai  dengan sejarah mencari makan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di antara keindahan Islam itu bahwa  ianya tetap bersendirian dan masih tegak di atas panduan Ilahi dengan  cara menonjolkan sifat dan ciri-ciri khusus manusia dan mengangkat  nilai-nilai kemanusiaan yang begitu tinggi di dalam membentuk masyarakat  manusia. Dan sudah pasti Islam akan terus bersendirian di dalam hal ini  dan siapa saja yang mencoba menyeleweng ke arah panduan yang lain,  menegakkan suatu jalan yang lain, apakah jalan kebangsaan, wama kulit,  tempat kelahiran dan kelas, atau jalan-jalan lain yang rendah dan hina,  maka orang itu adalah musuh manusia yang jelas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang seperti itu ialah orang yang tidak  menginginkan manusia berdiri sendiri dengan ciri-ciri dan sifat-sifat  khusus ketika dia mula-mula diciptakan Tuhan. Orang itu ialah orang yang  tak menginginkan masyarakatnya memenuhi kebutuhan asasinya dengan  lengkap sempurna. Mereka itu orang yang menjadi sasaran firman Allah  SWT:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maksudnya: “Katakanlah maukah aku  beritahu kepada kamu tentang orang yang paling rugi perbuatan-perbuatan  mereka, orang-orang yang sia-sia amal perbuatan mereka di dalam hidup  dunia ini sedangkan mereka itu menyangka bahwa mereka sebenarnya berbuat  baik. Mereka itu ialah orang-orang yang kufur dan tidak bersyukur dan  tidak percaya dengan perintah Tuhan mereka dan tidak percaya bahwa  mereka akan menghadap Tuhan mereka itu lalu pekerjaan mereka pun menjadi  hampa dan Kami tidak berikan pertimbangan dan penilaian apa pun kepada  mereka di hari kiamat. Balasan mereka ialah neraka Jahannam karena  kekufuran mereka dan karena mereka memperolok-olokkan  perintah-perintahKu dan juga rasul-rasul utusanKu”&lt;/div&gt;(Al Kahfi: 103-106)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maha Benarlah Allah Yang Maha Agung.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3277087028736421362-8348183353839730459?l=annurcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annurcorner.blogspot.com/feeds/8348183353839730459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/06/petunjuk-jalan-bab-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/8348183353839730459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/8348183353839730459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/06/petunjuk-jalan-bab-4.html' title='PETUNJUK JALAN......# Bab 4'/><author><name>NUY CORNER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14750148903677378381</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St7yPbPU5mI/AAAAAAAAAAM/owNyrC3w0do/S220/1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3277087028736421362.post-7116985394078705741</id><published>2010-06-09T09:29:00.000-07:00</published><updated>2010-06-09T09:29:10.135-07:00</updated><title type='text'>PETUNJUK JALAN......# Bab 3</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh : Sayyid Qutb &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;BAB 3. Tabiat Manhaj Al-Quran&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayat-ayat Al-Quran periode Mekah telah  diturunkan kepada Rasulullah SAW dalam waktu tiga belas tahun, dengan  mengemukakan satu persoalan saja. Ya, hanya satu persoalan yang tidak  berubah-ubah; tetapi cara mengemukakan persoalan itu hampir tidak  berulang-ulang. Gaya dan penyajian Al-Quran mengemukakan persoalan itu  luar biasa sekali, sehingga tampak seolah-olah persoalan itu masih tetap  baru, bagaikan sesuatu yang baru saja dicetuskan untuk pertama kali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayat-ayat Al-Quran periode Mekah itu  menyelesaikan suatu persoalan besar, suatu persoalan utama dan penting,  suatu persoalan dasar bagi agama yang baru muncul itu yaitu persoalan  aqidah, yang diterapkan di atas pijakannya yang terpenting KETUHANAN dan  PENGABDIAN serta hubungan antara keduanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Quran periode Mekah mengarahkan  hakikat ini kepada manusia sebagai manusia. Dalam hal ini, sama saja  manusia Arab di zaman itu dengan manusia Arab di setiap zaman. Begitu  pun dengan manusia bukan Arab di zaman itu dan zaman yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persoalan yang dikemukakan oleh  Ayat-Ayat Al-Quran periode Mekah itu ialah persoalan MANUSIA yang tidak  pernah berubah, karena ia adalah persoalan keberadaan manusia di alam  ini dan juga persoalan kesudahan manusia itu. Persoalan hubungan manusia  dengan alam dan dengan semua yang hidup di dunia ini, juga persoalan  hubungan manusia dengan Tuhan Pencipta alam dan Pencipta seluruh  kehidupan. Persoalan itu adalah suatu yang tetap dan tidak akan berubah,  karena ia adalah persoalan wujud ini seluruhnya dan persoalan manusia  itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Quran periode Mekah telah memberi  penjelasan kepada manusia tentang rahasia wujud manusia itu sendiri dan  wujud dunia di sekitarnya. Ia mengatakan kepada manusia siapakah  sebenarnya dia (manusia) itu? Dari manakah dia datang? Untuk apa dia  datang ke dunia?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian ke manakah arah perjalanannya?  Siapakah yang membawanya keluar dari alam yang serba tiada, yang serba  majhul dan serba tidak diketahui itu? Siapakah pula yang akan membawanya  pergi kemudiannya dan bagaimanakah nasibnya di sana kelak? Al-Quran  menceritakan kepadanya lagi tentang apakah hakikat wujud yang di rasa  dan dilihatnya itu? Dan yang dirasakannya bahwa di balik wujud ini ada  suatu kekuatan ghaib yang sedang mengawasinya sementara sesuatu itu  tidak terlihat?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapakah yang mengatur dan mengarahkan  perjalanannya? Siapakah pula yang memberikan bentuk dan rupanya?  Siapakah pula yang membaharui dan menukarnya. Di samping itu, Al-Quran  mengajarnya tentang bagaimanakah dia mesti berhubungan dengan Tuhan  Pencipta alam ini, dan bagaimanakah dia berhubungan dengan alam itu  sendiri seperti ia menerangkan bagaimanakah hamba-hamba Tuhan itu saling  membuat hubungan antara sesama mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persoalan yang disebutkan di atas itu  adalah persoalan besar yang menjadi tonggak keberadaan manusia. Ia akan  tetap menjadi persoalan utama dan asasi bagi keberadaan umat manusia di  sepanjang zaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah berlalunya waktu tiga belas  tahun dalam menerapkan persoalan yang agung ini, persoalan utama seluruh  kehidupan umat manusia itu sendiri, yang tanpanya seluruh hidupnya  tidak ada arti sama sekali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Quran periode Mekah tidak melampaui  persoalan pokok ini untuk mengemukakan persoalan-persoalan lain mengenai  sistem kehidupan, melainkan setelah Allah mengetahui bahwa persoalan  itu sudah diterangkan dengan secukupnya bahwa ianya telah menyatu dan  menjadi darah daging generasi umat yang terpilih itu, yang telah  ditakdirkan Allah bahwa agama Islam ini akan dibangun melalui generasi  ini. Generasi inilah yang mengendalikan pelaksanaan sistem yang  mencerminkan agama ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan para dai di jalan agama Allah, dan  ke arah terlaksananya sistem yang dipandu oleh agama ini di alam hidup  nyata, semestinya memberikan perhatian penuh kepada fakta ini. Fakta  pemusatan perhatian yang diberikan oleh ayat-ayat Al-Quran periode Mekah  untuk menerapkan akidah ini, kemudian kepada fakta bahwa ayat-ayat  periode Mekah itu tidak melampaui ke arah penghuraian yang luas mengenai  sistem yang menjadi dasarnya, dan undang-undang yang mengatur hidup  manusia Muslim.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan hikmat dan kebijaksanaan Allah  SWT, telah ditentukan bahwa persoalan akidah adalah persoalan pokok bagi  dakwah ini sejak zaman permulaan kerasulan Nabi Muharmnad SAW; dan  bahwa Rasulullah SAW memulai langkah pertamanya di dalam dakwah ini  dengan menyeru dan mengajak manusia berikrar bahwa Tiada Tuhan melainkan  Allah juga bahwa beliau meneruskan dakwah dengan membimbing umat  manusia supaya dapat mengenal Tuhan mereka yang sebenarnya dan supaya  mereka mengabdikan diri hanya kepada Tuhan saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persoalan ini, baik ditinjau dari sudut  kenyataan yang lahir maupun dari sudut pemikiran manusia yang terbatas  itu, bukanlah suatu persoalan yang mudah diterapkan ke dalam hati  orang-orang Arab. Hal ini karena mereka mengerti dari makna bahasa  mereka sendiri apakah makna perkataan ilah (Tuhan) dan juga tujuan  perkataan LA ILAAHA 1LIALLAH.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka mengerti bahwa uluhiyah  (ketuhanan) itu berarti hakimiyah (penguasaan) yang tertinggi. Mereka  mengerti juga bahwa mengesakan Allah melalui ikrar kalimah syahadat itu  adalah berarti mencabut sama sekali kekuasaan yang dipegang oleh para  pemuka agama, ketua-ketua suku, oleh raja-raja, dan penguasa-penguasa;  dan menyerahkan kekuasaan itu hanya kepada Allah saja. Kekuasaan atas  hati nurani, atas lambang kebesaran, atas kenyataan hidup, kekuasaan  dalam mengatur urusan harta benda, dalam urusan undang-undang dan juga  dalam urusan yang berkaitan dengan jiwa dan tubuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka mengerti bahwa LA ILAAHA ILLALLAH  itu adalah merupakan pernyataan revolusi terhadap kekuasaan duniawi  yang telah merampas sifat khusus Tuhan yang utama. Revolusi terhadap  kenyataan hidup yang bersandar kepada rampasan atas sifat Tuhan, dan  merupakan pemberontakan terhadap peraturan, undang-undang, dan  orang-orang yang memerintah berdasarkan undang-undangnya sendiri, yang  tidak diridhai oleh Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang-orang Arab itu paham betul ke mana  arah tujuan perkataan LA ILAAHA IILALLAH itu dalam konteks kenyataan  hidup mereka, dengan kekuasaan dan kepemimpinan mereka. Oleh sebab  itulah mereka menentang dakwah atau revolusi itu begitu hebat dan mereka  memeranginya habis-habisan seperti yang telah diketahui umum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi mengapakah justru persoalan ini  yang menjadi titik permulaan dakwah ini dan kenapa pula hikmah dan  kebijaksanaan Allah SWT telah menentukan bahwa persoalan ini mesti  dijalankan dengan penuh risiko?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah SAW telah diutus membawa  agama ini ketika daerah dan wilayah negeri Arab yang paling subur dan  kaya tidak dikuasai oleh orang-orang Arab, malah dikuasai oleh  bangsa-bangsa lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wilayah-wilayah Syam di sebelah utara  semuanya dikuasai oleh bangsa Romawi, diperintah oleh raja-raja dan  pangeran-pangeran Arab atas nama Kerajaan Romawi. Wilayah-wilayah Yaman  di sebelah selatan pun ditakluki oleh kerajaan Parsi dengan diperintah  oleh kaum bangsawan Arab di bawah naungan Kekaisaran Parsi. Hanya  wilayah Hijaz, Tihamah, Najd dan daerah-daerah berpadang pasir yang  kering dan tandus, dengan diselingi oasis-oasis di sana sini saja yang  dikuasai oleh orang Arab.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin ada orang berkata: bahwa Nabi  Muhammad SAW itu bisa menggunakan pengaruh peribadinya yang terkenal  jujur dan disanjung banyak orang itu, pernah diangkat menjadi hakim  menyelesaikan perselisihan suku-suku Arab mengenai HAJAR ASWAD, dan  semua golongan berpuas hati menerima keputusan yang beliau lakukan itu,  lima belas tahun sebelum beliau dilantik menjadi Rasul.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, dengan pengaruh keturunan  dan kedudukan tinggi beliau di kalangan Bani Hasyim orang mengatakan  bahwa beliau mampu dan berupaya membangkitkan rasa kebangsaan Arab yang  telah purak puranda akibat luasnya rasa dendam-mendendam dan hasad  dengki, untuk mengarahkan mereka ke arah paham kesukuan dan kebangsaan,  untuk merebut seluruh tanah air mereka dari tangan para kaisar yang  menjajah dan menakluknya, yaitu kerajaan Romawi dan Parsi dan  mengibarkan bendera kebangsaan Arab serta mendirikan sebuah Negara  Nasional Arab di seluruh Semenanjung Arabia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin ada pula yang berpendapat bahwa  Nabi Muhammad SAW itu akan lebih bijaksana jika setelah seluruh bangsa  Arab mengikutinya dan menobatkan beliau sebagai pemimpin kebangsaan, dan  setelah dapat mengumpulkan kekuasaan di dalam tangannya, jika beliau  pergunakan kesempatan itu untuk menegakkan kalimah tauhid, untuk membawa  umat manusia tunduk kepada kekuasaan Ilahi setelah mereka tunduk di  bawah kekuasaan duniawi beliau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi Allah SWT – Yang Maha Mengetahui  dan Maha Bijaksana tidak mengarahkan Rasulullah SAW berbuat demikian,  malah diarahkannya supaya bertahan dengan ikrar dan syahadat LA ILAAHA  ILLALLAH dan supaya sanggup menanggung derita akibatnya, bersama-sama  dengan para sahabat beliau yang terlalu kecil jumlahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengapa demikian? Sesungguhnya Allah SWT  tidak bermaksud menyiksa Rasul-Nya dan orang-orang beriman bersama  beliau, malah Allah SWT Maha Mengetahui bahwa bukanlah itu jalannya.  Bukanlah jalannya bahwa bumi ini lepas bebas dari tangan taghut  berbangsa Romawi atau taghut berbangsa Parsi untuk berpindah tunduk di  bawah tangan taghut berbangsa Arab, karena taghut itu adalah tetap  taghut, siapa pun dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bumi ini adalah kepunyaan Allah. Dunia  ini baru semuanya menjadi kepunyaan Allah kalau telah berkibar di sna  Bendera La Ilaaha Illallah. Yaitu, dengan pengertian la ilaha illallah  yang dikenal oleh orang Arab yang mengetahui pengertian bahasanya: yang  berkuasa hanya Allah, hukum hanya yang datang dari Allah, seseorang  tidak mempunyai kekuasaan terhadap orang lain, karena kekuasaan itu  seluruhnya kepunyaan Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kewarganegaraan yang dikehendaki oleh  Islam untuk manusia adalah kewarganegaraan akidah, sama kedudukannya  seorang Arab dengan seorang Romawi dan Parsi. Setiap jenis dan warna  harus tunduk di bawah panji Allah. Dan inilah jalannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah SAW diutus membawa agama ini  di saat ketika masyarakat Arab merupakan sebuah masyarakat yang kacau  dan tidak teratur. Pembagian kekayaan dan keadilan hanya dikuasai  segelintir manusia yang memiliki harta benda dan perniagaan, urusan  pertukaran barang dan membungakan uang (riba). Terjadilah penumpukan  harta di kalangan orang tertentu saja, sedangkan golongan terbesar tidak  punya sesuatu apa pun selain dari lapar dan derita. Orang-orang yang  kaya menjadi orang yang mulia dan berkedudukan tinggi, sedangkan  golongan terbesar yang tak punya uang dan kekayaan tidak ada kesempatan  pun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin orang akan berkata: Nabi  Muhammad SAW berupaya mengubah bentuk masyarakat itu dan mencetuskan  suatu revolusi sosial untuk menghapuskan golongan bangsawan itu dan  menjalankan seruan untuk menyusun ulang masyarakat secara adil dan  membagi-bagikan harta benda orang-orang kaya kepada orang-orang miskin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin ada orang yang berkata begini:  Seandainya Rasulullah SAW menjalankan seruan ke arah ini niscaya  masyarakat Arab akan hanya terbagi kepada dua golongan saja, yaitu  golongan berada dan golongan tak berada.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Golongan terbanyak, yaitu golongan tak  berada pasti akan mendukung seruan itu untuk menentang kekuasaan harta  benda orang-orang kaya yang jumlahnya kecil. Cara ini lebih baik  daripada melakukan dakwah ke arah akidah yang telah ditentang oleh  sebagian besar masyarakat, baik kaya maupun miskin, dan tidak dapat  pengikut kecuali beberapa gelintir manusia tertentu saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Barang kali ada yang mengatakan:  sebaiknya Muhammad saw. setelah orang banyak menyambutnya dan  menjadikannya pemimpin, dan dengan begitu mengalahkan minoritas dan  mudah memimpinnya, baru ia mempergunakan posisinya dan kekuasaannya  untuk menanamkan akidah Tauhid yang dengannya ia diutus Tuhannya  menghambakan manusia kepada kekuasaan Tuhan mereka, setelah ia  menghambakan manusia itu kepada kekuasaan manusiawi dirinya sendri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, Allah SWT Yang Maha Mengetahui  dan Maha Bijaksana tidak mengarahkan beliau berbuat begitu karena Allah  SWT Maha Mengetahui bahwa itu bukanlah jalannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah Maha Tahu bahwa keadilan sosial  hanya akan dapat diwujudkan di dalam masyarakat, dari sumber keyakinan  yang lengkap, yang menyerahkan segala sesuatu kepada Allah SWT, sambil  menerima dengan penuh kerelaan hati akan semua yang ditentukan Allah SWT  di dalam masalah pembagian harta, dalam masalah jaminan sosial untuk  seluruh masyarakat; dan kepercayaan ini menjadi ketenangan hati baik  dari pihak yang mengambil dan pihak yang diambil, dengan pengertian  bahwa mereka melaksanakan suatu sistem yang telah ditentukan oleh Allah  SWT dengan penuh harapan bahwa ketaatan, kepatuhan dan kebaktian yang  dilakukannya akan mendatangkan kebajikan dan kebaikan dunia dan akhirat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan demikian, maka rasa tamak dan  dendam, dengki terhadap sesama anggota masyarakat tidak akan dapat  bersarang di lubuk hati. Semua urusan dijalankan dengan beres tanpa  tekanan dan paksaan, tanpa ancaman dan teror.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hati manusia tidak rusak dan jiwa mereka  pun tidak akan bangkrut seperti yang terjadi di mana saja di bawah  sistem hidup yang berlandaskan kalimah tauhid LA ILAAHA ILLALLAH.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3277087028736421362-7116985394078705741?l=annurcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annurcorner.blogspot.com/feeds/7116985394078705741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/06/petunjuk-jalan-bab-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/7116985394078705741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/7116985394078705741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/06/petunjuk-jalan-bab-3.html' title='PETUNJUK JALAN......# Bab 3'/><author><name>NUY CORNER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14750148903677378381</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St7yPbPU5mI/AAAAAAAAAAM/owNyrC3w0do/S220/1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3277087028736421362.post-4609198685580297028</id><published>2010-06-09T09:26:00.000-07:00</published><updated>2010-06-09T09:26:27.894-07:00</updated><title type='text'>PETUNJUK JALAN......# Bab 2</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh : Sayyid Qutb &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;BAB 2. Generasi Al-Quran yang  Unik&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dakwah Islamiyah telah melahirkan satu  generasi manusia, generasi sahabat Rasulullah SAW, Ridhwanullahi  alaihim. Yaitu suatu generasi yang paling istimewa di dalam sejarah  Islam dan sejarah kemanusiaan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Generasi itu tidak pernah muncul dan  timbul lagi sesudah itu, walaupun terdapat juga beberapa pribadi dan  tokoh tertentu di sepanjang sejarah, tetapi tidaklah lahir lagi  segolongan besar manusia, di satu tempat yang tertentu pula, seperti  yang telah muncul dan lahir di dalam generasi pertama dakwah ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini adalah satu fakta dan kenyataan yang  tak terbantahkan yang di dalamnya mengandung nilai-nilai tertentu yang  perlu kita perhatikan dan renungkan dengan sungguh-sungguh, agar dapat  kita menyelami rahasianya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Quran yang menjadi sumber dakwah ini  masih berada bersama-sama kita. Hadis Rasulullah SAW dan  petunjuk-petunjuk perjalanan hidup dan sirahnya yang mulia itu juga  masih ada di samping kita. Keduanya juga telah ada bersama-sama dengan  generasi yang terdahulu itu, tidak hilang oleh perjalanan sejarah dan  tidak lapuk oleh perkembangan zaman; hanya diri Rasulullah SAW saja yang  tidak lagi bersama kita sekarang. Inikah rahasia perbedaan antara  generasi sahabat dengan generasi kita saat ini?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah SWT telah memberikan jaminan untuk  memelihara Al-Quran, dan telah mengetahui bahwa dakwah ini harus terus  tegak selepas zaman Rasulullah SAW. Setelah membuahkan hasil yang baik;  lalu diwafatkan-Nya Rasulullah SAW setelah 23 tahun beliau menjalankan  tugas dakwah dan menyampaikan tugas kenabian. Allah SWT akan tetap  memelihara agamaNya ini hingga ke hari kiamat. Dengan demikian, maka  ketiadaan diri Rasulullah SAW itu tidak boleh dijadikan jawaban atas  kegagalan dakwah di zaman ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasti ada sebab lain yang membedakan  antara generasi kita dengan generasi sahabat Rasulullah saw. Mari kita  lihat pada sumber rujukan generasi pertama itu. Mungkin sesuatunya telah  berubah. Kemudian kita lihat pula kepada program dan jalan yang telah  dilalui mereka, barangkali ada sesuatu yang berlainan dengan kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber pokok yang dijadikan rujukan oleh  generasi pertama itu ialah Al-Quran, hanya Al-Quran saja. Hadis  Rasulullah SAW dan petunjuk-petunjuk beliau adalah semata-mata merupakan  penafsiran kepada sumber utama itu. Ketika `Aisyah Radhiallahu’anha  ditanya mengenai perilaku dan perjalanan hidup Rasulullah SAW maka  beliau menjawab: “Perilaku dan perjalanan hidup beliau [Rasulullah SAW]  itu ialah Al-Quran” (Hadis riwayat Nasai)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hanya Al-Quran sajalah yang menjadi  sumber panduan mereka, perjalanan hidup dan gerak-gerik mereka. Ini  bukanlah karena umat manusia di zaman itu tidak punya peradaban, tidak  punya kebudayaan, tidak punya pelajaran, tidak punya buku karangan dan  tidak punya kajian!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekali lagi tidak! Karena sebenarnya di  zaman itu telah ada peradaban dan kebudayaan Romawi, buku-buku dan  undang-undangnya, yang telah dan masih diikut dan dijadikan panduan oleh  orang-orang Eropa sampai hari ini. Di sana juga telah wujud peninggalan  peradaban Yunani (Greek), ilmu mantiknya, falsafah dan keseniannya,  yang juga masih menjadi sumber pemikiran Barat hingga sekarang; malah di  sana juga telah wujud peradaban Parsi, keseniannya, sajaknya, syair dan  dongengnya, kepercayaan dan sistem perundangannya, serta peradaban  lain, seperti India, China.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Romawi dan Parsi berada di sekeliling  semenanjung Arab, baik di utara maupun di selatan. Ditambah lagi agama  Yahudi dan Nasrani yang telah ada di tengah-tengah semenanjung itu sejak  berapa lama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi bukanlah faktor kekurangan  peradaban dan kebudayaan duniawi yang menyebabkan generasi pertama itu  merujuk kepada Kitab Allah (Al-Quran) saja dalam masa pertumbuhan  mereka, tapi justeru karena “planning” yang telah ditentukan dan program  yang telah diatur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalil yang terang atas keadaan ini ialah  kemurkaan Rasulullah SAW ketika beliau melihat Sayyidina Umar bin  Al-Khattab R.A. memegang sehelai kitab Taurat. Melihat keadaan ini  beliau pun bersabda: “Demi Allah sekiranya Nabi Musa masih hidup  bersama-sama kamu sekarang ini, tidak halal baginya melainkan mesti  mengikut ajaranku.” (Hadis riwayat Al-hafidz Abu Ya’la dari Hammad dari  Asy-sya’bi dari Jabir)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang demikian maka dapatlah diambil  kesimpulan bahwa Rasulullah SAW, bermaksud dan mengarahkan supaya sumber  panduan dan pengajaran generasi pertama itu, dalam peringkat  pertumbuhan mereka, hanya terbatas kepada kitab Allah (Al-Quran) saja  supaya jiwa mereka menyatu dengan programNya yang tunggal itu. Karena  itulah beliau murka melihat Umar bin Al-Khattab R.A. mencoba mencari  panduan lain selain Al-Quran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah SAW bertujuan membentuk satu  generasi yang bersih hatinya, bersih pemikirannya, bersih pandangan  hidupnya, bersih perasaannya, dan murnii jalan hidupnya dari unsur lain  selain landasan Ilahi yang terkandung dalam Al-Quranul Karim.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Generasi sahabat Rasul menerima  panduannya dari sumber yang tunggal. Oleh kerana itulah generasi itu  telah berhasil membentuk sejarah gemilang di zamannya. Lalu, apakah yang  telah terjadi saat ini?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber-sumber panduan itu saat ini telah  bercampur baur! Sumber itu telah dimasuki falsafah Yunani (Greek),  dongeng-dongeng dan pandangan hidup Parsi, cerita-cerita Israeliat  Yahudi, falsafah Ketuhanan ala-Kristian yang telah bercampur baur di  dalam tafsir Al-Quran dan ilmu Al-Kalam, dan juga telah dimasuki oleh  peninggalan peradaban zaman lampau yang sukar dikikis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di samping itu, banyak lagi sumber  panduan lain yang telah bercampur baur dengan tafsir Al-Quran, ilmu  Al-Kalam, ilmu fiqih dan ilmu usuluddin. Campuran panduan inilah yang  telah melahirkan generasi-generasi berikutnya. Karena itulah maka bentuk  generasi pertama yaitu generasi para sahabat Rasulullah SAW, tidak  lahir lagi setelah mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang tak dapat diragukan lagi bahwa  bercampur-baurnya sumber panduan itulah yang menjadi faktor utama  mengapa generasi berikutnya berlainan sama sekali dari bentuk generasi  pertama yang unggul itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sana, ada satu lagi faktor asasi  selain daripada perubahan sumber itu, yaitu berbedanya cara menerima  pengajaran antara generasi para sahabat Rasulullah SAW dengan  generasi-generasi kemudiannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka, para sahabat Rasulullah di dalam  generasi pertama itu, tidak mendekatkan diri mereka dengan Al-Quran  dengan tujuan mencari pelajaran dan bahan bacaan. Bukan juga dengan  tujuan mencari hiburan dan penglipur lara. Tiada seorang pun dari mereka  yang belajar Al-Quran dengan tujuan menambah bekal dan bahan ilmu  semata-mata untuk ilmu dan bukan juga dengan maksud menambah bahan ilmu  dan akademi untuk mengisi dada mereka saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Generasi sahabat mempelajari Al-Quran  itu dengan maksud hendak belajar bagaimanakah arahan dan perintah Allah  dalam urusan hidup pribadinya dan hidup bermasyarakat. Mereka belajar  untuk dilaksanakan dengan segera, seperti seorang perajurit menerima  “arahan harian”!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Juga tiada seorang pun dari mereka yang  mencari pelajaran tambahan atau pun arahan tambahan dalam satu majelis  pengajian atau suatu majelis taklim saja, karena dia tahu bahwa yang  demikian itu akan menambah beratnya tugas. Kadang-kadang, mereka cukup  dengan hanya sepuluh ayat saja sehingga benar-benar menghafalnya dan  dilaksanakan arahan-arahannya seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud  r.a.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sikap inilah yang terbentuk: yaitu  belajar untuk melaksanakan, yang telah menambah luasnya lapangan hidup  mereka, menambah luasnya ma’rifat dan pengalaman mereka dari ajaran  Al-Quran yang tidak mungkin mereka capai kalau sekadar belajar dari  Al-Quran dengan tujuan menyelidik dan mengkaji serta membaca saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perasaan belajar untuk melaksanakan ini  jugalah yang telah memudahkan mereka bekerja dan meringankan beban  mereka yang berat, karena Al-Quran telah menyatu dan menjadi darah  daging mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perasaan ini jugalah yang menjadikan  Al-Quran tertanam kuat ke dalam jiwa mereka hingga meresap menjadi  panduan dalam gerakan mereka, ia melahirkan pelajaran yang menggerakkan  aktivitas, pelajaran yang tidak lagi merupakan teori yang bersarang di  dalam kepala manusia dan di halaman kertas dan buku-buku saja. Bahkan  ianya menjadi kenyataan yang melahirkan kesan dan peristiwa yang  mengubah garisan hidup.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Quran tidak akan memberi dan  mencurahkan isi perbendaharaannya kecuali kepada orang yang datang  bertumpu kepadanya dengan ruh dan jiwa ini: yaitu ruh dan jiwa ma’rifat  yang membuahkan amal dan tindakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Quran datang bukan sebagai sebuah  buku penglipur lara, bukan sebagai sebuah buku sastera, juga bukan  sebagai buku kesenian, sejarah dan novel; ia datang untuk dijadikan  panduan hidup, panduan Ilahi yang tulen; dan Allah SWf sendiri telah  merasmikan Al-Quran ini sebagai garis pemisah di antara hak dan batil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Firman Allah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرََأهُ  عََلى النَّاسِ عََلى مُكْثٍ وَنَزَّْلنَاهُ تَترِي ً لا&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan Al-Quran itu telah Kami  bagi-bagikan dia agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia  dengan lambat dan tenang dan Kami menurunkannya dengan beransur-ansur.”  (Al-Isra’: 106)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Quran tidak diturunkan sekaligus. Ia  diturunkan mengikut keperluan-keperluan yang senantiasa berubah,  mengikuti perkembangan fikiran dan pandangan hidup serta perubahan  masyarakat. Ia diturunkan mengikuti perkembangan masalah praktis dan  fakta kehidupan masyarakat Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayat demi ayat diturunkan untuk suasana  tertentu dan peristiwa khusus dan untuk membongkar isi hati manusia;  untuk menggambarkan urusan yang mereka hadapi, dan menggariskan program  kerja mereka dalam sesuatu suasana, juga untuk memperbaiki kekhilapan  perasaan dan perjalanan hidup, supaya mereka senantiasa merasa terikat  dengan Allah dalam setiap suasana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia diturunkan secara bertahap agar bisa  mengajar mereka mengenal Allah SWT melalui sifat-sifatNya dan juga  melalui bukti-bukti perkembangan dan perubahan alam. Dengan demikian  mereka akan merasakan bahwa diri mereka terus menerus terikat dengan  tunduk kepada Allah SWT, terus menerus di bawah perhatian Ilahi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika itu, mereka merasakan bahwa  mereka sedang hidup di bawah pengawasan Allah SWT secara langsung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dasar “belajar untuk melaksanakan terus”  itu merupakan faktor utama membentuk generasi pertama dahulu, manakala  dasar “belajar untuk, dibuat kajian dan penglipurlara” itulah yang  merupakan faktor penting yang melahirkan generasi-generasi kemudiannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak syak lagi bahwa faktor kedua  inilah bukti sebab utama mengapa generasi-generasi yang lain itu  berlainan sama sekali dengan generasi pertama, generasi para sahabat  Rasulullah SAW.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sana ada satu lagi faktor yang mesti  diperhatikan dan dicatat benar-benar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang yang menganut Islam itu  sebenarnya telah melepas dirinya dari segala sesuatu di masa lampaunya  di alam jahiliyah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia merasakan ketika pertama kali  menganut Islam, itulah zaman baru dalam hidupnya; terpisah  sejauh-jauhnya dari hidupnya yang lampau di zaman jahiliyah. Sikapnya  terhadap segala sesuatu yang berlaku di zaman jahiliyah dahulu ialah  sikap seorang yang sangat berhati-hati dan berwaspada.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia merasakan bahwa segala sesuatu di  zaman jahiliyah dahulu adalah kotor dan tidak sesuai dengan ajaran  Islam. Dengan perasaan inilah dia menerima hidayah dan petunjuk Islam  yang baru itu dan sekiranya dia didorong oleh nafsunya sesekali, atau  sejenak dia merasa tertarik dengan kebiasaannya yang dahulu, atau kalau  dia merasa lemah dari menjalankan tugas dan kewajipan keislamannya  sesuatu ketika, niscaya dia merasa bersalah dan berdosa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia merasakan dari lubuk hatinya bahwa  dia perlu membersihkan dirinya dari apa yang berlaku itu; lalu dia  berusaha sedaya upaya mengikuti panduan yang digariskan oleh Al-Quran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sana juga terdapat pemisahan secara  total antara zaman lampau seseorang Muslim dalam keadaan jahiliyahnya  dengan zaman barunya di dalam Islam, yang akan menimbulkan pula  pemisahan secara menyuluruh dalam segenap hubungannya dengan masyarakat  jahiliyah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia melepas total dengan tata hidup  masyarakat jahiliyah dahulu dan berhubungan langsung selama-lamanya  dengan masyarakat Islam; walaupun kelihatan pada lahirnya dia sering  berhubungan dengan orang-orang musyrik dalam perdagangan dan pergaulan  hidup seharian, tetapi perpisahan perasaan dan pergaulan hidup seharian  adalah dua hal yang berlainan dan berbeda sekali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sana ada semacam pemisahan, yaitu  perpisahan suasana jahiliyah dalam kebiasaan dan pandangannya, adat dan  tingkah laku, yang timbul dari pemisahan syirik ke akidah tauhid. Dari  konsep jahiliyah ke konsep Islam mengenai masalah hakikat hidup dan  hakikat wujud; juga timbul dari keberadaannya dengan perkumpulan dan  organisasi Islam yang baru, di bawah pimpinan baru, dan sikap memberi  segenap perhatian, kepatuhan dan kesetiaan kepada masyarakat,  perkumpulan dan organisasi baru di bawah pimpinan baru itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inilah dia persimpangan jalan dan  permulaan langkah di jalan baru, langkah yang bebas merdeka dari segala  tekanan adat kotor yang dipatuhi sepenuhnya oleh masyarakat jahiliyah  dan segala nilai yang menjadi kebiasaannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sana tiada risiko yang akan ditempuh  selain dari ujian dan penderitaan. Namun demikian, mereka secara  otomatis telah bertekad bulat untuk tidak akan kembali lagi kepada  kebiasaan dan perilaku jahiliyah, buat selama-lamanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita sekarang sedang berada di  tengah-tengah suasana jahiliyah yang serupa dengan suasana jahiliyah  yang ada pada zaman kedatangan Islam dahulu. Bahkan, lebih gelap lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Segala sesuatu di sekitar kita ialah  jahiliyah konsep hidup manusia sekarang, akidah kepercayaan mereka, adat  istiadat dan kebiasan mereka, sumber pelajaran seni dan sastera mereka,  peraturan dan undang-undang mereka, hingga banyak perkara yang kita  anggap sebagai pelajaran Islam, buku rujukan Islam, falsafah Islam dan  pemikiran Islam sebenarnya adalah hasil ciptaan jahiliyah!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh kerana itulah maka nilai Islam saat  ini tidak lagi murni dan tidak hidup subur di dalam jiwa kita. Teori  Islam tidak begitu terang lagi di dalam pemikiran dan ide. Di kalangan  kita sekarang, tidak lagi muncul suatu generasi manusia raksaksa dari  model yang dilahirkan oleh Islam di zaman pertama dahulu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh itu, di dalam program gerakan  ke-Islaman, kita mesti membebaskan diri di peringkat permulaan, di  peringkat taman kanak-kanak lagi, dari berbagai pengaruh jahiliyah yang  selalu menghayati kita sekarang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita mesti kembali ke pangkal jalan,  kepada sumber yang murni yang telah digali dan ditimba oleh orang-orang  sebelum kita; yaitu sumber yang terjamin tidak bercampur baur dengan  sumber yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita mesti kembali kepada Al-Quran untuk  mendapatkan teori mengenai hakikat wujud seutuhnya dan juga hakikat  wujudnya umat manusia dan segala hubungan di antara kedua jenis wujud  ini dengan wujud yang hakiki, yaitu wujud Allah SWT.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari situlah kita mengambil pandangan  terhadap hidup, kita mengambil nilai diri dan akhlak kita, serta kita  mengambil panduan dan program pemerintahan, politik, ekonomi dan segala  aspek kehidupan kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila kita kembali kepada Al-Quran, maka  kita mestilah kembali berdasarkan kaedah dan dasar “belajar untuk  melaksanakan”, bukan dengan kaedah dan dasar belajar untuk sekadar  pengetahuan dan menglipur lara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita kembali kepada Al-Quran untuk  mengetahui apa yang diinginkan Al-Quran untuk kita lakukan, maka kita  lakukan. Dan di dalam perjalanan itu, kita akan bertemu dengan keindahan  seni Al-Quran, dengan cerita dan kisah yang heroik dan juga dengan  pandangan-pandangan kiamat di dalam Al-Quran, juga dengan logika  kesedaran hati nurani di dalam Al-Quran, dan juga dengan semua yang  dicari-cari oleh para peneliti…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya, kita akan jumpai semuanya itu. Bukan  dengan maksud hendak belajar dan menglipur lara tapi dengan tujuan  utama hendak mengetahui apakah pekerjaan yang Al-Quran kehendaki untuk  kita kerjakan? Apakah konsep umum yang Al-Quran kehendaki untuk kita  berkonsep? Bagaimanakah tuntutan Al-Quran mengenai pandangan dan  perasaan kita terhadap Allah SWT? Dan bagaimanakah tuntutan Al-Quran  mengenai akhlak kita, realitas hidup kita, dan bagaimanakah corak sistem  kita di dalam hidup ini?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian kita mesti membebaskan diri  dari kungkungan masyarakat jahiliyah, dari kungkungan konsep jahiliyah,  dari adat busuk jahiliyah dan juga dari pimpinan ala jahiliyah di dalam  hidup diri kita sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukanlah tugas kita untuk berkompromi  dengan realitas masyarakat jahiliyah sekarang dan bukan untuk tunduk dan  menumpahkan kesetiaan kepadanya. Sebab keadaan realitas jahiliyah itu  tidak memungkinkan kita berkompromi dengannya sama sekali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tugas utama kita ialah mengubah realitas  masyarakat ini. Tugas utama kita ialah mencabut realitas jahiliyah itu  dari akarya, realitas yang bertentangan dan melanggar secara prinsif  dengan aspirasi Islam dan dengan konsep Islam. Realitas yang menghalang  kita dengan menggunakan kekerasan dan tekanan dari kita hidup seperti  yang dikehendaki oleh program Ilahi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langkah pertama di dalam perjalanan kita  ialah menghapuskan masyarakat jahiliyah ini, nilai-nilai dan  teori-teorinya. Kita tidak boleh melakukan penyesuaian sedikit pun untuk  kemudian berharap bisa mencari irisan di dalamnya. Sekali lagi tidak!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena jalan kita adalah berlainan dan  bersimpangan dengan jalan jahiliyah. Seandainya kita mencoba berjalan  seiring dengannya, walaupun cuma selangkah, niscaya kita kehilangan  pedoman dan kita akan meraba dalam kesesatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hal ini, kita akan menempuh  berbagai bentuk kesusahan dan penderitaan, kita akan menyumbangkan  pengorbanan yang besar dan dahsyat. Dan ini suatu pilihan yang tidak ada  pilihan lain kalau kita benar-benar hendak mengikuti langkah generasi  pertama yang ditampilkan oleh Allah, yang telah menghancur dan  memusnahkan jalan jahiliyah itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adalah baik sekali bagi kita untuk tetap  menyadari bentuk program dan landasan kita, menyadari tabiat sikap kita  dan juga tabiat jalan yang mesti kita lalui untuk keluar dari suasana  jahiliyah yang telah dilalui oleh generasi yang agung dan unik itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3277087028736421362-4609198685580297028?l=annurcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annurcorner.blogspot.com/feeds/4609198685580297028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/06/petunjuk-jalan-bab-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/4609198685580297028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/4609198685580297028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/06/petunjuk-jalan-bab-2.html' title='PETUNJUK JALAN......# Bab 2'/><author><name>NUY CORNER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14750148903677378381</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St7yPbPU5mI/AAAAAAAAAAM/owNyrC3w0do/S220/1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3277087028736421362.post-4762088105184719956</id><published>2010-06-09T09:23:00.000-07:00</published><updated>2010-06-09T09:31:46.943-07:00</updated><title type='text'>PETUNJUK JALAN .......# Bab 1</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Oleh : Sayyid Qutb &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;BAB 1. Petunjuk Sepanjang Jalan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Umat manusia sekarang ini berada di tepi  jurang kehancuran. Keadaan ini bukanlah berasal dari ancaman maut yang  sedang tergantung di atas ubun-ubunnya. Ancaman maut itu adalah satu  gejala penyakit dan bukan penyakit itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya puncak dari keadaan ini  ialah: bangkrut dan menyimpangnya umat manusia di bidang “nilai” yang  menjadi pelindung hidupnya. Hal ini terlalu menonjol di negara-negara  blok Barat yang memang sudah tidak punya nilai apa pun yang dapat  diberinya kepada umat manusia; bahkan, tidak punya sesuatu pun yang  dapat memberi ketenangan hatinya sendiri, untuk merasa perlu hidup lebih  lama lagi; setelah sistem “demokrasi” nampaknya berakhir dengan  kegagalan dan kebangkrutan, sebab ternyata ia sudah mulai meniru –  dengan secara berangsur-angsur – dari sistem negara-negara blok Timur,  khususnya di bidang ekonomi, dengan memakai nama sosialisme!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikian juga halnya di negara-negara  blok Timur itu sendiri. Teori-teori yang bercorak kolektif, terutamanya  Marxisme yang telah berhasil menarik perhatian sebahagian besar umat  manusia di negara-negara blok Timur itu – dan malah di negara-negara  blok Barat juga – dengan sifatnya sebagai suatu isme yang memakai cap  akidah juga telah mulai mundur teratur sekali dari segi ‘teori’ hingga  hampirlah sekarang ini lingkungannya terbatas di dalam soal-soal ‘sistem  kenegaraan’ sahaja dan sudah menyeleweng begitu jauh dari dasar isme  yang asal dasar-dasar pokok yang pada umumnya bertentangan dengan fitrah  umat manusia dan tidak mungkin berkembang kecuali di dalam masyarakat  yang mundur, atau pun masyarakat yang begitu lama menderita di bawah  tekanan sistem pemerintahan diktator.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hatta di dalam masyarakat seperti itu  sendiri pun – telah mulai nampak kegagalan di bidang materi dan ekonomi;  yaitu bidang yang paling dibanggakan oleh sistem itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lihat sahaja Russia, negara model dari  sistem kolektif itu, telah mulai diancam bahaya kebuluran yang hampir  sama dengan keadaan di zaman Tzar dahulu; hingga negara itu telah  terpaksa mengimpor gandum dan bahan-bahan makanan serta menjual emas  simpanannya untuk membeli bahan makanan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini puncak dari kegagalan sistem  pertanian kolektif dan sistem ekonomi yang bertentangan dengan fitrah  umat manusia. Oleh itu, maka umat manusia mestilah diberikan pimpinan  baru!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya peranan pimpinan manusia  barat atas umat manusia ini telah hampir tamat. Ini bukanlah kerana  ekonomi Barat itu telah bangkrut dan dari segi benda atau telah lemah  dari segi ekonomi dan kekuatan tentara, tetapi sebenarnya karena sistem  Barat itu telah tamat tempohnya sebab ia tidak lagi mempunyai stock  “nilai” yang melayakkan dia memegang pimpinan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Umat manusia memerlukan suatu pimpinan  yang mampu menyambung terus ekonomi kebendaan seperti yang telah dapat  dicapai sekarang melalui ekonomi cara Eropah itu, juga yang mampu  memberikan nilai baru yang lengkap, sebanding dengan yang telah ada dan  telah popular di dalam masyarakat manusia, juga yang mempunyai program  yang aktual, positif dan praktis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hanya Islam sajalah yang mempunyai  nilai-nilai dan program yang sangat diperlukan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemajuan ilmu pengetahuan telah pun  menunaikan tugasnya. Sejak dari zaman kebangkitan di dalam abad keenam  belas Masihi dan telah mencapai puncak kemajuannya di dalam abad  kedelapan betas dan abad kesembilan belas. Sesudah itu, ekonomi Eropa  sudah kehabisan bahan simpanan, untuk disumbangkan kepada umat manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikian juga faham-faham “kebangsaan”  dan “perkauman” yang telah muncul pada ketika itu, dan beberapa buah  negara gabungan telah lahir dan telah memberikan sumbangannya kepada  umat manusia tapi faham-faham “kebangsaan” dan perkauman” itu sudah  tidak mampu memberikan apa-apa kepada umat manusia, karena sudah  kehabisan bahan simpanan…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada akhirnya sistem-sistem yang  berdasarkan kebebasan individu dengan disusuli pula oleh sistem kolektif  telah selesai peranannya dan berakhir dengan kegagalan juga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang tibalah pula giliran ISLAM dan  peranan “umat” di saat yang paling genting ini. Islam yang tidak  memandang remeh dan rendah kepada hasil ciptaan sains yang dilakukan  oleh umat manusia sebelum ini dan akan terus dilakukan oleh umat manusia  di sepanjang zaman kerana Islam memandang kemajuan di bidang ciptaan  sains itu sebagai salah satu tugas utama manusia sejak Allah melantik  umat manusia ini menjadi “khalifah” dan pemerintah di bumi ini, dan di  bawah syarat-syarat tertentu pula, Islam memandangnya sebagai ibadat  kepada Allah, dan sebagai pelaksanaan tujuan hidup manusia:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Firman Allah: Ingatlah ketika Tuhanmu  berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak jadikan seorang  khalifah di muka bumi.” (Al-Baqarah: 30)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan firman Allah: “Dan Aku tidak  menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”  (Adz-Dzariat: 5)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka tibalah giliran bagi “UMAT ISLAM”  melaksanakan tujuan Allah yang telah melahirkan umat ini ke  tengah-tengah masyarakat umat manusia:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kamu [umat Islam] adalah umat terbaik  yang dilahirkan untuk manusia, yaitu kamu menyuruh berbuat kebaikan dan  melarang berbuat kejahatan dan kamu beriman kepada Allah.” (Ali Imraan:  110)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan firman Allah: “Dan demikianlah kami  jadikan kamu [umat Islam] umat yang adil dan pilihan, agar kamu menjadi  saksi atas perbuatan manusia dan agar Rasul [Muhammad] menjadi saksi  atas perbuatan kamu …” (Al-Baqarah: 143)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi Islam tidak akan mampu menunaikan  tugasnya kecuali bila ia menjelma di dalam sebuah masyarakat, yaitu ia  menjadi panduan hidup suatu umat kerana umat manusia tidak mau mendengar  – terutama sekali di zaman mutakhir ini – kepada suatu akidah yang  kosong, yang tidak dapat dilihat buktinya melalui suatu bentuk hidup  yang nyata dan dapat disaksikan sedangkan “wujud” umat Islam itu sendiri  boleh dianggap telah terputus -sejak beberapa abad yang lalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;UMAT ISLAM itu bukanlah seperti sebidang  tanah di mana Islam hidup di situ, bukan juga suatu kaum atau golongan  orang yang nenek moyang mereka dahulu pernah menghayati Islam sebagai  panduan hidup mereka kerana sesungguhnya “umat Islam” itu ialah suatu  golongan manusia yang menimba hidup, konsep realiti, nilai hidup mereka  dari sumber Islam dan umat ini, dengan ciri-ciri yang disebut di atas,  telah terputus wujudnya sejak terhentinya pelaksanaan undang-undang dan  syariat Islam dari seluruh muka bumi ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh sebab itu maka perlulah dipulihkan  wujud umat itu; supaya Islam dapat menunaikan peranan yang sangat  diharapkan itu, dalam memimpin umat manusia sekali lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memanglah umat Islam itu mesti bangkit  dari hempasan zaman, konsep hidup yang sesat dan oleh realiti hidup yang  menyeleweng, oleh sistem hidup yang pincang dan tiada kena mengena  dengan Islam sama sekali, tiada kena mengena dengan program Islam  walaupun umat itu masih menganggap dirinya sebagai umat Islam dan masih  memanggil negeri tempat tinggal mereka sebagai “dunia Islam.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya saya paham benar bahwa jarak  antara kebangkitan dan “memegang pimpinan” itu masih jauh dan susah  dilalui sebab sesungguhnya umat Islam sudah hilang dari “wujud” dan  “realiti” begitu lama sekali dan peranan memimpin umat manusia itu telah  diambil oleh fikiran yang lain, oleh umat yang lain dan oleh konsep  yang lain, juga oleh realiti yang lain berabad-abad lamanya dan  materialisme Eropa telah menciptakan, dalam waktu yang begitu lama,  banyak perbendaharaan yang berbentuk Ilmu Pengetahuan, kebudayaan,  sistem hidup, dan industri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walau bagaimanapun tanpa mengenepikan  pertimbangan ini, walau bagaimana jauhnya pun jarak di antara  kebangkitan dengan memegang pimpinan, langkah-langkah ke arah  kebangkitan itu mesti dijalankan terus dan jangan dilengahkan lagi!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Supaya kita selalu dapat menguasai  persoalannya, maka perlu benar kita memahami secara terperinci, apakah  syarat-syarat kelayakan yang akan menjadikan umat ini (umat Islam)  memegang peranan memimpin umat manusia, supaya kita tidak meraba-raba  dalam mencari unsur-unsur yang dapat mencetuskan kebangkitan semula umat  ini, di peringkat pertama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Umat ini sekarang tidak punya kemampuan  dan tidak perlu ia mempunyai kemampuan untuk mengemukakan kepada umat  manusia keunggulan dan kehandalannya di dalam sektor materi yang  membikin orang tunduk dan takut kepadanya dan memaksa umat manusia  menerima pimpinannya berdasarkan faktor ini; kerana kemajuan Eropa di  lapangan ini telah terlalu jauh mendahuluinya dan memang sulit untuk  dilewati dalam beberapa abad ke depan, untuk mengatasi mereka di  lapangan ini!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang demikian maka mestilah dicari suatu  syarat kelayakan yang lain, yaitu syarat kelayakan yang tidak terdapat  di dalam materialisme sekarang. Ini tidaklah berarti bahwa kita mesti  melupakan dan mesti memandang enteng kepada soal teknologi dan sains.  Sebab menjadi kewajiban kita juga untuk berusaha mendapatkannya, tapi  bukan dengan anggapan bahwa ia merupakan “syarat kelayakan” asasi yang  mesti kita gunakan di dalam memegang pimpinan umat manusia dalam zaman  sekarang ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cuma ia diperlukan sekadar untuk menjaga  hidup kita dari ancaman dan penindasan dan juga kerana konsep Islam  sendiri yang mengajarkan bahwa teknologi adalah sebuah kemestian sebagai  syarat menjadi khalifah Allah di muka bumi ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh kerana itulah maka wajar kalau ada  suatu syarat kelayakan lain, bukan teknologi dan industri, dan sudah  pastilah syarat kelayakan itu tidak lain daripada akidah dan Program  yang menjadikan manusia memelihara dan mengawal hasil teknologi, di  bawah pengawasan suatu konsep lain yang dapat memenuhi hajat fitrah  seperti yang telah diperolehi oleh kemajuan sains itu, dan supaya akidah  dan program itu menjelma di dalam sebuah perkumpulan manusia, yaitu  sebuah masyarakat Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya, dunia sekarang ini berada  di dalam Jahiliyyah dari segi dasar yang menjadi sumber bagi tegaknya  kehidupan dan peraturan-peraturannya. Jahiliyah yang tidak dapat  menyelesaikan beban hidup hasil dari rekaan baru yang sedang memuncak  sekarang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jahiliyah ini tegak di atas dasar  mengebiri kekuasaan-kekuasaan Allah di muka bumi dan merampas hak  istimewa Allah yaitu pemerintahan dan kekuasaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jahiliyah itu menyandarkan pemerintahan  kepada umat manusia yang menyebabkan setengah golongan menjadi hamba  kepada setengah golongan yang lain bukan sahaja di dalam bentuk primitif  seperti yang berlaku di zaman jahiliyah purbakala tetapi lebih dahsyat  lagi di dalam bentuk mengakui dan memberi hak membuat konsep-konsep,  nilai-nilai, undang-undang, peraturan-peraturan dan ketetapan-ketetapan  yang jauh menyimpang dari panduan dan program Allah untuk hidup ini;  dalam perkara-perkara yang tidak pernah diizin oleh Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena itu, hasil dari penyalahgunaan  kuasa Allah itu secara otomatis akan menimbulkan pelanggaran atas  hak-hak Allah, dan pelanggaran atas hak-hak manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenamya kehinaan yang menimpa umat  manusia di dalam sistem kolektif dan juga kekejaman yang menimpa  individu dan bangsa terjajah di bawah sistem kapitalis adalah salah satu  kesan dari pengebirian manusia atas hak istimewa Allah SWT, juga kerana  manusia tidak menghargai kehormatan yang dianugerah oleh Allah  kepadanya sejak azali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di dalam aspek ini, maka konsep Islam  tetap berlainan langsung dengan konsep-konsep bikinan manusia; kerana di  bawah sistem yang lain dari Islam, umat manusia itu saling mengabdikan  diri di antara satu sama lain, dalam bermacam-macam bentuknya. Sedangkan  di bawah sistem Islam, umat manusia bebas sepenuhnya daripada sebarang  belenggu pengabdian kepada sesama manusia dengan cara mengabdikan diri  kepada Allah SWT saja dan menerima arahan daripada Allah saja; juga  tunduk dan patuh kepada Allah saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inilah garis pemisah dan inilah  persimpangan jalan. Inilah juga konsep baru yang kita mampu kemukakan  kepada umat manusia mengenai konsep ini dan yang rangkaiannya adalah  perbendaharaan yang masih belum dimiliki oleh umat manusia; kerana ia  bukanlah hasil “pengeluaran” atau “produksi” kilang materialisme Barat  dan bukan hasil teknologi Eropa, baik Eropah Barat mahu pun Eropah  Timur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya kita- tanpa ragu sedikit  pun – memang memiliki suatu potensi baru, lengkap dan sempurna; potensi  yang masih belum dikenal dan belum mampu dibikin oleh seluruh umat  manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi potensi baru ini, seperti telah  kita tegaskan, mestilah menjelma di dalam bentuk realiti yang praktis,  mesti menjadi panduan dan darah daging suatu umat bagi lahirnya  kebangkitan umat Islam yang akan disusul pula, lambat-launnya, oleh  peranan memegang pimpinan seluruh umat manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi bagaimanakah caranya memulakan  operasi kebangkitan Islam itu? Jawabnya : Mesti ada satu golongan  pelopor atau “kader” yang menghayati cita-cita ini, dan meneruskan  kegiatannya dengan cara menerobos ke dalam alam jahiliyah yang sedang  berpengaruh di seluruh permukaan bumi ini dengan memakai dua kaedah:  yaitu kaedah memisahkan diri dan kaedah membuat hubungan di bidang lain  dengan pihak jahiliyah itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para pelopor dan kader itu tentulah  memerlukan panduan-panduan di sepanjang perjalanan mereka; panduan yang  memberikan tentang tabiat peranan mereka, hakikat tugas mereka dan inti  sari tujuan akhir perjalanan mereka dan juga mengenai garis permulaan di  dalam perjalanan jauh itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para pelopor dan kader itu perlu  mendapat panduan secukupnya mengenai – jahiliyah yang sedang berpengaruh  di dunia sekarang di dalam suasana yang bagaimanakah mereka boleh  berjalan seiring dengan jahiliyah dan di dalam suasana yang bagaimanakah  pula mereka harus memisahkan diri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana caranya melayani pihak  jahiliyah itu dengan menggunakan kaedah Islam dan dalam topik apakah  yang perlu dibicarakan? Juga dari mana dan bagaimanakah pula menimba  bahan-bahan panduan itu?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Panduan-panduan itu hendaklah diambil  dan ditimba dari sumber asal akidah ini, yaitu Al-Quran dan juga dari  arahan-arahan Al-Quran yang asasi juga dari konsep yang telah  dipancarkan oleh Al-Quran ke dalam jiwa para pelopor dan kader terdahulu  (para sahabat Rasulullah saw., red), yang telah diberi penghormatan  besar oleh Allah SWT untuk mengubah bentuk sejarah umat manusia mengikut  kehendak Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk para pelopor dan kader yang  diharapkan dan ditunggu-tunggu kelahirannya itu saya tuliskan “Petunjuk  Jalan” ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Empat fasal dari buku ini diambil dari  buku Di bawah Naungan AL-QURAN (Fi Zhilalil Quran) dengan beberapa  pindaan dan tambahan di mana perlu, sesuai dengan judul. Di antara  kandungannya juga ialah delapan fasal, selain daripada muqaddimah ini,  yang ditulis dalam waktu tertentu saya beroleh kesempatan dan ilham dari  sumber Al-Quran Yang Mulia… dan dirangkai menjadi satu, sebagai  “Petunjuk” dan panduan di dalam perjalanan, seperti juga buku panduan  jalan dakwah yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setidaknya, inilah petunjuk dan panduan  peringkat pertama. Semoga Allah melimpahkan kurnia-Nya dan petunjuk ini  akan disusul lagi oleh petunjuk-petunjuk lain bila saja Allah memberi  hidayah kepadaku mengenai petunjuk di sepanjang jalan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wabillahi – taufieq.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayyid Quthub&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3277087028736421362-4762088105184719956?l=annurcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annurcorner.blogspot.com/feeds/4762088105184719956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/06/petunjuk-jalan-bab-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/4762088105184719956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/4762088105184719956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/06/petunjuk-jalan-bab-1.html' title='PETUNJUK JALAN .......# Bab 1'/><author><name>NUY CORNER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14750148903677378381</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St7yPbPU5mI/AAAAAAAAAAM/owNyrC3w0do/S220/1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3277087028736421362.post-4886526999587965991</id><published>2010-06-09T09:19:00.000-07:00</published><updated>2010-06-11T08:20:08.914-07:00</updated><title type='text'>Memahami Khazanah Klasik</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Oleh : Dr. Yusuf Qardhawi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;tt&gt;SINOPSIS:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mencatat  bagaimana perbedaan pendapat pada masa lalu, tidak &lt;br /&gt;jarang berakhir  dengan kekerasan. Hanya karena berbeda mazhab, sesama &lt;br /&gt;Muslim ada  yang tidak mau shalat berjamaah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan hanya karena amalan  sunnah berupa qunut shalat subuh atau &lt;br /&gt;jumlah rakaat shalat sunnah  tarawih, sudah menyebabkan seseorang &lt;br /&gt;saling mencela dan meremehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua  itu tidak seharusnya terjadi. Pasalnya, sebagai Muslim, kita &lt;br /&gt;diperintah  untuk menegakkan ukhuwah Islamiyah, kita harus memperbesar &lt;br /&gt;persamaan  dan memperkecil perbedaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad saw. telah menyatakan  bahwa tidak sempurna iman &lt;br /&gt;seseorang jika ia belum mencintai  saudaranya sebagaimana ia mencintai &lt;br /&gt;dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  buku MEMAHAMI KHAZANAH KLASIK, MAZHAB DAN IKHTILAF INI, Dr. &lt;br /&gt;Yusuf  Al-Qardhawi kembali mengingatkan kita kepada ajaran luhur &lt;br /&gt;Rasulullah  saw. dan Salafus Saleh mengenai sikap toleran dalam &lt;br /&gt;menghadapi  perbedaan pendapat. Beliau mengingatkan kita pada kearifan &lt;br /&gt;Imam  Syafi'i: "Pendapatku ada benarnya, tapi ada kemungkinan salah. &lt;br /&gt;Pendapat  orang lain ada salahnya, tapi ada kemungkinan benar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini  merupakan uraian penulis (Dr. Yusuf al-Qardhawi) terhadap 4 &lt;br /&gt;dari 20  prinsip Ikhwanul Muslimin yang disusun Hasan al-Banna. Atas &lt;br /&gt;permintaan  banyak kalangan, dan karena kekhususan pembahasan 4 &lt;br /&gt;prinsip itu  (Prinsip ke-6, 7, 8 dan 9), maka Syekh Qardhawi &lt;br /&gt;memisahkannya dalam  satu buku khusus ini.&lt;/tt&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3277087028736421362-4886526999587965991?l=annurcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annurcorner.blogspot.com/feeds/4886526999587965991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/06/memahai-khazanah-klasik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/4886526999587965991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/4886526999587965991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/06/memahai-khazanah-klasik.html' title='Memahami Khazanah Klasik'/><author><name>NUY CORNER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14750148903677378381</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St7yPbPU5mI/AAAAAAAAAAM/owNyrC3w0do/S220/1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3277087028736421362.post-3924612270135252460</id><published>2010-06-09T05:26:00.001-07:00</published><updated>2010-06-09T09:09:33.096-07:00</updated><title type='text'>Komitmen Muslim Terhadap Harakah Islamiyah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh : Fathi Yakan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Komitmen kepada islam bukanlah komitmen warisan atau keturunan. Bukan  pula komitmen sebatas penampilan luar. Melainkan komitmen kepada ajaran  Islam, komitmen terhadap Islam dan menyesuaikan diri dengan Islam dalam  seluruh aspek kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Saya Harus mengIslamkan Aqidah Saya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Syarat  pertama dalam berkomitmen dan menisbahkan diri kepada Islam adalah  Aqidah seorang muslim harus lurus dan benar, sesuai dengan tuntunan  Kitabullah dan Sunnah Rasulullah SAW.Agar Saya  dapat mengIslamkan Aqidah saya, maka wajib bagi saya untuk : &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mengimani  bahwa pencipta alam semesta ini adalah Ilah Yang Maha Bijaksana, Maha  Kuasa, Maha Mengetahui, Maha Berdiri Sendiri. Lihat QS Al Anbiya’ : 22.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengimani  bahwa Al-Kholiq menciptakan alam semesta ini tidaklah dengan sia-sia  dan percuma, karena Dzat yang memiliki sifat Kamal (kesempurnaan) tidak  mungkin melakukan sesuatu yang sia-sia. Lihat QS Al Mu’minun : 115-116.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengimani  bahwa Allah SWT telah mengutus para Rosul dan menurunkan kitab-kitab  untuk memperkenalkan Dzat-Nya kepada manusia, menjelaskan tujuan  penciptaan, serta asal dan tempat kembali mereka kelak. Lihat QS An-Nahl  : 36. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengimani bahwa tujuan diciptakannya manusia adalah  untuk mengenal Allah SWT, seperti yang Dia terangkan, serta untuk taat  dan mengabdi kepada-Nya. Lihat QS Adz-Dzariyat : 56-58&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengimani  bahwa balasan bagi Mu’min yang taat adalah jannah dan bagi orang kafir  yang ma’shiat adalah neraka. Lihat QS Asy-Syura : 7.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengimani  bahwa manusia melakukan kebaikan maupun kejahatan atas pilihan dan  kehendaknya sendiri. Akan tetapi ia tidak dapat melakukan kebaikan  kecuali dengan taufiq dari Allah SWT dan tidak melakukan kejahatan atas  paksaan dari Allah SWT. Lihat QS Asy-Syam : 7-10 dan Al-Mudatsir :38.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengimani  bahwa tasyri’ (pembuatan hukum) hanyalah hak Allah semata yang tidak  boleh dilangkahi. Seorang ‘alim boleh berijtihad dalam mengambil  kesimpulan (istinbath) hukum dalam lingkup yang disyari’atkan oleh  Allah. Lihat QS Asy-Syura : 10. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengetahui nama-nama serta  sifat-sifat yang layak dan sesuai dengan keagungan Allah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merenungkan  ciptaan Allah dan bukan Dzat-Nya, dalam rangka mengikuti perintah  Rasulullah SAW&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meyakini bahwa pendapat salaf lebih utama diikuti  untuk menutup peluang ta’wil dan ta’thil (tidak memberlakukan makna  dari sebuah lafadz) serta menyerahkan makna hakiki dari nama-nama dan  sifat-sifat Allah itu hanya kepadaNya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengabdi kepada Allah  dengan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, sesuai dengan misi da’wah  yang dibawa oleh setiap Rasul yang menyeru manusia untuk mengabdikan  diri hanya kepada Allah dengan tidak tunduk kepada selain-Nya. Lihat QS  An-Nahl : 36.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merasa takut oleh-Nya dan tidak merasa takut oleh  selain Dia. Dan hendaknya rasa takut yang ada pada saya mendorong saya  untuk menjauhkan diri dari perbuatan yang dibenci dan diharamkan  oleh-Nya. Lihat QS An-Nur : 52) dan QS Al-Mulk : 12.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berdzikir  kepada-Nya secara berkelanjutan. Diam saya harus berfikir, berkata saya  harus merupakan dzikir. Dan dzikir kepada Allah merupakan obat spiritual  yang ampuh dan senjata yang hebat untuk menghadapi tantangan zaman dan  segala bencana yang menimpa kehidupan. Lihat QS Ar-Rad : 28 dan QS Az  Zukhruf ; 36-37.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencintai Allah sampai hati saya dikuasai  oleh-Nya dan terkait erat dengan-Nya sehingga mendorong diri saya untuk  terus menambah amal baik, berkorban dengan berjihad di jalan-Nya. Lihat  QS At-Taubah : 24.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bertawwakal kepada Allah dalam segala urusan  saya. Sikap ini dapat menumbuhkan kekuatan jiwa dan semangat yang  membuat kesulitan seperti apapun menjadi mudah. Lihat QS At-Thalaq : 3.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersyukur  kepada Allah atas nikmat-nikmatNya dan karunia-karuniaNya yang tak  terhingga. Lihat QS An Nahl : 78, QS Yasin : 33-35 dan QS Ibrahim : 7.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beristighfar  secara dawam (berkelanjutan), karena istighfar dapat menghapus  kesalahan, memperbaharui taubat dan iman serta dapat nmenumbuhkan  perasaan tenang dan tentram. Lihat QS An Nisa : 110 dan QS Ali Imran :  135. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyadari bahwa diri selalu dimonitor oleh-Nya, kapan saja  dan dimana saja (Muroqobah). Lihat QS Al-Mujadilah : 7.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Saya Harus meng-Islamkan Ibadah  Saya&lt;/b&gt;. &lt;/div&gt;Ibadah adalah puncak ketundukan  dan pengakuan atas keagungan zat yang diibadahi. Islam menghendaki agar  seluruh kehidupan merupakan pengabdian , ibadah dan keta’atan. ( QS  Adz-Dzaariyat : 56 ) dan (QS Al An’am : 162).&lt;blockquote&gt; &lt;/blockquote&gt;Agar  saya dapat mengislamkan ibadah saya, maka saya harus :&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menjadikan ibadah  saya hidup dan tersambung dengan Al-Ma’bud (Allah). Dan ini taraf Ihsan  dalam ibadah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjadikan ibadah saya khusyu sehingga saya dapat  merasakan hangatnya hubungan dan mesranya kekhusyuan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beribadah  dengan hati yang hadhir (penuh kesadaran) dan menjauhkan pemikiran  tentang kesibukan dunia dan problematik yang terjadi di sekitar saya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak  pernah merasa kenyang dalam beribadah. Saya harus terus mendekatkan  diri kepada Allah dengan ibadah-ibadah nafilah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memelihara  qiyamulail dan melatih diri agar terbiasa melakukannya, karena  qiyamullail merupakan salah satu pembangkit iman yang paling kuat. (QS  Al-Muzzamil : 6), (Adz-Dzariyat : 17-18) dan (As-Sajadah : 16)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  Mempunyai waktu khusus untuk mengkaji dan merenungkan Al Quran terutama  di waktu Subuh. (QS Al-Isra : 78). Disertai tadabbur (merenungkan),  tafakkur (memikirkan) dan perasaan haru. (QS Al-Hasyr :21). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjadikan  do’a sebagai mi’roj saya kepada Allah dalam segala urusan kehidupan  karena do’a adalah sumsum ibadah, dan saya harus menjaga doa - doa yang  ma’tsur (datang dari Rasulullah SAW). (QS Al Ghoofir : 60).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;Saya  Harus mengIslamkan Akhlak Saya&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akhlaq mulia  adalah tujuan asasi dari Risalah Islamiyah. (QS Al-Hajj : 41) dan (QS  Al Baqarah : 177). Akhlaq mulia harus dibuktikan dalam amal perbuatan  sekaligus buah iman. Akhlaq mulia terlahir dari ibadah. (QS Al Ankabuut :  45). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Diantara sifat-sifat penting yang harus dimiliki seseorang  agar dapat mengislamkan akhlaqnya :&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bersikap wara’ (menjauhkan  diri) dari perkara-perkara syubhat. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menundukkan pandangan.  Karena pandangan dapat membangkitkan nafsu birahi dan merangsang  pelakunya untuk terjerumus ke dalam dosa dan maksiat. (QS An Nur : 30).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjaga  lidah. Seorang muslim hendaknya menjaga lidahnya dari pembicaraan tak  berguna, obrolan-obrolan kotor, kata-kata dan ungkapan yang buruk serta  seluruh perkataan sia-sia, ghibah dan fitnah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rasa malu tanpa  kehilangan keberanian dan kebenaran. Tidak mencampuri urusan orang lain,  menundukkan pandangan, rendah hati, tidak meninggikan suara, qonaah  (merasa cukup dengan yang ada), dan lain-lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lemah lembut dan  sabar. Jalan dakwah sarat dengan kesulitan, penganiayaan, intimidasi,  tuduhan, celaan, dan olok-olok yang merupakan konsekuensi logis bagi  mereka yang aktif dengan pergerakan Islam agar semangat mereka  mengendur, gerakan mereka lumpuh dan mereka akhirnya berpaling dari  jalan dakwah. (QS Asyura: 43), (Al Hijr : 85), (As Shad : 10), (An Nur :  22), dan (Al Furqan : 63).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jujur. Berani mengatakan yang benar,  meskipun mengandung resiko bagi dirinya, tanpa takut celaan orang lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tawadhu  (rendah hati).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjauhi perasangka, ghibah dan mencari-cari aib  orang Islam. (QS Al Hujurat : 12) dan (QS Al-ahzab : 58).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Murah  hati dan dermawan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Qudwah Hasanah (teladan yang baik). Di  kalangan manusia dan menerjemahkan prinsip-prinsip serta aturan-aturan  islam dengan amal nyata ketika makan, minum, berpakaian, berbicara,  bepergian, berada di rumah dan dalam segala gerak dan diamnya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3277087028736421362-3924612270135252460?l=annurcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annurcorner.blogspot.com/feeds/3924612270135252460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/06/aaaaaaaaaaaaaa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/3924612270135252460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/3924612270135252460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/06/aaaaaaaaaaaaaa.html' title='Komitmen Muslim Terhadap Harakah Islamiyah'/><author><name>NUY CORNER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14750148903677378381</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St7yPbPU5mI/AAAAAAAAAAM/owNyrC3w0do/S220/1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3277087028736421362.post-179341664640804031</id><published>2010-03-22T07:32:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T07:32:56.168-07:00</updated><title type='text'>...Kematian &amp; Persiapan Menghadapinya...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/S6d9emOKl4I/AAAAAAAAACg/38O3hME4rAQ/s1600-h/2809479915_076c9407f3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/S6d9emOKl4I/AAAAAAAAACg/38O3hME4rAQ/s320/2809479915_076c9407f3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;HIDUP DAN MATI&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Apa perbedaan mati dan hidup?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;dakwatuna.com – &lt;/strong&gt;Orang mati tidak lagi makan, minum, mendengar, mengenal, berfikir, tidak merasa apa yang ada menurut pandanan kita, tidak berkembang, tidak bernafas, tidak menikah, tidak melahirkan anak. Orang hidup sebaliknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka renungkanlah dengan baik. Bagaimana makanan yang mati dan beku itu berubah menjadi kehidupan. Terjadi setiap hari di tubuh kita. Perhatikan tanganmu yang dahulu kecil, kemudian dengan makanan yang sudah mati itu semakin bertambah besar, sehinggga menjadi tangan yang hidup. Lalu bandingkan dengan tangan mayit, yang dahulu aktif dan hidup, tiba-tiba menjadi kaku dan mati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka siapakah yang memberikan kehidupan pada benda-benda mati? Dan siapakah yang memutuskan kematian pada makhluk hidup?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berhala-berhala mati, tidak memiliki kematian atau kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alam mati, tidak memiliki kematian dan kehidupan, akal atau pengelolaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya semua yang hidup akan dipaksa mati. Dia harus mati. Karena kematian dan kehidupan tidak ada di tangannya, akan tetapi ada di tangan Allah. Pemilik segala sesuatu. Melakukan apa yang diinginkan. Firman Allah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, dia menghidupkan dan mematikan, dan dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” &lt;/em&gt;(Al Hadidi: 2)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Dan dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan dialah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak memahaminya?” &lt;/em&gt;(Al-Mukminun: 80).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;MATI SETELAH HIDUP&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Mengapa kita mati?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya hanya Allah yang menghidupkan kita dan mematikan kita. Allah swt telah memberitahukan kepada kita bahwa hikmah dari kematian adalah perpindahan dari &lt;strong&gt;&lt;em&gt;darul amal&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (rumah kerja) menuju &lt;strong&gt;&lt;em&gt;darul jaza’&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (rumah balasan), setiap orang mendapatkan balasan dari apa yang pernah dikerjakan. Firman Allah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia Telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”&lt;/em&gt; (Ali Imran: 185)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;TIDAK ADA TEMPAT BERLARI DARINYA&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Adakah tempat berlari dari kematian?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aneh sekali orang yang tidak meyakini kematian, padahal ia menyaksikan orang-orang mati. Kematian itu tidak ada seorangpun di muka bumi ini yang mengingkarinya. Akan tetapi banyak orang yang menolak dirinya mengenang kematian itu, bersiap menghadapi pasca kematian. Mereka berlari dari mengingatnya padahal mereka akan menemuinya, menjauhkan diri darinya padahal kematian itu mendatanginya. Firman Allah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, Maka Sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, Kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu dia beritakan kepadamu apa yang Telah kamu kerjakan.” &lt;/em&gt;(Al-Jumu’ah: 8 )&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;KEPUTUSAN YANG DITUNDA&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Apakah kematian itu ada di tangan manusia?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawabannya jelas. Sesungguhnya hidup itu tidak ada di tangan manusia, jika tidak demikian maka setiap orang yang mati akan menghidupkan dirinya sendiri. Demikian juga kematian tidak ada di tangan manusia. Jika ada di tangan manusia maka tidak ada seorangpun di muka bumi ini yang mati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Lalu ada di tangan siapa?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kematian ada di tangan Yang telah menghidupkan dan menciptakan manusia. Di tangan Allah swt. Anda akan melihat ketentuan umum yang berlaku pada sunnatul maut wal hayat (mati dan hidup). Pada waktu kurang dari seratus tahun kita umumnya sudah mati, sebagaimana sebelum seratus tahun yang lalu kita belum ada di dunia. Demikianlah orang-orang sebelum kita, meski dengan perbedaan umur dan bilangan tahun….&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu. Maka apabila Telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” &lt;/em&gt; (Al-A’raf: 34)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masing-maing kita akan hidup terbatas, ditentukan dengan ilmu Allah swt. Dan peran kita di dunia ini juga sudah jelas sesuai dengan ketentuan umum. Masing-masing kita memiliki ajal terbatas. Jika telah datang tidak bisa ditunda. Betapa banyak orang yang dalam keadaan sehat wal afiat, dengan mendadak berpindah ke sisi Rabbnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ditunjukkan kepadanya sebab yang paling kecil, bagi kematiannya. Firman Allah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya ketetapan Allah apabila Telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu Mengetahui.”&lt;/em&gt; (Nuh: 4)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebaliknya betapa banyak orang yang mengalami sakit yang sangat berbahaya, mengalami luka yang berat, atau tercabik-cabik oleh senjata perang, atau penyakit berat lainnya. Betapa banyak orang yang menghadapi serangan tepat dan mematikan, atau situasi yang membinasakan, akan tetapi mereka tetap hidup, tidak mati. Hal ini karena ajalnya belum sampai. Firman Allah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang Telah ditentukan waktunya.” &lt;/em&gt;(Ali Imran: 145)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;KEADAAN MUKMIN DAN KAFIR KETIKA MATI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Bagaimana keadaan mukmin dan kafir ketika mati?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;dakwatuna.com – &lt;/strong&gt;Rasulullah saw bersabda: &lt;em&gt;“Orang mukmin ketika&amp;nbsp; datang kematiannya –ia didatangi &lt;strong&gt;al basyir&lt;/strong&gt; (pembawa kabar gembira) dari Allah, maka tidak ada yang paling menyenangkan bagi orang mukmin ini dibandingkan berjumpa dengan Allah. Maka Allah akan senang menemuinya. Sesungguhnya orang fajir (pecandu dosa) atau orang kafir jika menghadapai kematian, akan datang padanya keburukan yang pernah diperbuatnya, atau menemui keburukan-keburukan lain. Sehingga ia enggan berjumpa dengan Allah, dan Allah enggan menemuinya.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika orang beriman menghadapi kematian akan turun Malaikat rahmat yang menenangkannya, memberikan kabar gembira ridha Allah, Allah bukakan baginya pintu-pintu surga. Ia melihat nikmat dan kemewahannya, sehingga lapang dadanya dan senang berjumpa dengan Rabbnya. Firman Allah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang Telah dijanjikan Allah kepadamu”. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.” &lt;/em&gt;(Fushshilat: 30-31)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan orang yang enggan, maka mereka tersiksa dengan kematiannya, dan dipaksa menemui Rabbnya. Firman Allah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar”, (tentulah kamu akan merasa ngeri).”&lt;/em&gt; (Al-Anfal: 50)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;DATANG MENDADAK&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ada di antara orang yang berkata: “Nanti saya akan bertaubat” &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang yang belum tepat Islamnya, orang yang belum tepat memahami kematian. Apakah pernah ada kesepakatan dengan kematian, sehingga ia tidak mati kecuali setelah bertaubat? Apakah ada seseorang di muka bumi ini meyakini dengan pasti bahwa ia akan hidup sampai esok hari? Atau orang yang mengatakan demikian telah membuat janji demikian di hadapan Allah. Firman Allah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya Allah, Hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2010/kematian-dan-persiapan-menghadapinya-bagian-ke-2/#_ftn1"&gt;&lt;strong&gt;[1]&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” &lt;/em&gt;(Luqman: 34)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah kematian ada di tangan Allah. Tidak ada seorangpun yang tahu kapan kematian itu akan datang menghampirinya. Maka orang yang berfikir akan bersegera mengerjakan amal shalih sebelum kematian mendahuluinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;RINGKASAN&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mati dan hidup ada di tangan Allah. Pencipta mati dan hidup, bukan di tangan berhala atau kehendak alam, yang tidak memiliki bagi dirinya sendiri hidup dan mati. Mati atau perpindahan dari ruang amal menuju ke ruang pembalasan. Kematian adalah keharusan bagi setiap manusia, tiada tempat berlari darinya, maka wajib mempersiapkan diri untuk pasca kematian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Catatan&lt;/em&gt;:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2010/kematian-dan-persiapan-menghadapinya-bagian-ke-2/#_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Maksudnya: manusia itu tidak dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok atau yang akan diperolehnya, namun demikian mereka diwajibkan berusaha.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt; — Tamat&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3277087028736421362-179341664640804031?l=annurcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annurcorner.blogspot.com/feeds/179341664640804031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/03/kematian-persiapan-menghadapinya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/179341664640804031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/179341664640804031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/03/kematian-persiapan-menghadapinya.html' title='...Kematian &amp; Persiapan Menghadapinya...'/><author><name>NUY CORNER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14750148903677378381</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St7yPbPU5mI/AAAAAAAAAAM/owNyrC3w0do/S220/1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/S6d9emOKl4I/AAAAAAAAACg/38O3hME4rAQ/s72-c/2809479915_076c9407f3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3277087028736421362.post-8462686974233370731</id><published>2010-03-22T07:11:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T07:38:47.986-07:00</updated><title type='text'>...Sejarah Panjang Masjid Al-Aqso...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/S6d6Nlq_KZI/AAAAAAAAACY/S0vDXUeZsJA/s1600-h/aksipks4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/S6d6Nlq_KZI/AAAAAAAAACY/S0vDXUeZsJA/s320/aksipks4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Masjid Al-Aqsha&lt;/b&gt; (Arab: &lt;big&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;المسجد الاقصى&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;/big&gt; , &lt;i&gt;Al-Masjid Al-Aqsa&lt;/i&gt;, arti harfiah: "masjid terjauh") adalah salah satu bangunan yang menjadi bagian dari kompleks bangunan suci di Kota Lama Yerusalem (Yerusalem Timur) yang dikenal dengan nama &lt;b&gt;Al-Haram asy-Syarif&lt;/b&gt; bagi umat Islam dan dengan nama &lt;b&gt;Har Ha-Bayit&lt;/b&gt; (Bukit Baitallah atau &lt;i&gt;Temple Mount&lt;/i&gt;) bagi umat Yahudi dan &lt;span class="mw-redirect"&gt;Nasrani&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;Sejarah panjang masjid Al- Agso&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al- Aqso merupakan tempat suci dari 3 agama (Islam, Kristen, dan Yahudi). Ketiganya meyakini tempat itu adalah tempat dimana Ibrahim (Abraham) akan mengorbankan anaknya.Selain itu Islam juga meyakini tempat itu merupakan lokasi dimana naik kesurga selama Isra Mi'raj. kompleks Al-Aqsa dengan masjid Qubba Al Sakhrah juga merupakan titik pusat kebanggaan nasional Palestina.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan menurut Yahudi(semoga Allah mengutuk mereka), kompleks tersebut berada diatas Gunung Bait Suci, dimana Bait Suci pertama dan kedua diperkirakan berdiri, The Temple Mount (Gunung Bait Suci) adalah situs yang paling suci dalam tradisi Yahudi. mereka percaya raja Salomon membangun kuil pertama disana 3000 tahun yang lalu dan kemudian dihancurkan Romawi pada tahun 70 Masehi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;masjid Al- Agso awalna adalah rumah ibadah kecil yang dibangun oleh Khalifah Khulafaur Rasyidin Ummar, lalu diperluas oleh Ummayad Khalifah Abdul Malik dan diselesaikan putranya Al-walid pada 705 Masehi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pada tahun 746, masjid ini benar-benar hancur oleh gempa dan dibangun kembali oleh Khalifah Abbasiyah Al-Mansyur pada 754 dan Al Mahdi pada tahun 780. Gempa lain menghancurkan masjid Al- Agso di 1033, beberapa tahun kemudian dibangun kembali oleh Khalifah Fatimiyah Az zahir Ali membangun mesjid lain yang berdiri hingga sekarang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika tentara Salib merebut Yurusalem pada tahun 1099 mereka menggunakan masjid sebagai istana dan gereja, tetapi fungsinya sebagai masjid dipulihkan setelah Saladin merebut kembali kopta itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hingga sekaang kota lama sarat akan sejarah ini dibawah kendali Israel namun masjidnya tetap dibawah pimpinan Palestina yang dipimpin wakaf Islam, meskipun begitu akses masyarakat yang ingin beribadah ditempat itu amat dibatasi oleh otorita Israel(semoga Allah mengutuk mereka), contohnya ketika hendak melakukan ibadah sala jum'at, pihak keamanan israel hanya mengizinkan mereka ang berusia diatas 50 tahun, hal ini saya rasa sangat tidak etis dan melanggar HAM untuk beribadah menurut keyakinannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;Data mengenai masjid ini yang diambil dari wikipedia  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Literatur Muslim(Al Quran nul karim ) menyatakan bahwa &lt;span class="mw-redirect"&gt;Nabi Muhammad SAW&lt;/span&gt; diangkat ke &lt;span class="mw-redirect"&gt;Sidratul Muntaha&lt;/span&gt; dari lokasi ini pada tahun &lt;span class="new"&gt;621 Masehi&lt;/span&gt;, menjadikan masjid ini sebagai tempat suci di Islam (lihat &lt;span class="mw-redirect"&gt;Isra' Mi'raj&lt;/span&gt;.)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masjid Al-Aqsa yang dulunya dikenal sebagai &lt;b&gt;Baitul Maqdis&lt;/b&gt;, merupakan kiblat shalat umat Islam yang &lt;span class="mw-redirect"&gt;pertama&lt;/span&gt; sebelum dipindahkan ke Ka'bah di dalam Masjidil Haram. Umat Muslim berkiblat ke Beitul Maqdis selama Nabi Muhammad mengajarkan Islam di Mekkah (13 tahun) hingga 17 bulan setelah hijrah ke &lt;span class="mw-redirect"&gt;Medinah&lt;/span&gt;. Setelah itu kiblat shalat adalah Ka'bah di dalam Masjidil Haram, Mekkah hingga sekarang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masjid Al-Aqsa saat ini adalah masjid yang dibangun secara permanen oleh &lt;b&gt;Khalifah Abdul Malik bin Marwan&lt;/b&gt; dari Kekhalifahan Umayyah (Dinasti Bani Umayyah) pada tahun 66 H dan selesai tahun 73 H. Agak berbeda dengan pengertian Masjid Al-Aqsa pada peristiwa Isra' Mi'raj (Q.S. Al Israa’:1) yaitu meliputi seluruh kawasan &lt;b&gt;Al-Haram asy-Syarif&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembakaran Masjid Al-Aqsa pada tanggal 21 Agustus 1969 telah mendorong berdirinya Organisasi Konferensi Islam yang saat ini beranggotakan 57 negara. Pembakaran tersebut juga menyebabkan sebuah mimbar kuno yang bernama "&lt;span class="mw-redirect"&gt;Shalahuddin Al-Ayyubi&lt;/span&gt;" terbakar habis. Dinasti Bani Hasyim, penguasa Kerajaan Yordania telah menggantinya dengan mimbar buatan &lt;span class="mw-redirect"&gt;Jepara&lt;/span&gt;, Indonesia. Keluarga Bani Hasyim, yang masih bertalian darah dengan Nabi Muhammad menurut tradisi merupakan keluarga yang bertanggungjawab memelihara tempat-tempat suci Islam di kawasan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Referensi : http://historyology.blogspot.com/2009/12/masjid-al-aqsha-arab-al-masjid-al-aqsa.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3277087028736421362-8462686974233370731?l=annurcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annurcorner.blogspot.com/feeds/8462686974233370731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/03/sejarah-panjang-masjid-al-aqso.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/8462686974233370731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/8462686974233370731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/03/sejarah-panjang-masjid-al-aqso.html' title='...Sejarah Panjang Masjid Al-Aqso...'/><author><name>NUY CORNER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14750148903677378381</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St7yPbPU5mI/AAAAAAAAAAM/owNyrC3w0do/S220/1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/S6d6Nlq_KZI/AAAAAAAAACY/S0vDXUeZsJA/s72-c/aksipks4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3277087028736421362.post-4194901419812329644</id><published>2010-03-22T04:11:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T07:46:30.346-07:00</updated><title type='text'>Kisah Air Masin &amp; Air Tawar yang Tidak Akan Bersatu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;ALLAH IS GREAT !&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi." (Q.S Al Furqan:53)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery' pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi "Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan..."Artinya: "Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus." Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi "Yakhruju minhuma lu'lu`u wal marjaan" ertinya "Keluar dari keduanya mutiara dan marjan." Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur'an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur'an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur'an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allahu Akbar...! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim.Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air." Bila seorang bertanya, "Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?" Rasulullah s.a.w. bersabda, "Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita, Mexico. Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sebuah "sungai" di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.&lt;/div&gt;&lt;img alt="[Gambar: 23524_1216142414996_1571927921_30514069_968305_n.jpg]" border="0" class="imagespost" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs385.snc3/23524_1216142414996_1571927921_30514069_968305_n.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="[Gambar: 23524_1216143295018_1571927921_30514075_576303_n.jpg]" border="0" class="imagespost" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs385.snc3/23524_1216143295018_1571927921_30514075_576303_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="[Gambar: 23524_1216142855007_1571927921_30514072_4605906_n.jpg]" border="0" class="imagespost" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs425.ash1/23524_1216142855007_1571927921_30514072_4605906_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="[Gambar: 23524_1216142695003_1571927921_30514071_2451679_n.jpg]" border="0" class="imagespost" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs385.snc3/23524_1216142695003_1571927921_30514071_2451679_n.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="[Gambar: 23524_1216142575000_1571927921_30514070_377761_n.jpg]" border="0" class="imagespost" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs365.snc3/23524_1216142575000_1571927921_30514070_377761_n.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Referensi : http://www.kikil.org/forum/thread-45539-post-290452.html#pid290452&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3277087028736421362-4194901419812329644?l=annurcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annurcorner.blogspot.com/feeds/4194901419812329644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/03/kisah-air-masin-air-tawar-yang-tidak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/4194901419812329644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/4194901419812329644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/03/kisah-air-masin-air-tawar-yang-tidak.html' title='Kisah Air Masin &amp; Air Tawar yang Tidak Akan Bersatu'/><author><name>NUY CORNER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14750148903677378381</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St7yPbPU5mI/AAAAAAAAAAM/owNyrC3w0do/S220/1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3277087028736421362.post-4459291347275814249</id><published>2010-01-01T07:07:00.000-08:00</published><updated>2010-01-05T18:11:38.828-08:00</updated><title type='text'>Mendidik dengan Hati</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh: Yeni Hendriyani&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/S0FxkC1TLNI/AAAAAAAAACI/IJz2TfYALMM/s1600-h/bayi+lutcu2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/S0FxkC1TLNI/AAAAAAAAACI/IJz2TfYALMM/s400/bayi+lutcu2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Keluarga, sebuah kata yang tidak asing di telinga. Kita akan langsung memvisualisasikan kata itu dalam benak kita dengan gambaran sebuah rumah, lengkap dengan ayah, ibu dan anak, karena memang definisi dari ‘keluarga’ pun adalah ibu, bapak dengan anak; seisi rumah (Kamus Umum Bahasa Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keluarga, sesungguhnya adalah sebuah organisasi terkecil dalam masyarakat yang memiliki karakteristik unik, dalam pengertian pasti akan selalu ada perbedaan antara keluarga yang satu dengan yang lainnya, bahkan  meskipun itu berasal dari kakek atau nenek yang sama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Organisasi kecil yang bernama keluarga merupakan sebuah miniature yang dapat menggambarkan karakteristik orang-orang yang ada di dalamnya. Jika seorang anak pendiam dan pemalu biasanya hal tersebut adalah gambaran orang tuanya atau salah satu dari orang tuanya. Sebaliknya, jika seorang anak energik, luwes dalam bergaul, dan kritis dalam menyikapi fenomena di sekitarnya, biasanya memiliki orang tua yang cenderung demokratis, luwes pula dalam pergaulan dan berwawasan luas. Hal demikian membuktikan bahwa gambaran yang ada pada anak, adalah gambaran pola asuh yang diberikan orang tuanya. Maka tidak salah jika Islam mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِه)رواه مسلم&lt;/span&gt;(&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tidak satupun yang dilahirkan kecuali dalam keadaan “fitrah” (Islam), maka ‘orang tua’nyalah yang menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menukil hadits di atas, Islam telah menyatakan bahwa setiap manusia mempunyai kecenderungan untuk “fitrah”. Namun kemudian fakta yang terjadi kita sering melihat bahwa ternyata begitu banyak perilaku manusia yang tidak sesuai dengan “fitrah”nya, mengapa hal itu bisa terjadi?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya ‘fitrah’nya manusia bersifat potensial. Ia tidak dapat menjadikan manusia dengan sendirinya menjadi ‘fitrah’, tergantung siapa yang kemudian memberi warna terhadap kefitrahannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita mungkin ingat cerita tentang Tarzan, seorang anak manusia yang dipelihara oleh seekor orang utan, maka jadilah dia Tarzan yang manusia tapi berperilaku orang utan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;‘Fitrah’nya manusia perlu dijaga, dipelihara, ibarat tanaman yang dipelihara petani di kebun. Orang tua berperan sebagai pemelihara kebun itu. Jika ingin tanamannya tumbuh dengan baik, maka tanaman tersebut harus diberi pupuk yang baik, dijaga pertumbuhannya dari gulma (tumbuhan pengganggu) yang akan menghambat pertumbuhannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pupuk yang baik bagi tumbuh kembangnya seorang anak manusia agar menjadi insan kamil adalah pola didik dan pola asuh yang terarah. Nilai-nilai kebajikan yang harus terus menerus ditanamkan sejak dini, memberikan uswah yang baik kepada anak, dan tentunya  do’a orang tua kepada Alloh agar menjadikan anaknya menjadi sholeh, adalah satu paket yang tidak boleh  dipisahkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendidik anak bisa dikatakan gampang-gampang susah. Tapi tentunya hal ini tidak boleh mengabaikan metoda pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dan usia anak. Pendidikan hanya berupa doktrin semata hanyalah akan  menghasilkan anak yang tidak memiliki kepribadian, atau bahkan justru malah lari jadi pemberontak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendidikan yang baik adalah yang berlandaskan hati, cinta dan kasih sayang. Seorang orang tua harus mampu meraih hati anaknya terlebih dahulu, baru kemudian nilai-nilai kebajikan dapat ditanamkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam buku yang berjudul Kiat Mempengaruhi Jiwa dan Akal Anak, Dimas M. Rasyid mengungkapkan bahwa ada beberapa kiat yang dapat mempengaruhi jiwa anak pada saat tumbuh :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Bersahabat dan jadilah teladan baginya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Tunaikan hak-hak anak, yaitu ajari Al Quran, menjadi ibu yang sholeh, beri nama yang baik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Gembirakan dan hiburlah hatinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Tumbuhkan rasa percaya diri pada anak, yaitu dengan memperkuat kemauan anak, menumbuhkan kepercayaan social, kepercayaan ekonomi dan bisnis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Motivasi anak untuk kebajikan dan mengingatkan akan keburukan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Perhatikan kecenderungannya, angkatlah potensinya dan perbaiki kelemahannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Berbicara sesuai tingkat intelektualitasnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. Latih mereka. Memberi tugas sesuai dengan jenis kelaminnya, memberi tugas sesuai dengan usianya, bertahap dalam melatih, tidak mencercanya ketika salah, memantaunya di awal tugas (control), tidak menugaskan sesuatu pada waktu yang tidak tepat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9. Dengarkan dia, secara reflektif. Hendaknya kita menghargai perasaannya dan tunjukkan bahwa kita memahami perasaan anak, tampakkan bahwa kita benar-benar menyimak apa yang dikatakan, ulangi apa yang dia ucapkan, dan ekspresikan bahwa kita sedang memikirkan perasaannya, berikan respon positif, berikan umpan balik dengan nasihat atau usulan yang membangun jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10. Perbanyak kegiatan yang mengembangkan : permainan cerita dan buku-buku fiksi ilmiah, lukisan dan hiasan, drama anak-anak seusianya, kegiatan ekstrakurikuler, membaca buku, dan menyalurkan hobinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itulah dia kiat-kiat sukses meraih hati anak. Mudah-mudahan tulisan ini dapat mengubah paradigma cara berpikir kita, bahwa anak adalah betul-betul titipan Alloh, bukan hanya sebuah implikasi dari ritual sebuah perkawinan. Anak adalah juga  sebuah investasi berharga yang harus kita jaga kehidupan lahir batinnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber : http://persis.or.id/?p=333&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3277087028736421362-4459291347275814249?l=annurcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annurcorner.blogspot.com/feeds/4459291347275814249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/01/mendidik-dengan-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/4459291347275814249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/4459291347275814249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2010/01/mendidik-dengan-hati.html' title='Mendidik dengan Hati'/><author><name>NUY CORNER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14750148903677378381</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St7yPbPU5mI/AAAAAAAAAAM/owNyrC3w0do/S220/1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/S0FxkC1TLNI/AAAAAAAAACI/IJz2TfYALMM/s72-c/bayi+lutcu2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3277087028736421362.post-5159531568562164745</id><published>2009-10-21T09:11:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T09:32:07.899-07:00</updated><title type='text'>Perempuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St82q6wGubI/AAAAAAAAABo/c_eqimgajXk/s1600-h/Ummi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St82q6wGubI/AAAAAAAAABo/c_eqimgajXk/s320/Ummi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395090989566572978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Makhluk aneh yg selalu sukar diselami.&lt;br /&gt;Sosok berhati halus yg selalu sukar dimengerti.&lt;br /&gt;Tiada hentinya mereka dikagumi, namun anehnya selalu saja ada yg berani menyakiti.&lt;br /&gt;Dari pangkuannya lahir sosok2 penggerak sejarah, para pemahat prasasti emas peradaban, para seniman hebat dlm kehidupan.&lt;br /&gt;Tak jarang, dari asuhannya pula tumbuh sosok2 berjubah kesombongan, para penabur paku2 kesengsaraan di atas pijakan umat manusia.&lt;br /&gt;Dari lisannya mengalir deras nasihat2 kehidupan, melecutkan semangat dan inspirasi kebijaksanaan, bertebarlah doa2 kebahagiaan.&lt;br /&gt;Namun dari lidah sebagian dari mereka, juga bisa terluncur kata2 kebencian, umpatan dan makian, hingga kutukan bagi sang durhaka.&lt;br /&gt;Tahukah engkau bahwa ucapan mereka selalu terlahir dari sebentuk perasaan? Yang baik maupun yang menyakitkan, terbetik dari sebuah sumbu bernama hati perempuan.&lt;br /&gt;Janganlah bermain2 dg perasaan perempuan, berhati-hatilah dg bagian yg paling halus itu. Ibarat kaca, sekali pecah akan langsung berderai-derai. Sungguh susah merakit kepingan itu kembali. Kalaupun bisa, bergores luka yg membekas takkan hilang selamanya.&lt;br /&gt;Kerapkali airmata menjadi cahaya di wajah mereka. Sang tegar pun takkan bisa menahan bulir bening itu meski hanya ia tunjukkan kepada Tuhannya saja, tak ada manusia lain yg tahu..&lt;br /&gt;Egoiskah perempuan hingga selalu ingin dimengerti?&lt;br /&gt;Salahkan jika mereka selalu berlindung di balik air mata?&lt;br /&gt;Duhai, bukan salah kalian jika tak pernah bisa memahami wanita,,,&lt;br /&gt;Karena sungguh, mereka pun seringkali tak bisa memahami diri sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Referensi : "Ukhti, Hatimu di Jendela Dunia" tulisan Yoli Hemdi. hal.42)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3277087028736421362-5159531568562164745?l=annurcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annurcorner.blogspot.com/feeds/5159531568562164745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2009/10/perempuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/5159531568562164745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/5159531568562164745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2009/10/perempuan.html' title='Perempuan'/><author><name>NUY CORNER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14750148903677378381</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St7yPbPU5mI/AAAAAAAAAAM/owNyrC3w0do/S220/1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St82q6wGubI/AAAAAAAAABo/c_eqimgajXk/s72-c/Ummi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3277087028736421362.post-7611349083661216034</id><published>2009-10-21T07:21:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T07:40:12.203-07:00</updated><title type='text'>Mawar vs Supernova</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St8c_im3QcI/AAAAAAAAABY/SDo7fnRvSxY/s1600-h/Merah+saga.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 414px; height: 319px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St8c_im3QcI/AAAAAAAAABY/SDo7fnRvSxY/s320/Merah+saga.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395062756560290242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3277087028736421362-7611349083661216034?l=annurcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annurcorner.blogspot.com/feeds/7611349083661216034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2009/10/mawar-vs-supernova.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/7611349083661216034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/7611349083661216034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2009/10/mawar-vs-supernova.html' title='Mawar vs Supernova'/><author><name>NUY CORNER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14750148903677378381</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St7yPbPU5mI/AAAAAAAAAAM/owNyrC3w0do/S220/1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St8c_im3QcI/AAAAAAAAABY/SDo7fnRvSxY/s72-c/Merah+saga.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3277087028736421362.post-9089403318030841080</id><published>2009-10-21T07:07:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T07:20:34.284-07:00</updated><title type='text'>Ibadah...??</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibadah adalah upaya mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan perintah-perintahnya dan menjauhi segala larangannya, serta mengamalkan apa2 yg telah diizinkan oleh agama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Ibadah terdiri dari 2 aspek:&lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; Niat yg ikhlas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kaifiyat (cara) sesuai dg yg tlh ditentukn agama.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibadah dibagi menjadi 2, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Ibadah maghdoh --&gt; ada aturannya, ditentukan waktu, tempat, dan jumlahnya. Misalnya : sholat, zakat, puasa, haji.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ibadah ghoirmaghdoh --&gt; ibadah sosial/duniawi --&gt; cukup niat ikhlas, kaifiyat tidak ditentukan. Misalnya : belajar, berdagang, bertani.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prinsip dasar pengambilan hukum:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Asal hukum dalam ibadah haram/batal/jangan dilakukan sampai ada dalil yang memerintahkan. Ada dalil --&gt; laksanakan, tidak ada dalil --&gt; tinggalkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asal hukum dalam muamalah/keduniaan itu boleh/silakan sampai ada dalil yang melarang. Muamalah dapat dipahami akal.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;"&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Jangan kamu mengikuti sesuatu yang tidak ada dasar keilmuannya&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;(Ustadz A.Zakaria)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3277087028736421362-9089403318030841080?l=annurcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annurcorner.blogspot.com/feeds/9089403318030841080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2009/10/ibadah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/9089403318030841080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/9089403318030841080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2009/10/ibadah.html' title='Ibadah...??'/><author><name>NUY CORNER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14750148903677378381</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St7yPbPU5mI/AAAAAAAAAAM/owNyrC3w0do/S220/1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3277087028736421362.post-1344687066269206329</id><published>2009-10-21T06:49:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T07:06:01.799-07:00</updated><title type='text'>...Renungan Motivasi Mengenai Waktu...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St8U_9TwiRI/AAAAAAAAABI/B5eJGF-FNnM/s1600-h/images_002.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St8U_9TwiRI/AAAAAAAAABI/B5eJGF-FNnM/s320/images_002.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395053967634893074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak seorangpun tahu, kapan waktu mulai bergerak&lt;br /&gt;Dan entah kapan sang waktu berhenti berjalan.&lt;br /&gt;Yang pasti sampai detik ini dia terus bergerak&lt;br /&gt;dan terus bergulir,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah Anda menghargai waktu dengan memanfaatkan sebaik-baiknya,&lt;br /&gt;atau selalu menyia-nyiakan waktu dengan aktivitas yang tidak bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tetap diam dan terus berjalan tanpa memihak kepada siapapun,&lt;br /&gt;tanpa membantu siapapun, tetapi dia bernilai untuk siapapun.&lt;br /&gt;Dia selalu baru, selalu segar dan tegar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya kitalah sebagai manusia lambat atu cepat pasti akan termakan oleh proses sang waktu&lt;br /&gt;Waktu untuk kehidupan seseorang manusia tidak lama dan sangat terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sepantasnya harus kita isi kehidupan ini dengan produktivitas yg sangat bermanfaat&lt;br /&gt;Baik bagi diri pribadi dan bagi manusia-manusia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran akan nilai waktu harus selalu diingatkan&lt;br /&gt;Dipelihara dengan rasa syukur yang besar terhadap Sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian kita akan menghargai nilai keberadaan sang waktu&lt;br /&gt;dan nilai-nilai diri kita sebagai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga kita akan selalu berusaha untuk dapat menikmati proses waktu itu dengan&lt;br /&gt;kualitas kehidupan yang makin lama, makin indah, nikmat, bahagia dan sangat berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmat waktumu yang masih ada!&lt;br /&gt;Hargai waktumu yang masih tersisa!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Andrie Wongso)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3277087028736421362-1344687066269206329?l=annurcorner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://annurcorner.blogspot.com/feeds/1344687066269206329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2009/10/renungan-motivasi-mengenai-waktu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/1344687066269206329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3277087028736421362/posts/default/1344687066269206329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://annurcorner.blogspot.com/2009/10/renungan-motivasi-mengenai-waktu.html' title='...Renungan Motivasi Mengenai Waktu...'/><author><name>NUY CORNER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14750148903677378381</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St7yPbPU5mI/AAAAAAAAAAM/owNyrC3w0do/S220/1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_fUye3GvqncE/St8U_9TwiRI/AAAAAAAAABI/B5eJGF-FNnM/s72-c/images_002.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
